
pagi yang cerah matahari yang sudah menyembul keluar memamerkan cahaya silaunya, aku terbangun dari tidur ku tanpa mimpi itu lagi. karena semalam bukan malam kliwon sudah tak ku dapati kehadiran ibu dikamar ku. sepertinya wanita paruh baya yang lemah lembut itu sudah bangun sejak tadi.
aku berhambur keluar kucium harum masakan ibu, aku berjalan menuju dapur dan benar saja kutemui wanita tersayang ku sedang memasak untuk sarapan pagi.
" ibu kok ngak bangunin dini kan dini bisa bantuin ibu. "
" anak ibu sudah bangun tidur mu nyenyak sekali lagian masih pagi, mumpung kamu lagi libur kerja jadi ibu biarkan saja kamu bangun sendiri nya. "ibu berucap tanpa menengok sepertinya dia sangat sibuk
aku merasa diriku sudah dewasa tapi entah kenapa di mata ibu aku seperti gadisnya yang masih berusia lima tahun ibu membuat ku sangat manja membantu pekerjaan rumah pun kadang aku tidak diperbolehkan. entah bagaimana jika aku bersuami nanti aku hanya sedikit mengerti tentang pekerjaan rumah tangga.
selesai sarapan aku dan ibu bersiap-siap menuju rumah kyai Shodiq. beliau sangat disegani dan memiliki kemampuan yang lebih dari warga lain.
tidak terlalu jauh aku berjalan kaki bersama ibu karena memang kami tidak memiliki kendaraan mau meminjam rasanya sungkan
__ADS_1
sampai dirumah pak kyai Shodiq ibu mengetuk pintu rumah tidak lupa dengan mengucap salam. cukup lama tapi tidak ada jawaban atau tanda-tanda keluar nya pemilik rumah.
" pak kyai Shodiq lagi pergi kekampung istri nya bu, katanya menengok mertuanya yang sedang sakit"ucap tetangga yang lewat dari depan rumah pak kyai Shodiq.
kami berdua menoleh bersamaan mencari pemilik suara yang tadi kami dengar
" ohh kira-kira nya kapan ya buk. "ibu menyahuti ucapan tetangga kyai Shodiq
" oohh njehh makasih buk, kami permisi dulu assalamu'alaikum. "aku mengangguk dan tersenyum begitu pun dengan ibu yang dibalas anggukan dan senyum dari tetangga pak kyai Shodiq.
sepanjang perjalanan aku dan ibu lebih banyak diam, kami menyelami pikiran masing-masing.
sampai nya di rumah ibu langsung mencari kalender, entah apa yang ibu cari dari kalender itu. aku yang kelelahan hanya terduduk menyaksikan aktivitas ibu.
__ADS_1
" nduk tiga hari kedepan tidak ada malam kliwon, tapi di hari keempat ada kliwon. kita bisa cukup tenang menunggu kyai Shodiq pulang, karena kamu ngak bakal mimpiin genderuwo itu kan. "perasaan lega bercampur was-was menyelimuti hatiku dan ibu.
' ini semua harus segera berakhir.' bantin ku berusaha tenang
" iya bu tapi ibu temanin aku tidur terus ya. " pinta ku dengan wajah memelas yang berhasil diangguki oleh ibuku
hari ini aku merasakan hawa panas sekali entah mengapa aku jadi pingin ngerujak, dibelakang rumah banyak sekali pohon mangga. aku berniat merujak mangga muda yang sedang lebat berbuah belakang rumah.
sepertinya ibu baru akan pulang sore hari, ibu bilang mau kerumah uwa. yang tidak terlalu jauh entah keperluan apa tapi cukup lama sekali ibu pergi
sejak aku bangun aku merasakan tubuhku berbeda tidak seperti biasanya lemas, pusing bahkan kadang aku merasakan nyeri dibagian bawah perut ku.
" mumpung ngak kerja dan ibu juga belum pulang aku tidur dulu. sambil nunggu ibu pulang. "aku berbicara pada diriku sendiri sambil merebahkan badan ku yang kurang enak badan untuk istirahat sejenak.
__ADS_1