Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 11


__ADS_3

...Jika kau bisa bahagia tanpaku tak apa bagiku sekarang karena engkaulah sumber kebahagiaan ku walau aku harus berkorban demi dirimu, walau sesakit ini pun diriku tidak apa selama dirimu tetap tersenyum wahai bidadari surga ku...


...~Aydan~...


"Aydan, kamu akhir-akhir ini gak rutin meminum obat? Lalu juga stress berlebihan, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Bukankah kau sudah menikah? Apa istrimu tidak merawatmu selama ini?", tanya dokter Viro khawatir dengan kesehatan Aydan tiba-tiba memburuk perlahan.


Cowok itu hanya tersenyum tapi dokter Viro tahu senyuman itu menyimpan rasa sakit yang amat mendalam dan luka yang tidak bisa di sembuh kan.


Dokter Viro menghela nafas panjang sambil geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan anak remaja zaman sekarang.


"Saya gak tahu lagi untuk alasan apa kau menikah muda? Istrimu bahkan tak mengurus atau merawatmu baik? Lantas buat apa pernikahan ini di jalankan? Kamu tahu kan, penyakitmu itu semakin mengganas dan menggoroti tubuhmu perlahan jika kau tidak teratur meminum obatmu maka dampaknya penyakitmu lebih susah di obati dan bukan itu saja jika obat saja sudah tidak mempan maka kau harus operasi kau masih muda Aydan tak mungkin kau mau mati muda kau pasti memiliki impian dan cita-cita yang ingin kau gapai jangan cuma masalah satu orang cewek kau pasrah dengan hidupmu masa depanmu masih jauh dan panjang jadi saya sebagai doktermu memohon jangan menyerah untuk hidup, janji ya", kata dokter Viro menasihati Aydan tentang kehidupan.


"Makasih dokter Viro di saat orangtua ku tak bisa ku andalkan kau malah seperti sosok ayah bagiku soal penyakit ku cukup dokter dan adikku, Arsyid yang tahu Ava dan orang-orang ku sayangi terutama orangtuaku tak perlu tahu soal ini aku mohon dan janji bakal sembuh kok jadi jangan khawatir ya", kata Aydan sambil mengenggam tangan dokter Viro erat.


"Hah, baiklah aku akan tutup mulut dari kedua orangtuamu dan cukup adikmu saja yang tahu tapi janji satu hal tetap bertahan hidup dan lekaslah sembuh", kata dokter Viro menghela nafas berat menerima kenyataan pasien nya satu ini.


"Terima kasih aku juga akan melawan penyakit ku dan segera sembuh dan soal cita-cita dan impian aku ingin menjadi seorang dokter hebat sepertimu suatu saat nanti jadi dokter juga tetaplah hidup dan nantikan saja ya", kata Aydan dengan senyuman lebar nya.


"Iya aku akan menantikan nya Aydan", ujar dokter Viro sambil tersenyum kecil.


"Kalau gitu saya pamit dulu pulang semangat kerja nya", kata Aydan sambil mengangkat tangan nya tinggi-tinggi.


Dokter Viro pun melakukan hal yang sama dan melambaikan tangan nya.


"Tetaplah hidup Aydan aku tetap terus mendukung mu aku harap kau tetap hidup terus jangan sampai nasib mu berakhir sepertinya", pikir dokter Viro sambil mengingat pasien nya yang meninggal karena dia putus asa atas kehidupan nya.


Di sisi Ava


"Makasih ya kalian baik banget hari ini sebagi gantinya Kapan-kapan gue yang traktir deh hehehe", kata Ava cengar-cengir karena senang sudah jalan-jalan sehabis keluar rumah sakit.

__ADS_1


"Sans aja deh lo kita kan sahabatan tapi Kapan-kapan boleh deh", kata Fera sambil menunjukkan isyarat tangan 'oke'.


"Hehehe iya deh gue masuk duluan ya", kata Ava sambil melambaikan tangan.


