
"Mereka sudah membuang waktuku yang berharga yang seharus nya gue pakai buat menemui dia sebaik nya gue harus ke sana saja pulang ke rumah entaran aja toh si Ava juga kek gak peduli gue pulang atau kagak tapi- AAAARRRGGGHHH SIALAN SUDAHALAH AYO PULANG KE RUMAH DARIPADA KENA AMUKAN IBU", kata Aydan tiba-tiba teriak sambil mengacak - acak rambut nya frustasi.
Cowok itu langsung berlari berbalik arah berlawanan bukan karena takut amukan ibu nya eh masih kok hanya untuk saat ini lebih genting dari itu semua.
Ia merasa sangat malu sekali setelah berteriak di tengah jalan, tempat umum mana lagi hari itu hari sabtu hari di mana semua pekerja kantoran pulang cepat dari hari biasa nya kecuali hari minggu tentu saja hari itu hari libur.
Setelah berlari sejauh mungkin
"Hah hah hah sial malu banget gue kenapa juga sih pake teriak segala di tempat umum? Citra ku hancur dan jatuh rasa nya seperti mau mati saja hah hah hah uhuk sialan penyakit ini menyesakkan", kata Aydan dengan nafas terengah-engah sambil memukul - mukul dada nya yang terasa sesak itu.
"Seperti nya hari ini aku gak bisa menemui dia dulu tapi aku sudah lama tidak melihat nya apakah jika ku donor kan jantung ku pada nya dia akan selamat? Toh aku juga gak ada guna nya hidup ayah dan ibu juga kadang sulit sekali membedakan ku dengan Aydan dan selalu melemparkan semua nya pada ku seolah aku tidak ada harga nya di mata mereka yah contoh nya perjodohan ini malah aku yang pergi menggantikan Aydan dan semua di lempar pada ku seperti sampah dan semua adalah salah ku hik hik aku capek, aku lelah, aku juga manusia apa aku tidak ada hak buat bahagia? Penyakit yang sama dengan Aydan sejak lahir dan tidak ada yang mengetahui ini semua sejak aku juga mengetahui nya sampai hari di mana Arsyid menciduk ku ke waktu di rumah sakit 4 tahun lalu hik hik aku cuma mau bahagia apa sulit bagi ku menggapai semua itu? DUNIA INI SANGAT TIDAK ADIL!! Ugh uhuk uhuk aku gak kuat lagi", kata Aydan namun tiba-tiba ia ambruk karena rasa sakit yang ia tak bisa tahan lagi di susul hujan deras sekali turun secara mendadak.
Karena hujan yang mendadak itu semua orang berlarian ke sana ke mari mencari tempat berteduh.
Sayang nya posisi Aydan pingsan jauh dari kerumunan lebih tepat nya di lorong sempit.
30 menit kemudian
"Siapa ini? Eh? KAKAK!!! Bertahanlah kak akan ku bawa kau ke rumah sakit", kata seeeorang saat berjalan melewati lorong sempit itu kebetulan itu jalan pintas menuju warteg kesukaan nya.
Laki-laki itu membawa Aydan pergi dari tempat itu karena hujan tak kunjung reda.
Di sisi lain
"APA?! AYDAN MENGHAJAR KALIAN BERDUA?!", teriak Ava saat mendengar penjelasan Delvan dan Fera perkara soal tadi di sekolah.
"Iya"
"Kalian tenang saja saat cowok brengsek itu pulang akan ku balas dia berkali-kali lipat dan tidak akan menganggu kalian lagi gue janji", kata Ava sambil tersenyum.
"Makasih Ava kaulah sahabat/pacar terbaik ku", kata Fera dan Delvan bersamaan sambil memeluk Ava dengan cukup erat.
"Sama-sama kalian juga sahabat dan pacar terbaiiikk aku", kata Ava sambil membalas pelukan dua sejoli eh tidak ya? Panggilan nya paling bagus ialah duo iblis jahanam neraka.
