
Maaf kelamaan ya masih nunggu kan? Lagi mikirin ide sih. Oke langsung aja.
Selamat membaca
"Ava", panggil Aydan dingin. Ava berbalik badan menatap jengkel Aydan karena menganggu nya chat-an dengan Delvan, pacarnya.
"Apa?", tanya Ava ketus karena sudah di ganggu.
Bukannya takut Aydan malah semakin dingin menatap Ava tajam, setajam silet.
Ava menelan ludah takut karena ia tak sanggup adu tatap dengan Aydan.
Lagi-lagi Ava teringat akan ucapan Arsyid tentang Aydan.
"Jadi ini maksud nya ya aku gak bakal takut", pikir Ava dan berbalik lagi menatap cowok tiang listrik itu.
Sial, Ava tidak kuat dengan tatapan Aydan yang tajam dan penuh intimidasi.
"Aku ingin kamu putus dengan playboy itu", kata Aydan penuh penekanan tiap kata-kata nya.
Sontak Ava berdiri tak terima. "APA??! GAK!! LO SIAPA MAU NGATUR-NGATUR GUE HAH?! CULUN KEK LO GAK ADA HAK LARANG GUE NGERTI GAK?!", teriak marah Ava tak terima di perlakukan seperti ini, apalagi sama cowok culun.
"Aku siapa? AKU SUAMIMU AVA!! SADAR DIRI KAMU!! UDAH PUNYA SUAMI MASIH SAJA PACARAN!!! INI SAMA AJA KAMU SELINGKUHI AKU AVA!!!", teriak Aydan lebih murka dari Ava.
Ava bergetar ketakutan menatap Aydan dengan rasa takut yang sangat pedih.
"Aku hanya peringati kamu Ava putusin si playboy itu", kata Aydan lagi berusaha mengatur emosi nya.
"DELVAN TIDAK PLAYBOY YA!!! KAMU ITU YANG PLAYBOY UPS ORANG CULUN KEK KAMU MANA BISA JADI PLAYBOY MUKA AJA BIASA AJA TUH GAK ADA GANTENG-GANTENG NYA CULUN BURUK RUPA!!! GUE JUGA GAK SUDI MAU MENIKAH DENGANMU!!! INGAT ITU", teriak Ava tak terima.
"KAU AKAN MENYESALI KATA-KATAMU AVA LIHAT SAJA ORANG ITU, ORANG YANG KAMU SANGAT PERCAYAI, ORANG YANG KAU SANGAT CINTAI ITU AKAN BERBALIK MENGKHIANATI KAMU!!!", teriak Aydan dan berbalik badan pergi meninggalkan Ava sendiri.
Ava mengepalkan tangan menahan emosi nya.
"ARGH!!! SIALAN!!!", seru Ava berbalik mengambil hp nya dan pergi ke kamar bersiap-siap.
Di kamar Aydan
"Hah, kapan dia sadar dan berubah?", kata Aydan mengherankan tubuh nya di atas kasur.
Tiba-tiba Aydan merasa rasa sakit di dada nya, rasanya nyeri dan seperti tercabik-cabik oleh sesuatu.
"Akh!! Aku lupa penyakitku. Sial kambuh lagi di mana obatku?", kata Aydan berusaha bangun dan mencari obat nya di laci meja nya.
Aydan meminum obat nya dan berbaring lagi.
Hari ini ia tak mau ke mana-mana dan memilih untuk tidur.
Ia mendengar suara pintu di tutup "pasti Ava biarkan saja sesuka nya di akhir pasti nyesel", gumam Aydan dan melanjutkan tidur nya yang tertunda.
Ava keluar menemui Fera, sahabat nya untuk menghilangkan penat nya sehabis adu mulut dengan Aydan, si culun.
"Lo kenapa? Cemberut amat hahahha", kata Fera di selilingi tawa.
"Bete tadi habis adu mulut dengan si culun", cibir Ava yang sepertinya gak niat cerita.
"Jadi lo ke ajak ketemuan di luar mau refreshing?", tebak Fera.
"Tentu saja masih nanya lagi si lo hahahha", kata Ava melepas capek nya
__ADS_1
"Ya udah ayo akan ku ajak ke tempat yang indah", ajak Fera dan Ava hanya mengganguk mengerti mengikuti Fera.
Fera tersenyum licik dan membawa Ava ke suatu tempat yang tak terduga bagi Ava.
Tempat yang bisa menghancurkan masa depan Ava buat selamanya.
Di rumah Aydan terbangun lagi karena ada yang mengirimkan SMS padanya.
"Nomor gak di kenal?"
08**********76
Selamatkan istrimu dia dalam bahaya
Aydan menjawab nya
Aydan
"Siapa kamu? Kok tahu?"
