
10 tahun kemudian
"CHRIS DHIA FAWWAZ VEROL DIMANA KAU?! KELUARLAH SEKARANG", seru Arsyid sambil mondar-mandir mencari anak berumur 10 tahun yang sekarang ntah dimana.
"Kenapa kamu teriak-teriak sayang?", tanya Fatiha sambil mengendong anak perempuan yang berumur 4 tahun.
"Itu anak-anak itu kemana?! Chris?! Baim?! Keluar kalian sekarang?!", teriak Arsyid yang terus mencari di semua sudut rumah.
"Nih gendong dulu Bunga", kata Fatiha sambil memberikan anak di dalam pelukannya ke Arsyid.
"WOI ANAK-ANAK NAKAL GAK KELUAR KALIAN KAMI TINGGAL KALIAN SENDIRI DI RUMAH!! KELUAR SEKARANG", teriak Fatiha. "KALO GAK MAU JANGAN HARAP CEMILAN DAN BISA BERMAIN DILUAR KALIAN", tambah Fatiha lalu pura-pura mengajak Arsyid pergi keluar.
"JANGAN KAMI IKUT", terdengar suara dua bocah laki-laki yang hampir menangis karena mau ditinggal sendirian di rumah.
"Gitu dong udah ayo udah ditunggu sama yang lain", kata Fatiha dan mereka keluar rumah.
"Halo cucu nenek ayo kita main sepuasnya hari ini", kata Zahra, ibu dari Richard, Arsyid, dan Aydan.
Mereka pergi jalan-jalan keliling kota dan berkunjung ke toko bunga.
Di taman kota
Chris menghampiri Arsyid yang sedang menidurkan Bunga dan memamggilnya. Arsyid bertanya "kenapa?".
"Ceritakan dong soal orangtua Chris lalu apa benar papa yang memberikanku nama?", kata Chris penasaran dan duduk di depan Arsyid.
Arsyid terkejut yah memang fakta bahwa Chris anak Richard dan Ava tidak mereka sembunyikan dari Chris dan Chris tahu semua itu tapi anak laki-laki ini baru mengungkit persoalan orangtuanya setelah ia tumbuh besar.
__ADS_1
"Kenapa Chris bertanya?", tanya Arsyid lembut.
"Karena Chris merasa sudah saatnya Chris tahu soal mama dan papa Chris udah besar jadi gak papa jika Chris mengetahui tentang papa dan mama sekarang", ujar Chris penuh harap.
"Baiklah soal pertanyaanmu itu benar papa Chris yang memberikan nama untuk Chris, Chris tahu gak arti nama Chris apa?", kata Arsyid dan Chris menjawab gak tahu.
"Chris artinya orang pembawa, Dhia artinya cahaya, dan Fawwaz artinya berkah jadi arti nama Chris ialah orang pembawa cahaya berkah itu yang dikatakan papa Chris pada paman", jawab Arsyid.
"Lalu ayah paman Richard orang seperti apa?", tanya Baim yang ikut nimbrung.
"Paman Richard orang yang overprotektif yah posesif mirip Chris lalu baik, ramah, kadang keras kepala, kalau memutuskan sesuatu tetap teguh sama pendiriannya juga sangat tampan loh", jawab Arsyid.
"Lebih tampan dari kami walau kami anak kembar kalau boleh mirip Chris paman kalau liat Chris teringat papa kamu", kata Aydan yang juga ikut-ikutan nimbrung.
"Dih apaan sih malah ikut-ikutan", kata Arsyid sambil menatap tak suka Aydan.
"Mama kamu sangat cantik apalagi pas hamil kamu papa kamu itu posesif gak izinin mama kamu lanjut kuliah katanya takut kalau sampai kenapa-kenapa yah mama kamu juga tipe orang keras kepala gak mau mendengar mirip kamu dibilangin malah ngeyel", jawab Arsyid dan Chris hanya tersenyum pepsodent pas mendengar kalau dirinya semirip itu dengan orangtuanya.
"Tapi kan waktu kelahiranku mama dan papa mengalami kecelakaan kenapa aku yang selamat dan ditinggal sendiri?", tanya Chris.
"Kamu gak ditinggal sendiri kok malahan kau lahir dengan selamat berkat mama dan papa Chris melindungi Chris sampe sekarang jadi Chris jangan merasa ditinggal sendiri lagian masih ada tante, paman Arsyid, paman Aydan, Baim, Bunga, kakek, dan nenek kami menyanyangi Chris sama seperti orangtua Chris menyayangi Chris walaupun mereka udah gak ada", kata Fatiha sambil memeluk Chris.
"Nah ayo kita temui mama dan papa Chris pasti mereka senang kalau Chris datang", kata Aydan dan Chris mengangguk.
Mereka pergi ke makam Richard dan Ava disana Chris berdoa dam menaburkan bunga ke makam orangtuanya.
12 tahun kemudian
__ADS_1
Angin berhembus terlihat seorang pria berumur 22 tahun menaburkan bunga di atas makam yang bertuliskan nama Richard dan Ava.
"Ma,pa, terima kasih sudah melahirkan dan melindungiku Chris janji akan jadi anak yang hebat dan juga hari ini ulang tahun Chris ke 22 tahun serta hari ini juga Chris gak datang sendirian Chris bawa menantu dan cucu mama dan papa Chris memang tumbuh tanpa kalian tapi Chris berhasil tumbuh sebagai putra yang membanggakan kalian jika ada kehidupan selanjutnya Chris ingin menjadi anak kalian dan kita bertiga hidup bersama".
"Ayah", panggilan anak laki-laki yang berumur 7 tahun berlari kearah Chris.
"Fauzan jangan lari-lari kasian ibumu nah ayo sapa kakek dan nenek", kata Chris sambil mengendong Fauzan.
"Halo kakek dan nenek nama aku Fauzan", kata Fauzan sambil melambaikan tangan didepan makam Richard dan Ava.
"Sayang ini aku harap bunga ini disukai mama dan papa", ucap seorang wanita berparas cantik, Bella.
"Iya, mama dan papa pasti suka apalagi yang kasih kan menantu cantik sepertimu sayang", kata Chris sambil mengecup kening Bella dengan romantis.
"Sayang aku hamil", bisik Bella terlihat Chris terkejut namun hanya sesaat ia tersenyum manis.
"Terima kasih sayang tapi kau ingat kan aku ini tipe posesif seperti papa", kata Chris sambil memeluk Bella.
...Tak ada yang kekal dan abadi namun cinta akan selalu abadi dan hidup didalam hati...
...~Chris Dhia Fawwaz Verol...
...THE END...
Yuhuy..sudah tamat saya ucapkan terima kasih banyak ke kalian karena udah support aku selama ini dan mohon maaf jika ada kesalahan kata dan beberapa karakter yang jarang muncul jujur aja aku juga gak tega akhir dari Ava dan Richard seperti ini namun menurutku ini ending yang perfect dengan Chris anak Richard dan Ava satu-satunya saya sudah memikirkan endingnya sejak awal rilis cerita ini dan saat saya sebulan gak update saya menyiapkan banyak plan untuk akhir cerita ini. Dan inilah akhir dan ending cerita ini saya mohon maaf jika belum memuaskan dan terkesan ambigu karema saya skip beberapa tahun.
Dengan berakhirnya kisah ini saya ucapakan selamat tinggal dan tetap dukung saya karena saya akan menyiapakan kisah-kisah yang lebih menarik.
__ADS_1
See you next time...