
*********
" kamu kenapa nduk bayi ini bersih mulut nya ngak ada darah hanya ada bekas asi saja. ya sudah kalau gitu kamu istirahat saja biar ibu yang gendong anakmu. sebentar lagi kita kerumah kyai Shodiq, semoga beliau sudah kembali. "
ibu pergi membawa bayiku keluar rumah, sejenak aku berfikir bagaimana jika tetangga ada yang melihatnya. apa yang akan ibu katakan tapi aku enggan menyusul nya. wujud menyeramkan bayi itu seakan menari-nari dipikirkan ku.
********
sore harinya, sekitar jam tiga sore aku dan ibu pergi menuju rumah kyai Shodiq. sepanjang perjalanan kami hanya bertemu beberapa warga. " syukurlah tidak ada yang bertanya macam-macam. "gumam ku.
" ehh buk isyah, dini pada mau kemana? sudah mau sore kok bawa-bawa bayi awas nanti sawan lo bu. " ucap salah satu tetangga jauh, ketika aku dan ibu melewati depan rumahnya.
" nganu mau main sebentar bu. " sahut ibu sedikit terkejut
__ADS_1
" ngapunten bu, apa benar soal kabar yang beredar? katanya dini dihamili genderuwo ya? apa ini anaknya bu.?. "
degh!!
bagai terhantam samurai panjang, hatiku nyeri sekali ternyata kabar kehamilan ku beredar dengan cepat. tapi siapa yang menyebarkan itu semua. bagai aib yang sengaja kubuat, serasa malu dan enggan melanjutkan perjalanan. malu aku benar-benar malu.
tanpa menanggapi pertanyaan tetangga ibu lantas memegang pergelangan tangan ku. dan langsung beranjak pergi dari hadapannya
" bu.. dini malu, apa semua warga sudah tau bagaimana jika semua orang membenci dini. " aku terisak dijalanan yang sepi, ibu tak menanggapi ucapan ku. beliau trus menggandeng tangan ku agar segera cepat sampai dirumah kyai Shodiq.
" assalamu'alaikum pak kyai, assalamu'alaikum. " salam ibu terus terdengar menunggu jawaban dari pemilik rumah.
" waalaikumsalam. " sahut seorang pria dari dalam, perlahan pintu terbuka. wajah yang teduh menenangkan muncul dibalik pintu, seakan mendapatkan semangat baru aku berharap semuanya segera berakhir
__ADS_1
" alhamdulillah Pak kyai sudah pulang, sebelumnya kami sudah kesini, tapi kata tetangga pak kyai sedang tidak dirumah.
" njeh bu, saya baru sampai tadi malam habis menjenguk mertua yang sedang sakit. mari masuk bu, din kita ngobrol didalam. "sahut lelaki parubaya itu dengan suaranya yang lembut penuh wibawa.
" njeh terimakasih pak, ayo din. " ibu memasuki rumah pak kyai Shodiq dengan menggenggam tanganku.
" ehh ada bu isyah, mari masuk bu tumben mampir. "sambutan ramah kembali terdengar kini wanita seumuran ibu ku yang memperkenankan kami masuk. dia adalah bu Aminah istri pak kyai Shodiq.
" iya bu ada perlu sama pak kyai . " sahut ibu tak kalah ramah.
" ohh njeh saya tinggal kebelakang dulu bu. "bukan Aminah pun pergi meninggalkan kami. dan kembali membawa tiga gelas teh hangat. kemudian ikut bergabung bersama kami.
" begini pak yai, sebelumnya saya mohon sekali bantuan pak Yai. dini telah dinikahi genderuwo didunia nya, sampai dini melahirkan anak ini. hanya hitungan hari dini hamil hingga melahirkan. tolong dini bantu lepas dari gangguan genderuwo itu. " ibu mulai membicarakan semua tujuannya datang kerumah pak kyai Shodiq. aku hanya diam tertunduk malu sekali rasanya melihat wajah pak kyai Shodiq.
__ADS_1
" saya sudah tau tujuan bu isyah kesini, sejak dirumah mertua saya genderuwo itu sudah datang kepada saya. bagai macam gangguan yang dia lakukan. sampai mertua saya yang sedang sakit pun terkena dampaknya. tapi alhamdulillah genderuwo itu sudah tidak lagi mengganggu mertua saya. "penuturan pak kyai Shodiq tak hanya membuat aku dan ibu kaget tapi juga dengan istrinya, tatapan nya penuh tanya terhadap suami nya.