
*******
aku terbangun mendengar ketukan dan salam dari luar.
" mungkin itu ibu tapi rumahkan tidak di kunci kenapa ibu harus mengetuk pintu. " aku berjalan sempoyongan khas bangun tidur menuju pintu depan. setelah aku membuka pintu tak kudapati siapa pun diluar, suasana diluar sudah gelap sepertinya sudah mulai malam.
aku masuk kembali ke dalam rumah, pintu kembali kututup.
" mungkin hanya orang iseng. "pikirku
kulirik jam sudah menunjukkan pukul delapan malam kulihat didapur dan dikamar ibu tidak ada.
" apa ibu belum pulang ya sudah malam kok belum pulang, ibu ngapain sih di rumah uwa. " aku sedikit kesal sejak siang tadi ibu belum juga pulang.
kuputuskan untuk membersihkan badan, selesai mandi aku menunggu ibu didepan rumah. sepi sekali, dikampung seperti ini matahari baru menghilang pun sudah jarang warga berlalu lalang.
__ADS_1
samar-samar kudengar suara ibu, tapi ibu sepertinya tidak sendiri semakin jelas suara yang menyahuti perkataan ibu dan semakin dekat. ternyata ibu berjalan bersama paman ku pemilik kedai, tapi untuk apa paman kesini malam-malam begini.
" assalamu'alaikum kok diluar din.? "salam ibu dan paman hampir bersamaan
" waalaikumsalam, Dini lagi nungguin ibu kok baru pulang. "aku sedikit memayunkan bibir ku
" udah jangan marah, malu sama paman mu ayo masuk kita ngobrol didalam. "aku dan paman mengikuti langkah ibu masuk kedalam rumah.
ibu dan paman sudah duduk dikursi aku izin kebelakang untuk membuatkan minuman. setelah menyuguhi tamu, aku duduk disamping ibu penasaran apa yang mereka bicarakan.
" ibu sudah menceritakan soal mimpi nu nduk, pamanmu kan peka terhadap hal semacam itu. alangkah baiknya jika dilihat dulu sambil menunggu kyai Shodiq pulang. " aku mengangguk-anggukkan kepala mendengar penuturan ibu, aku mengerti apa yang paman maksud sekarang.
" katanya mahluk itu cuman datang pada mimpi dini, jika malam kliwon. tiga hari kedepan tidak ada malam kliwon, sambil menunggu kyai Shodiq pulang masih ada waktu untuk merukiyah dini. "kini paman yang mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan ibu.
" ya sudah semoga semuanya cepat berakhir boleh aku minta air putih gelas mbak, sekalian buku sama pulpennya. "pinta paman pada ibu
__ADS_1
ibu melirik kearah ku aku pun paham, aku sediakan yang paman minta. ku taruh didepan meja paman, paman mendoai air yang kuberi tadi. dan memberi tulisan seperti do'a, pada secara kertas yang tadi sudah kusiapkan juga.
" air ini nanti diminum kalau mau tidur ya din, sebelum tidur kamu baca do'a ini dulu. semoga tidak ada hal buruk yang terjadi padamu. "paman memberikan air yang sudah ia do'akan dan selembar kertas berisikan do'a lainnya.
" njehh terimakasih paman. "aku menerima air dan kertas do'a itu dan menyimpan nya dikamar ku.
" kalau begitu anto pamit dulu ya mbak, din assalamu'alaikum. "tangan paman terulur.
" waalaikumsalam makasih ya to. "aku dan ibu menyambar uluran tangan paman bergantian.
*****
" sebelum tidur di baca dulu do'a nduk dan air nya diminum. " ku laksanakan perintah ibu sebelum ku rebahkan badan ku
selang setengah jam baru saja mata hendak pulas terpejam, aku merasakan sakit yang teramat menyiksa dibagian perutku. bahkan untuk membangunkan ibu aku tak sanggup sangking sakit nya. aku sampai berguling kesana kemari hingga menyenggol dan membangunkan ibu.
__ADS_1
air mataku menerobos tanpa henti, suara ku tertahan di tenggorokan, sakit sekali perut bahkan bertambah sakit saat ini. hingga terasa darah mengucur deras di kaki dan kasur yang ku tiduri bersama ibu.