
Selamat ya Ava semoga langgeng ya", kata Fatiha dengan senyuman nya menatap gembira Ava.
Sedangkan Ava menatap jijik dan marah ke Fatiha.
Lagian siapa yang memberitahu dia tentang pernikahan dia dengan Aydan.
"Lo tahu darimana gue sudah menikah?", tanya Ava marah.
"Dari aku kakak ipar", jawab seorang cowok yang tak lain ialah Arsyid kembaran Aydan.
"Oh ya sudah makasih ucapan nya gue pergi dulu bye", kata Ava tak mau berlama-lama bersama mereka.
"Kak kalian bertengkar?", tanya Arsyid khawatir.
"Tidak kok Ava nya saja yang belum terbiasa", jawab Aydan dingin.
"Fatiha aku ingin tanya", kata Aydan serius.
"Tanya apa?", tanya Fatiha bingung.
"Kenapa Ava berubah seperti itu?", tanya Aydan lagi.
"Dulu waktu kecil Ava pernah di khianati oleh sahabat nya setelah itu ia bertemu dengan ku dan Ava berubah lebih baik lagi tapi sejak Fera datang semuanya berubah Ava lagi-lagi di khianati oleh Fera tapi Fera menuduh ku sudah merebut cowok nya padahalĀ cowok itu kakak aku tapi Ava tak mau mendengarkan aku dan lebih percaya Fera", jelas Fatiha sembari menunduk menahan tangisan nya.
Aydan paham maksud penjelasan Fatiha yang saat kecil itu ia tahu siapa Fatiha maksud mudah saja bagi Aydan menemukan nya tapi orang itu sekarang menjadi kepercayaan Ava, iya siapa lagi kalau bukan Fera.
"Mau dulu atau sekarang Fera egois dan hanya mau menang sendiri jika ini keinginan mu maka ku kabulkan mari bermain kau salah memilih ku sebagai lawan mu Fera aku tak akan lupa apa yang sudah kau lakukan dulu maupun sekarang akan ku rebut kembali Ava dari genggamanmu pengkhianat lihat saja pembalasan ku kau masih bisa tertawa setelah dirimu membunuh dia ya", gumam Aydan sembari mengepalkan tangan nya.
"Ada apa kak? Seram amat tuh muka kak", kata Arsyid merinding melihat kakaknya, Aydan sekarang.
"Ah, bukan apa-apa aku akan kembali ke kelas duluan", kata Aydan meninggalkan Arsyid dan Fatiha di sana berdua.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan kakak", gumam Arsyid menatap sedih punggung Aydan sang kakak.
"Anu sekarang apa?", tanya Fatiha mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
__ADS_1
"Ah iya ayo ke kantin saja akan ku ceritakan semuanya", ajak Arsyid langsung menarik Fatiha tanpa menunggu jawaban dari Fatiha.
Di kantin
"Jadi apa yang mau kau ceritakan?", tanya Fatiha penasaran.
"Tentang hubungan Aydan dan Ava dulu pasti kamu gak tahu jika mereka sudah berteman sejak kecil hanya ada sebuah tragedi dulu yang bahkan gak di ketahui Ava dan ini ulah Fera", kata Arsyid mulai serius setelah basa basi tadi.
Tentu Fatiha terkejut mendengar nya ternyata Ava sudah di tipu oleh Fera sejak kecil.
"Bagaimana bisa?!", tanya Fatiha yang masih terkejut.
Arsyid terdiam menatap intens Fatiha seolah tatapan itu mengatakan diam dan duduklah.
Fatiha duduk diam menunggu cerita panjang dari Arsyid.
"Jadi sebenarnya aku dan kakak memiliki saudara perempuan bernama Arina sebelum kedatangan Fera kami bermain bersama tanpa adanya gangguan hingga Fera datang merebut kebahagiaan itu", jelas Arsyid mengenang tragedi hari itu.
Flashback on
"Fera kita mau ke mana?", tanya Arina penasaran karena Fera mengajak nya jauh dari kerumunan.
"Kita pulang saja deh tempat ini seram" , kata Arina ketakutan melihat sekelilingnya bagai tempat angker.
"Fera", panggil Arina namun Fera sudah tidak ada di depan nya.
"Fera kamu di mana?", tanya Arina terus berlari mencari Fera namun tak ketemu.
"Arina kenapa kamu di sini?", tanya Aydan khawatir menemukan adiknya sendirian di tengah rerumputan.
"Tadi Fera yang mengajak eh? Kakak awas!!!", Arina langsung mendorong Aydan ke belakang dan akhirnya Arina terbunuh oleh Fera.
"Ah kok kamu di sini? Awas aja kamu lapor ke siapapun nyawa mu yang akan melayang seperti adikmu tapi sekalian saja deh ku bunuh dirimu", kata Fera mengangkat pisau nya namun belum sempat menegaskan Aydan Ava datang.
Fera cepat-cepat membuang pisau itu di dekat Aydan dan ia pura-pura terjatuh sambil menangis histeris.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?", tanya Ava melihat keadaan yang buruk di tambah mayat Arina tergeletak begitu saja.
"Siapa yang melakukan ini semua?", tanya Ava lagi.
"Aydan kamu tega membunuh saudaramu ya", kata Fera mulai akting nya.
"Ava jangan percaya sama dia dia bohong", kata Aydan berusaha meyakinkan Ava.
"Sudah ada bukti aku kecewa padamu Aydan!!!", teriak ava dengan tangisan nya memeluk tubuh Arina yang terbujur kaku.
Sejak itu hubungan persahabatan Ava dan Aydan merenggang bahkan Ava sudah tidak peduli lagi dengan Aydan lagi.
Flashback offline
"Aku juga ada di sana aku juga sudah menjelaskan nya tapi gak ada yang percaya padaku bahkan Ava sekalipun hanya orangtua kami yang percaya walau aku saat itu masih anak kecil", kata Arsyid setelah bercerita panjang lebar.
Fatiha sekarang mengerti "aku mengerti semoga Ava sadar suatu hari nanti dan Fera akan mendapat ganjaran atas yang ia lakukan", kata Fatiha menyemangati Arsyid.
"Semangat", tambah Fatiha sambil mengangkat tangan Arsyid tinggi.
"Makasih Fatiha", kata Arsyid tersenyum senang karena sudah di percaya dan di semangati.
Di sisi lain
"Hari itu lakukan ya Delvan", kata Fera dengan memberikan uang ke Delvan.
"Serahkan kepadaku Ava akan hancur saat hari itu juga", kata Delvan.
bersambung..
Hm apa lagi rencana Fera? Dan menurut kalian apakah Fatiha dan Arsyid cocok? Tulis di kolom komentar ya.
Jangan lupa vote dan dukungan nya.
See you Next time
__ADS_1
^^^Ig: friska_pikachan^^^
^^^Follow ya^^^