08********76
"Tak peduli siapa aku pergi selamatkan istrimu Aydan"
Aydan sebenarnya ragu dan mengetes orang itu lagi.
"Kamu punya bukti? Atau tempat di mana Ava?"
08**********67
"Ada, aku punya keduanya ini akan ku kirim tempat nya"
Aydan
Terima kasih siapa pun dirimu"
Aydan segera bersiap dan pergi menuju tempat Ava.
Walau ia dan Ava habis bertengkar tapi sudah tanggung jawabnya terhadap Ava sekarang tak ada selain dia.
Sementara itu di tempat Ava
"Fera kita pulang saja deh", kata Ava mulai gak enak perasaan nya.
"Eh? Kenapa? Ayo masuk", ajak Fera namun Ava menolak.
"Ayo gak!!! Atau gue membongkar ke semua orang bahwa lo udah menikah?!", ancam Fera.
Ava sadar orang yang ia percaya ternyata berbalik mengkhianati dia.
"Kenapa lo sampai melakukan ini semua?", tanya Ava mulai bergetar ketakutan.
"Kenapa? Hahahaha Ava-Ava lo polos sekali dulu atau sekarang bisa-bisa nya percaya gue selama ini dan ingat gue juga yang telah membunuh Arina loh bukan Aydan saudara nya dan bodoh nya lo gak percaya sama kata-kata Arsyid waktu itu", bisik Fera menyeringai licik.
"Delvan dorong dia", titah Fera dan Delvan mendorong Ava.
Ava gak percaya apa yang ia lihat "Delvan? Bohong kan? Kamu juga?!", seru Ava tak percaya.
"Sebenarnya kami mau lakuin ini saat lo sendiri nanti pas hari itu tapi ternyata lo datang sendiri ke gue hahahaha bodoh banget si lo Ava Delvan lakuin saja gue mau pergi setelah semua nya selesai datang ya ke gue kita rayakan", kata Fera tersenyum menang.
__ADS_1
"Tentu saja", Delvan mendorong Ava ke dalam kamar namun tiba-tiba seseorang menendang wajah Delvan.
Ava terkejut dan tiba-tiba ia di tarik keluar kamar oleh orang itu.
"Apa yang kau tunggu?! Kejar mereka!!!", perintah Fera namun semua orang di sana sudah tumbang di buat oleh orang tadi.
"Cih kali ini gagal dan Ava pasti kali ini akan menjaga jarak", kesal Fera mengacak-acak rambut nya.
"Aku punya ide sayang", usul Delvan dengan senyuman licik nya.
"Apa itu?", tanya Fera dan Delvan menyuruh Fera mendekat.
Fera mendekat dan Delvan membisikkan sesuatu.
Fera tersenyum licik "Bagus kita akan melakukan sesuai rencana awal", kata Fera.
Di sisi lain
"Makasih", kata Ava kepada orang yang menyelamatkan nya.
"Aku mendengar semuanya jadi sekarang kau mau percaya siapa? So pengkhianat atau aku?", tanya Aydan berbaik badan sambil membuka hoddie nya.
Ava terkejut melihat siapa yang sudah menyelamatkan nya.
"A-aydan m-makasih lo selama ini ke mana?", tanya Ava merasa bersalah pada sahabat kecilnya ini.
"Aku gak ke mana-mana kok", jawab Aydan mengeluarkan kacamata nya.
Ava paham dan tersipu malu. Kenyataan jika ia menikah dengan sahabat kecilnya benar-benar di luar perkiraan nya.
"Lalu kenapa lo berpenampilan culun?", tanya Ava penasaran.
"Aku gak suka di kejar-kejar oleh cewek", jawab Aydan malu.
Ava hanya tersenyum menanggapi nya dan perasaan canggung.
"Ayo pulang", ajak Aydan dan Ava hanya mengekor di belakang.
"Aku akan mempercayai kamu dan maaf atas selama ini", kata Ava.
"Tidak masalah", jawab Aydan seadanya.
"Aku janji akan putusin dia", kata Ava senang.
"Hm"
"Kamu kok pake 'aku' dan 'kamu'?", tanya Aydan bingung.
"Sama suami sendiri harus sopan", jawab Ava tersenyum manis, Aydan juga membalas senyuman itu.
"Iya aku nyesel dan kamu tambah ganteng ketimbang dulu", kata Ava menunduk malu setelah kejadian tadi.
"Iya-Iya"
bersambung..
Jangan lupa vote dan komen ya dukung terus ya.
Rencana apalagi di siapkan pasangan pengkhianat ini?
__ADS_1
Nantikan di chapter selanjutnya bye bye