"Dasar bodoh mudah di manfaatkan dengan begini kita bisa melakukan semua bukan segala nya hahhahaha", pikir Fera dan Delvan sambil menyeringai.
"Permainan ini gue lah pemenang nya Aydan bukan lo", pikir Fera sambil tersenyum penuh kemenangan.
(Jika tanya bagaimana Ava bertemu dengan Delvan dan Fera jawaban nya gampang dan mudah mereka tidak sengaja bertemu di minimarket).
Flasback di minimarket
"Ah! Ava?!", tanya Fera terkejut saat melihat Ava di minimarket hendak berbelanja.
"Fera?! Dan- sayang eh?! Sayang kau kenapa lebam-lebam begini?!", kata Ava sama terkejut nya malah lebih.
"Itu-',
"Ayo ke rumah gue obati luka-luka Delvan sambil menceritakan kronologi nya", ajak Ava.
"Terima kasih Ava", kata Fera merasa tak enak.
"Tidak apa-apa kita kan sahabat ayo cepat", kata Ava.
__ADS_1
"Iya"
Mereka pun ke rumah Ava untung jarak nya dekat.
Flasback off.
"Sekarang ayo kita makan-makan", ajak Ava bersemangat.
"Ayo"
Mereka pun keluar untuk makan dan jalan-jalan bersama.
"Seperti nya gue kelupaan sesuatu? Kunci? Ada pintu terkunci sudah, hp? Ada, lalu apa ya?", kata Ava sambil menggaruk-garuk kepala mencari jika ia melupakan sesuatu.
"Ava!! Ayo!! Katanya Delvan bakal traktir!!", teriak Fera keras.
"Iya!! Gue ke sana", teriak Ava sambil berlari menyusul Fera dan Delvan.
"Seperti nya memang tidak ada yang gue lupakan", pikir Ava.
"Lama banget", kata Fera.
"Maaf-maaf", kata Ava sambil menyengir.
"Ada apa sayang? Ada masalah? Kelupaan sesuatu?", tanya Delvan.
"Tidak kok tidak kelupaan sesuatu kok", jawab Ava sambil bergandengan tangan dengan Delvan.
"Tentu saja tidak", jawab Ava tegas sambil menatap Delvan serius.
Delvan terkejut melihat reaksi Ava yang seperti itu tapi setelah itu ia tertawa sangat keras.
"Apa yang lucu?!", tanya Ava marah plus malu.
"Baik-baik", kata Delvan namun ia tetap masih tertawa.
"A-apa-apaan ekspresimu itu?! Mengejek gue?! Hah?!", tanya Ava marah.
"Ah-bukan kok sayang", jawab Delvan sambil mencoba menghindari Ava.
"Ayo!! Gue dah laper!! Kalian juga kan?! Kalau gitu ayo!!", kata Fera tiba-tiba mencairkan suasana.
"I-iya ayo", kata Delvan.
"Iya", kata Ava tiba-tiba tidak bersemangat namun ia mencoba menepis pikiran buruk nya soal Fera.
"Tidak mungkin kan? Fera setega itu mau menghancurkan keharmonisan gue dan Delvan? Itu tidak mungkin iya tidak mungkin terjadi Fera sahabatku dan dia kebetulan saja sedang lapar saja kok tapi kenapa gue tetap merasa kesal dan cemburu? Dan merindukan si culun?", pikir Ava.
"Ava!! Ayo", ajak Fera.
"Iya"
"Mungkin perasaaan gue saja iya kan?", pikir Ava berusaha positif thinking.
__ADS_1
...Saat itu gue gak nyangka hari itu mereka sudah mempersiapkan ide untuk nenghancurkan reputasi yang sudah gue bangun selama ini dan berbalik hati dari Aydan....
