
**********
badanku terasa lemas mengingat wajah anak-anak yang berlarian kesana kemari, wajah ketakutannya ketika melihat wujud Gilang dengan tanduknya.
ku gandeng tangan Gilang dalam perjalanan pulang perlahan tanduk dan bulu-bulu pada tubuh Gilang menghilang begitu saja.
" bun... apa benar aku anak genderuwo.? "
aku bergeming tidak menjawab atau menatap nya aku terus menggandeng tangan nya, lajuku tidak terhenti aku hanya ingin segera sampai dirumah.
sesampainya dirumah kami disambut dengan senyuman Ibu, melihat sosok ibu aku menghambur menemukan. aku menangis dalam dekapan nya ibu yang kebingungan berusaha melepaskan pelukan ku.
" kenapa nduk, pulang-pulang kok nangis? Gilang bunda kenapa, kamu ngak nakalkan?. "aku tetap bergeming kini tatapan ibu berbelok kearah Gilang.
__ADS_1
" Gilang ngak nakal nek tadi Gilang dikatain anak genderuwo sama anak-anak yang lain, terus badan Gilang keluar bulu kepala Gilang keluar tanduknya mereka semua yang ngata-ngatain Gilang pada lari. " bocah polos itu menuturkan dengan kebingungan.
ibu menatap ku iba ibu pasti paham mengapa aku menangis
" kamu harus kuat sebagai orang tua ngak boleh didepan anak, jangan sampai mental anakmu hancur karena kelemahan mu. katanya mau jadi bunda yang baik, mau jadi bunda yang hebat buat Gilang beri Gilang pengertian jangan bersembunyi terus, Gilang berhak tau asal-usul nya. "aku mencerna ucapan ibu apa yang ia katakan ada benar nya mengapa aku sangat lemah didepan anakku.
" Gilang kemari sayang. "aku mengusap air mataku bocah itu menuruti panggilan ku, ibu meninggalkan kami berdua memberikan waktu untuk menjelaskan nya pada Gilang ku.
" genderuwo itu siapa bun? ayah Gilang ya! Gilang mau ketemu ayah dong bun.. "pertahanan ku yang mencoba kuat luruh tangis ku kembali pecah, kenapa menyedihkan sekali aku bingung harus menjawab apa jika ia bertanya tentang ayah nya.
" sudah nanti kalau ayah pulang baru ketemu ya, sekarang Gilang mandi nanti shalat sama belajar ngaji ya. "anak itu berlalu untuk mandi patuh sekali.
" din... kamu sudah mengambil keputusan ini kamu harus bisa kontrol emosional mu jangan mudah menangis bukannya tempo hari kamu sangat yakin untuk merawat Gilang. kenapa sekarang jadi ragu-ragu? . "suara ibu mengejutkanku kusekat air mata yang hendak kembali menetes.
__ADS_1
" aku ngak tega bu lihat Gilang dihina dikucilkan aku ngak tega... "aku kembali terisak hati seorang ibu mana yang mampu kuat mendengar anaknya dihina, walau Gilang bukan anak yang diharapkan tapi dia tetap anakku.
" mau bagaimana pun semua nya sudah terjadi, kamu sudah memilih jalan ini. "
******
usai shalat ketika Gilang hendak tidur aku membuatkan nya susu hangat kuhampir dia, kuberikan susu yang sudah ku buatkan. dia meminum nya sampai tandas kemudian dia merebahkan badannya pada kasur tempat dia dan aku tidur.
beberapa menit berlaku aku yang sedaritadi menatap matanya yang terlelap, kembali matanya ia buka lebih tepatnya melotot Gilang mengaduh kesakitan pada perutnya aku bergegas menghampiri Gilang kuelus pucak kepalanya keringat bercucuran darah segar keluar dari mulut dan hidung Gilang, dengan suara tercekat aku mendengar Gilang mengucapkan sesuatu.
maaf y kk jrang up saol ny skrg saya udh mulai sklh normal mka ny saya gk bsa sring² up. tpi saya akan usahakan kok
jgn lupa dukungan nya vote, like, and comen terimakasih ☺☺😊
__ADS_1