
" bu.. bunda"jawabnya terbata-bata wajahnya penuh ketakutan kemudian memelukku dan membenamkan wajahnya dalam pelukanku.
" kenapa nak..? "aku mengelus kepalanya ketakutan dapat kurasakan dari pelukan eratnya.
" ta..tadi a..ayah te..tersenyum te..terus badannya berubah, ba..banyak bulu dan keluar tanduk, mata ayah melotot marah bun.
mulut ayah keluar darah, Gilang takut bun. "Gilang semakin mengeratkan pelukannya, aku yakin Gentara menampakkan wujud karena marah aku tidak menuruti perkataan nya, kubalas pelukan nya dan ku tenangkan Gilang.
" tenang nak, itu sebabnya kamu harus belajar agama yang baik biar nggak berubah kayak ayah mu. Gilang mau ya masuk pondok belajar yang rajin disana biar nggak berubah-ubah kayak wujud ayah. " kesempatan yang bagus untuk meyakinkan Gilang agar mau masuk pondok
" i..iya bun, Gilang mau masuk pondok Gilang nggak mau berubah kayak ayah. " akhirnya Gilang mulai takut melihat ayahnya.
__ADS_1
" ya sudah ayo kita tidur, jangan lupa baca doa biar nggak ada gangguan dari syaitan dan jin. " Gilang berdo'a dan kami terlelap dalam tidur masing-masing.
********
" hari ini Gilang berangkat ke pondok yah, nanti disana jangan nakal jangan banyak main dan belajar yang rajin biar pintar. " dengan cekatan aku membereskan semua keperluan dan pakaian Gilang, pikirku lebih cepat lebih baik.
" iya bun. " Gilang terus melahap sarapannya sebelum ia berangkat, Gilang sudah terlebih dahulu membersihkan tubuhnya kulihat ada semangat dalam diri Gilang untuk masuk ke pondok guna belajar agama.
dengan cepat aku akhirnya sampai di rumah Pak Yai, ibu dan Pak Yai sudah menunggu didepan rumah mobil yang akan dipakai pergi ke pondok sudah disiapkan kami langsung masuk kedalam mobil tanpa banyak percakapan.
sejak dari rumah aku selalu merasa diawasi sampai dimobil kami masih merasakan gangguan, mobil yang kami tumpangi terasa sangat berat untuk berjalan didalam mobil hanya ada empat orang dewasa dan satu anak kecil mungkinkah seberat itu.?
__ADS_1
lambat jalan mobil semakin dipaksakan, mobil semakin berderit Pak Yai menyuruh kami semua berdoa. dan pak supir memberhrntikan mobil sebentar, usai Pak Yai berdoa mobil kembali dilajukan kini laju mobil kembali normal.
jalan menuju pondok harus melintasi hutan dimana samping kanan dan kirinya adalah jurang. hampir saja mobil masuk jurang, Pak supir melihat jalan yang lurus padahal jelas sekali kami melihat jalanan berbelok-belok.
ketegangan terus menyelimuti perjalanan kami, kami diharuskan terus fokus lantunan doa mengiringi perjalanan yang semakin dekat dengan pondok semakin mencekam.
ditengah hutan rerimbunan pepohonan menghiasi sepanjang jalan, lagi halangan terjadi ban mobil belakang pecah membuat mobil oleng kembali hampir terpeleset ke jurang.
kami semua turun, pak sopir memperbaiki ban yang pecah kami tetap waspada dalam mobil. melantunkan do'a-doa yang kami bisa, untung saja Gilang tertidur pulas sejak setengah perjalanan tadi.
dari salah satu pohon disamping kaca mataku kembali melihat sosok Gentara dengan wujud manusia nya, do'a-doa tak putus dari mulut ku. aku mengkhusyukkan kembali do'aku tak akan lagi tertipu oleh tipu daya jin sejenis Gentara.
__ADS_1
murka karena godaan nya tak kunjung mendapat sambutan wujud mengerikan nya berangsur tampak. lidah yang selalu menjuntai-juntai meneteskan cairan hitam yang berbau busuk berhasil membuatku memuntahkan isi perut ku kepala ku keluarkan dari jendela mobil.