...Lelaki yang setia dan menerima gue apa adanya gue buang dan membiarkan nya dan itulah yang gue sesali seumur hidup apalagi dia tak pernah pulang lagi sejak hari itu entah di mana sekarang....
...Tak tahu gue harus melakukan apa hanya bisa menyesali semua yang telah gue lakukan hingga dia datang.....
...~Ava~...
Di rumah sakit
"Dok, bagaimana keadaan nya?", tanya Arsyid, orang yang menolong Aydan tadi.
"Keadaan kakakmu sangat kritis jantung nya terlalu lemah aku tidak tahu dia bisa bertahan sampai kapan kita hanya bisa percaya pada di atas dan terus berdoa juga pada keajaiban akan terjadi", jelas dokter Viro yang menangani Aydan.
"Dokter anak saya tiba-tiba mengalami kejang dok lakukan sesuatu", kata Zahra, ibunya si kembar.
"Iya saya akan ke sana" kata dokter Viro.
"Yang cepat dok", kata Yudith khawatir terlihat sekali dari raut wajah nya.
"Aku akan mengurus saudara satumu jaga dia", bisik dokter viro.
"Tap- baiklah", kata Arsyid pasrah sambil berjalan dengan gontai menuju ruang ugd.
"Kak tetap sama pada akhirnya tak ada satu pun yang peduli aku pernah bertanya pada kakak apa kakak bahagia dengan pernikahan ini? Nyata nya tidak kan? Sekarang apa yang harus kulakukan, kak R*****", kata Arsyid sambil menangis di sebelah bangsal kakak sulung nya.
"B-berhentilah menangis dan jangan kau menyebut nama itu lagi bagi keluarga Verol anak itu sudah lama mati", kata Aydan agak lemah.
"Aku berniat memberikan hidupku pada Aydan dia adalah cahaya keluarga Verol bukan aku, aku hanya lah aib bagi keluarga ini aib yang pantas mati bahkan istri nya saja tidak mengakui nya sebagai suami", kata Aydan yang membuat Arsyid bangkit berdiri sambil menyeka air mata nya.
"Gak! Kau gak boleh melakukan nya aku akan menyesali diriku yang lahir dan walau dunia ini memusuhimu aku tetap di sisimu kak dan selama nya begitu jadi tetaplah hidup kak Aydan pasti ada cara lain untuk menyelamatkan nya aku percaya itu kok", kata Arsyid tegas dengan berlinang air mata.
"Aku juga berharap begitu juga tapi tubuhku sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit nya aku capek, aku lelah, aku hanya ingin istirahat kok itu saja setelah ku pastikan kalian semua baik-baik saja itu lebih dari cukup", kata Aydan.
"T-tapi!! Aku juga ingin kau hidup!! Jadi berjanjilah jika di akhir penantianmu tak akan sia-sia pasti ada kebahagiaan yang menantimu kak!! Aku percaya itu jadi hiduplah", kata Arsyid yang tidak bisa membendung air mata nya lagi.
"Terima kasih adikku aku janji akan bertahan dan hidup kok jadi berhentilah menangis", kata Aydan sambil memegang pipi Arsyid dengan lembut nya nan hangat.
"Iya, terima kasih kak", kata Arsyid sambil memeluk tubuh lemah Aydan, kakak nya itu.
...Ku harap kau juga begitu Ava ku harap kau menyadari niat baikku terhadapmu karena waktu tak dapat di putar lagi aku ingin bertemu denganmu lagi, istriku....
...~Aydan(R*****)...
Bersambung......
Jangan lupa vote dan komen saat ini kondisi ku benar-benar prima dan menyediakan kalian para readers dengan cerita sejauh ini dan terima kasih.
Konflik nya sudah memasuki puncak nya.
Nah ada yang bisa menebak nama asli Aydan yang kalian baca? Udah ku spoilerin nih nama depan nya kira-kira apa ya?🤣🤣🤣.
Jangan lupa share juga ya see you...
__ADS_1