Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 25


__ADS_3

"Lo Richard?! Kenapa lo di sini?! Mana Aydan?", tanya Ava agak sedikit berteriak sangat keras.


Cowok itu terdiam dengan tatapan kosong nya menatap lurus ke depan.


"Jawab aku!! Richard?!", seru Ava lagi hingga sampe kerongkongan nya.


"Suaminya ya? Sini kamu akan ku beri pelajaran ke bocah sepertimu!!", kata om itu sambil berlari sekuat tenaga ingin memukul Richard.


"Awas!!", seru Ava berusaha melepaskan dirinya namun salah satu dari om-om itu menampar Ava sangat keras dan berteriak.


"DIAM DASAR GADIS ******", teriak nya sambil menampar begitu keras tepat di pipi Ava.


Suara tamparan itu menggema seluruh ruangan itu.


"Dasar bikin gagal fokus sini kamu brengsek", kata om yang ingin melayangkan tangannya ke Richard.


Richard menghindari semua serangan dengan mudah seakan tidak ada beban.


"Sini kau dasar brengsek", kata om itu namun lagi-lagi Richard menghindari nya dengan sangat mudah dan lihai seakan ia sudah biasa.


"Jangan terus mengh- eh? A- apaan ini? Turunkann aku hei aku bilang turunkan aku brengsek kalau ada orangtua bicara tuh di dengar apa orangtuamu tidak mengajarimu hah?!", katanya karena Richard tiba-tiba mengangkat nya tanpa beban.


"Matilah", kata Richard dan membuang tubuh orang itu ke sembarang tempat.


"Akh!! S- sakit", katanya meringis kesakitan sambil memengang tangan kanan nya yang patah.


"Anda juga melakukan nya pada istri saya jadi inilah balasan anda atas tindakan", kata Richard dengan tatapan dingin nya.


"Kau t- tidak bisa melakukan ini padaku ada hukum yang melindungi manusia kau tahu kan? Itu orang-orang mengatakan nya HAM hak asasi manusia iya itu", katanya dengan terbata-bata.


"Kau tidak punya hak berbicara seperti itu karena lihatlah sikapmu hari ini sebelum mengatakan tentang hak asasi manusia kalau anda sendiri berbuat seperti anjing liar tidak lebih buruk dari anjing, anda lebih buruk dari binatang anda persis sampah, sampah masyarakat yang mengotori dunia ini dengan kehadiran anda sendiri paham pak tua? Sadari diri anda sendiri", kata Richard sambil menginjak-injak tubuh pria itu hingga tulang-tulang nya berbunyi.

__ADS_1


"AKH!!", pria itu terus menerus di injak oleh Richard tanpa henti.


"Tadi anda bilang kalau orangtua bicara di dengar tapi apakah sikapmu ini mencerminkan orangtua hah?! Aku? Orangtuaku? Orangtuaku tidak mengajariku? Kalau benar mereka tidak mengajariku memang nya kenapa?! Hah?! Apa urusan nya dengan orang asing yang bahkan akhlak nya seperti sampah ini? Mau menasihatiku bercerminlah pak tua kaulah makhluk paling menjijikkan yang ku temui sudah tua tapi tunduk kepada anak remja berumur 17 tahun di mana harga dirimu? Di mana urat malu anda? Hanya karena uang anda membuang harga diri dan martabat anda sebagai orang dewasa hah?! Sangat lucu, dunia ini sebentar lagi akan kiamat karena satu makhluk hidup seperti anda masih hidup di muka bumi ini malu lah pada diri anda memangnya anda tidak memiliki keluarga? Sungguh memalukan", kata Richard yang tiba-tiba berhenti menginjak pria itu.


"B-bos!!! Anda tidak apa-apa?", tanya salah satu di antara mereka menghampiri pria tersebut.


"A- aku kesakitan", jawabnya berusaha bangun walau begitu tubuhnya patah tulang.


"Tenaga cowok ini kuat sekali sampe tubuhku remuk semua dan patah tulang", pikir pria itu menatap Richard.


"Richard polisi datang sisa nya serahkan kepada mereka maaf terlambat lo baik-baik saja?", kata Billy sambil memeriksa tubuh Richard dari atas hingga bawah.


"Gue baik-baik saja ayo pergi oh ya nih uang pengobatan anda pak tua begini-begini saya tetap akan tanggung jawab atas perilaku saya permisi hiduplah di jalan yang lurus saja pak selamat tinggal", kata Richard.


"Richard tunggu gue", kata Ava berlari menyusul bersama Rima.


"Ayo cepat jalan oh ya anak muda terima kasih atas kerja kerasnnya", kata pak polisi.


"Eh? Lo gak papa Richard? Oh gue lupa penyakit jantung lo kambuh? Kita ke rumah sakit dulu", kata Billy khawatir melihat kondisi Richard tiba-tiba melemah.


"Jantung? Lebih baik ke rumah sakit", kata pria itu.


"Iya dek biar kami antar nanti makin parah", kata pak polisi menuntun mereka jalan ke mobil.


"Richard", gumam Ava sambil mengenggam erat tangannya.


"Dia akan baik-baik saja ayo", kata Rima.


"Iya"


Di rumah sakit

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya dok?", tanya Ava khawatir saat dokter Viro keluar.


"Untung di bawa ke sini lebih cepat jadi saya bisa mengatasi nya nyawa sudah tidak terancam ini faktor emosi nya dan tekanan darah tinggi kalau begitu saya permisi pasien masih harus istitahat", kata dokter Viro.


"Baiklah"


"Masuk saja Ava kami masih ada urusan", kata Billy dan meninggalkan Ava.


"Ayo masuk", gumam Ava setelah mengambil nafas dalam-dalam.


Saat masuk betapa kagetnya Ava melihat Richard sudah berganti pakaian.


"Lo mau ke mana? Istirahat saja", kata Ava khawatir.


"Apa pedulimu? Lo bahkan masih mencari Aydan pada akhirnya tidak ada yang mengharapkan gue hidup hahaha lucu nanti juga gue pergi dari hidup lo buat selamanya kok tapi gak sekarang gue bakal pergi setelah memastikan lo hidup bahagia", kata Richard.


"G- gue peduli sama lo jadi tetaplah hidup jangan ke mana-mana dan tetap beramaku sampai kapan pun biar maut yang memisahkan tapi tidak sekarang", kata Ava yang mulai meneteskan air mata.


"Lo? Lo menangis?", tanya Richard.


"Iya memang kenapa?", bentak Ava yang sudah berlinang air mata.


"T- tapi lo benci gue kenapa lo meminta gue hidup?", tanya Richard.


"Tentu saja gue sebenarnya suka sama lo dari kecil tapi karena lo membunuh kakakmu sendiri gue benci lo tapi t- ternyata gue salah pembunuh nya adalah Fera gue minta maaf maaf sudah membencimu karena itulah hiduplah Aydan juga bisa sembuh dan lo juga sembuh dan kita akan membangun keluarga kecil kita bersama", kata Ava sambil menundukkan kepala nya malu.


Richard tersenyum dan memeluk Ava dengan hangat sambil berkata "gue janji tetap hidup hanya untukmu sayang"


Maaf banget lama update lagi tapi saya akan tetap berusaha tetap stay buat kalian para readers sejati.


See you..

__ADS_1


__ADS_2