Suamiku Genderuwo

Suamiku Genderuwo
episode 20


__ADS_3

********


aku dan ibu kembali bersamaan kemudian kami menyerahkan semua uang itu pada pak Yai. uang itu dimasukkan pada kain jarik dan pak membungkus nya diletakkan disamping air putih yang sudah tinggal setengah karena setengah nya di berikan kepada ku.


" dini siapa pun yang kau lihat jangan percaya pada daya tipu setan, jangan melamun seperti tadi. saya akan memanggil mahluk itu tolong konsentrasi jika ingin semuanya berakhir, kamu harus bisa mengontrol dirimu sendiri. " aku mengangguki perkataan pak Yai,ya kesalahan tadi tadi tidak akan ku ulang lagi dan tak akan aku terpedaya lagi.


pak Yai duduk bersilah kembali tasbih nya kembali ia lantunkan, lantunan do'a nya lamat-lamat terdengar dengan jelas.


" apa mau mu manusia kau memisahkan aku dengan permaisuri ku, kau mengusir ku dan memanggil ku kembali. "suara nya yang terdengar berat ,ya itu pasti suara genderuwo itu." lepaskan dini ini imbal balik yang kau berikan padanya.


" lepaskan dini ini imbal balik yang kau berikan padanya, kami kembalikan untuk ketenangan jiwa dini. jangan menganggu nya kembali. " pak Yai menunjuk buntelan dari jarik yang berisikan uang itu.

__ADS_1


" aku tidak membutuhkan nya, aku benar-benar menginginkan Andini, dia permaisuri ku. "


" wanita yang kau sebut permaisuri itu hanya hayalan mu. alam mu dan alam kami berbeda jadi jangan menganggu Andin lagi. "


bruuaaakkkkkk


lagi-lagi pintu terbanting pak Yai tetap duduk bersilah, kini ia bergeming tidak ada sepatah kata pun entah dari gentara atau pun pak Yai.


keringat mengucur deras dari ketiga orang yang sedang duduk bersilah dihadapan ku dan ibu. aku meremas jemariku sendiri sebisa mungkin aku berusaha fokus dalam hati ku terus ku lantunan do'a dan sholawat.


cukup lama mereka bergulat melalui batin akhirnya pak Yai membuka matanya. aku terlonjak seketika pak Yai menyiram ku dengan air yang hanya setengah gelas, namun aku merasakan hal aneh pada diriku

__ADS_1


panas...tubuhku terasa sangat panas terasa seperti ada sesuatu yang melewati ku begitu saja.


" panas...aaaa pa..nass." kami semua melihat wujud genderuwo gentara, memegangi seluruh badan nya. mengaduh kepanasan kesana kemari sampai akhirnya tubuh tinggi besar gentara meleleh. dan bola matanya lepas satu persatu, tubuh nya lunglai kebawah beberapa detik kemudian gentara hilang menyisakan secuil abu yang tergeletak dilantai.


uang dalam jarik itu juga hilang, pak Yai memungut abu milik gentara, dan dimasukkan kedalam wadah kecil.


" i..itu untuk apa pak Yai. " dengan gugup pertanyaan itu berhasil ku lontarkan.


" keputusan ada ditangan mu, jika kau ingin merawat bayi mu kuburkan abu ini, tapi jika kau tidak mau merawat nya buatlah minuman dengan abu ini. lalu minumkan pada bayi ini, maka dia akan menghilang bersama bapaknya. "pak yai memberikan wadah berisikan abu tadi pada ku.


aku bergeming menimang-nimang keputusan apa yang akan aku ambil selanjutnya.

__ADS_1


" apakah anak ini hidup normal pak Yai, atau akan seperti bapak nya? "aku berucap ragu-ragu dalam batinku aku ingin merawat bayi ini tapi pikiran ku berkata lain, bagaimana nanti hidupku. seorang gadis yang belum bersuami tapi sudah memiliki anak adakah yang akan menerima ku nanti.?


__ADS_2