
Hi maaf baru update lagi saat ini fokus kuliah udah uts+tugas-tugas jadi saya mohon maaf tidak up kemarin-kemarin. Jarak updatenya dari awal bulan loncat akhir bulan🤧.
Mumpung libur dan mood buatnya jadi sekalian aja ya maaf kalo gak memuaskan🙏.
Selamat membaca.....
Kediaman Verol
BRAK
"Kenapa sayang?", tanya Zidan, ayah si kembar.
"Anak sialan itu bikin ulah terus drama mulu kenapa dia gak mati aja sih?! Nyusahin aja", jawab Keira, ibu si kembar.
"Mau gimana lagi anak itu juga penerus perusahaan keluarga ini sebagai anak paling tertua", kata Zidan sambil menghela nafas.
"Aydan penerus bukan anak pembawa sial itu gara-gara dia Arina meninggal hah?! ANAK SIALAN ITU PEMBUNUH SADIS ENTAH SUDAH BERAPA BANYAK DIA BUNUH DILUAR SANA", hardik Keira marah.
"Ibu! Ibu kok ngomong gitu? Kak Richard gak bunuh kak Arina", kata Arsyid baru saja lewat dan tidak sengaja mendengar pembicaraan orangtuanya.
"ARSYID KAMU GAK USAH IKUT CAMPUR INI URUSAN ORANG DEWASA KELAKUAN KAKAKMU ITU HARUS DIHUKUM SESUAI HUKUM BERLAKU HANYA AYAH MENUTUP KASUSNYA DEMI MELINDUNGI KELUARGA INI TAPI DIA MALAH TIDAK TAHU TERIMA KASIH BUKANNYA BERUBAH MALAH MAKIN MENJADI-JADI GAK USAH KAMU BELA ANAK SIALAN ITU!!", teriak Zidan.
"Sudahlah sayang mending kita cari orang yang mau menjadi pendonor jantung buat Aydan supaya Aydan cepat sembuh", kata Keira sambil mengelus punggung Zidan.
"Mending urus urusanmu nak kami pergi dulu", kata Keira.
Mereka berjalan menuju pintu dan pergi meninggalkan Arsyid di rumah sendirian.
"AAARRRGGGGHH SIALAN YANG DIPIKIRIN CUMA AYDAN DAN AYDAN aku tahu Aydan harus segera operasi tapi Richard juga butuh aku harus cari kemana yang mau menjadi pendonor?", pikir Arsyid. Tiba-tiba hp nya berbunyi "Eh? Siapa yang nelpon?", kata Arsyid sambil merogoh-rogoh saku celananya.
"Halo siapa ya?", tanya Arsyid.
"...."
"Eh? Serius?", tanya Arsyid terkejut.
"..."
__ADS_1
"Selidiki apa yang telah terjadi saat itu waktumu 1 bulan", kata Arsyid serius.
"...."
"Sekalian kau cari pendonor jantung", kata Arsyid.
"..."
"Untuknya", jawab Arsyid.
"..."
"Iya ku tunggu kabarmu lagi senang bekerja sama denganmu, sobat", kata Arsyid.
"Senang bekerja sama denganmu juga sobat tunggu saja kabar dariku 1 bulan lagi saatnya kita membalas mereka", katanya sambil tersenyum.
"Iya, makasih sobat", kata Arsyid.
"No problem", katanya dan sambungan telepon terputus.
"Fera kau akan hancur ditanganku ahahahaha", kata Arsyid sambil mengenggam gelas di tangannya dengan kuat sampai pecah berhamburan di lantai.
Dan kembali lagi mengobati tangan Arsyid dan setelah itu membersihkan pecahan gelas di lantai.
"Tuan muda harus hati-hati lain kali ya", kata bi salma.
"Iya bi makasih bi Salma bisa rahasiakan ini dari ayah dan ibu", kata Arsyid.
"Bisa tuan", kata bi Salma. Setelah itu bi Salma kembali bekerja di dapur.
...Lucu.....
...Sangat lucu...
...Kenapa?...
...Selama ini hanya bi Salma yang khawatir padaku ...
__ADS_1
...Tetapi.....
...Orangtuaku?...
...Mereka bahkan acuh saat melihatku terluka...
...Biasanya kak Richard yang peduli...
...Tetapi sekarang ia.....
...........
...........
............
...Sudah tidak ada lagi...
...Tidak ada...
...~Arsyid~...
Di sisi lain
"Apa ini? Jadi selama ini salah diagnosa?", tanya Billy terkejut sambil mengebrak meja kerja Viro.
"Aku juga tidak mengerti siapa yang sudah memanipulasi?", tanya Viro bingung.
"Sepertinya aku tahu alasannya", kata seseorang sambil bersandar di pintu dan menyilangkan tangan di dada.
Semuanya berbalik dan terkejut melihat sosok cowok yang bersandar di pintu.
"KAMU", teriak Billy dan Viro bersamaan dan Rima yang hanya kebingungan.
Gimana? Makin penasaran ya😏 entah kenapa aku tiba-tiba mikir plot yang bikin tercengang "kok bisa gini?" Gitu pokoknya.
Jangan lupa vote dan dukung ya terus karena cerita ini makin menyimpan rahasia.
__ADS_1
Kapan-kapan lagi ya updatenya kalau gak sibuk.
See you...