"Sip, kami pamit pulang ya", pamit Fera sambil melambaikan tangan juga.


"Iya hati-hati", seru Ava.


"Kamu juga sayang bye", kata Delvan.


"Kamu juga sayang", kata Ava.


Akhirnya dua insan itu pergi dan Ava pun masuk ke dalam rumah nya.


"Huft, capek juga eh? Terkunci ternyata untung bawa kunci gue", kata Ava terkejut ternyata pintu rumah nya terkunci.


"Si cowok culun itu belum pulang ya? Dia keluar ke mana? Ah, bukan urusan gue mau dia mau ke mana", kata Ava acuh.


Sore harinya Ava terbangun dengan tv yang masih menyala.


"Gue ketiduran ternyata jam berapa sekarang? Em, jam 5 sore Aydan belum pulang? Lebih baik mandi deh", kata Ava sambil mematikan tv dan pergi ke kamar nya.


Hingga malam nya Aydan tak kunjung pulang juga.


Ava mondar-mandir di depan pintu sambil mengacak-acak rambut nya.


"Mungkin lebih baik gue tunggu lebih lama lagi jika tak kunjung pulang gue kunci aja pintu dan pergi tidur", kata Ava sambil berpose berpikir.


Akhirnya Ava menunggu sambil bermain hp duduk di sofa tak lama kemudian ia tertidur.

__ADS_1


Tengah malam suara pintu terbuka perlahan tampak sosok berbadan besar, tinggi tegap memasuki rumah.


"Apa dia menunggu seharian ini? Padahal dia tipe tidak pedulian lebih baik ku pindahkan ke kamar nya", pikirnya sambil mengendong tubuh Ava membawa nya ke kamar nya.


Di kamar Ava


"Untung dia gak terbangun lebih baik aku ke kamar juga ugh mulai lagi aku harus segera cepat ke kamar meminum obatku sebelum semakin parah", kata nya berjalan menuju pintu dan menutupnya.


Di kamar ia langsung meminum obat nya dan langsung tepar di ranjang nya.


"Harapan hidup? Ntahlah aku gak yakin bisa bertahan lama sedangkan orang ku cintai tak pernah mengakui ku dasar Aydan bodoh kau bodoh buat apa kau berharap suatu saat Ava akan mencintaiku dan menerima dirimu sebagai suami nya, itu hal paling mustahil terjadi ah sakit sangat sakit ugh uhuk lebih baik aku tidur saja".


Tak lama kemudian Aydan tertidur pulas malam itu.


...Andai mati itu semudah itu lebih baik aku mati, andai hidup itu mudah tidak sesulit ini lebih baik hidup dalam damai, andai bahagia itu tak sulit maka akan ku cari kebahagiaan itu bersamamu aku bisa melakukan nya tapi jika kau tidak ingin melakukan nya bersamaku maka ku lepas dirimu dan aku akan pergi sejauh mungkin darimu. Engkaulah bidadari surgaku, cintaku dan juga dosa terbesarku maaf sudah pernah menyakitimu aku berharap kau bahagia walau tanpa diriku...


...~Aydan~...


...Entah kenapa apa yang terjadi pada gue sebenarnya, buat apa gue hidup? Jika bisa memilih maka gue memilih mati tapi apa? Gue gak bisa berbuat apapun andai gue bisa bahagia tali rasa bersalah ini terus menghantuiku...


...~Ava~...


bersambung..


Maaf lama update lagi ya tapi saya akan usahakan terus update kok hehehe..


Tetap dukung terus ya semoga suka kelanjutan kisah romansa Aydan dan Ava.


By the way, yang tulisan di atas yang bertulis miring adalah isi hati mereka ya. Ntr kalian bingung lagi jadi saya verifikasi saja.

__ADS_1


Semoga betah ya dan jangan lupa vote dan komen ya dan juga share ke teman atau sosmed kalian.


See you Next time


__ADS_2