Suamiku Genderuwo

Suamiku Genderuwo
episode 25


__ADS_3

*******


" bu...bunda ja...jahat " aku luruh ke lantai kaki ku seakan tak kuat menompang berat badan ku sendiri aku menangis disamping tubuh Gilang.


" Ya Allah dini Gilang kamu kenapa nak?. " ibu dengan panik membangunkan cucunya Gilang hanya melotot menatap ibu.


" dini......kamu apakan Gilang? . " kini suara ibu semakin meninggi menunggu jawaban yang ku lontarkan.


" Dini ngak sanggup bu, dini... dini ngak tega kalau harus menyaksikan Gilang dihina. " aku mundur kepojok kamar merangkul kedua kakiku duduk termangu menyaksikan Gilang menangis kesakitan


" dini kamu apakan Gilang nak? istighfar nak ya Allah Gilang. "ibu mengguncang tubuh ku yang hanya diam menyaksikan buah hatiku menangis kesakitan.


" Andini kau telah memilih untuk merawatnya teguhkan pendirian mu, bangun dan berikan dia air minum yang ada di dekat mu. "samar-samar aku mendapatkan bisikan, suara siapa itu aku tidak mengenalinya.

__ADS_1


" Andini... " aku terlonjak dari lamunanku teriakan ibu menyadarkan lamunanku, aku mendekati tubuh Gilang ku genggam jemarinya air mata sudah membasahi wajah ibu sedari tadi.


" Gi...Gilang ma....maafin bunda nak. " aku menundukkan kepala mencium tangan Gilang yang sudah semakin melemah.


" Gi....Gilang sayang sama bunda Gilang minta ma...maaf kalau Gilang bikin bunda malu, Gilang mau sama bunda. " suaranya yang terbata-bata menahan sakit dan darah yang semakin memenuhi wajahnya, entah dari mana saja keluarnya semua darah itu.


" maafkan bunda... bunda salah maafin bunda. "aku menangis semakin meraung-raung penyesalan telah menyelimuti ku, entah apa yang aku pikirkan sampai-sampai terbesit dalam pikiran untuk menggali abu gentara dan memberikan pada campuran susu Gilang.


" Di...dini gali abu gentara bu dini ngak sanggup dini kasihan sama Gilang bu dini nyesal bu dini sadar Gilang ngak salah bu. "pelukan ku ditepis oleh ibu kembali ibu mengguncang badan Gilang agar matanya tetap terbuka.


" nek.. kalau Gilang pergi nenek jagain bunda ya Gilang juga bakal tetap jaga bunda sama nenek Gilang sayang bunda sama nenek. "Gilang tersenyum tangan lemah nya terulur menyentuh tangan ku


" aku bunda yang jahat aku bodoh kenapa aku membunuh putraku sendiri Andini bodoh dasar bodoh. " aku merutuki diriku sendiri

__ADS_1


" air yah dimana air. " aku bergumam mataku menyusuri setiap jengkal kamar, aku melihat secangkir air diatas meja, aku tak ingat pernah menaruhnya bahkan cangkir nya pun tidak ku kenali.


tanpa pikir panjang kusambar air itu aku berjalan dengan gemetar sampai air itu tumpah sedikit demi sedikit tepat disamping Gilang aku berusaha meminumkan nya.


tanganku ditepis oleh ibu gelas itu jatuh


" mau kau apakan lagi cucuku tidak puaskah kau melihat Gilang bersimbah darah, masih mau kau tambahkan racun pada Gilang. "ibu menatap ku dengan sengit.


" di...dini menyesal bu dini ngak bermaksud membunuh Gilang dini sayang sama Gilang.


" sayang seperti apa yang kau maksud Andini? apakah sayang seperti ini yang kau maksud? tanpa memikirkan akibatnya kamu memberi racun pada anak mu. "ucap Ibu sangat menunjukkan kemurkaan nya padaku.


" dini salah dini nyesel bu tolong biarkan dini bersama Gilang. " aku mengambil kemabli gelas itu bersyukur masih ada air sisa tumpahan walaupun hanya sedikit.

__ADS_1


__ADS_2