Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 26


__ADS_3

Sorry lama up lagi habis gak ada ide dan mood buat lanjutin tapi kalian udah nunggu hingga saat ini saya ucapkan terima kasih banyak - banyak🙇‍♀️.


Ke depan nya saya gak akan mengecewakan kalian jadi nikmatilah kisah romansa Ava dan Aydan a.k.a Richard ya.


Happy reading....


Di rumah


"Seharusnya lo istirahat di rumah sakit ric", kata Ava khawatir kondisi Richard jika tiba-tiba memburuk.


"Istirahat di rumah juga bisa Va udah gue mau ke kamar istirahat", kata Richard berjalan ke lantai dua.


"Baiklah", gumam Ava dengan wajah menunduk masam cemberut.


"La elah cemberut neng", goda Richard sambil terkekeh.


"Biarin", kata Ava sambil buang muka dari Richard.


Tawa Richard pecah ia tidak bisa menahan nya lagi sambil memengang perut nya yang mulai sakit karena tertawa keras.


"Ih gak lucu RICHARD", seru Ava malu dan ia lekas ingin ke dapur.


"Oh ya, soal identitas ku rahasiakan jangan ada yang sampai tahu jika tidak aku akan di asingkan lagi ke luar negeri", kata Richard serius dan ia menaiki anak tangga menuju kamar nya.

__ADS_1


"Ah- dingin banget dia tuh tipe suami susah di tebak kadang hangat kadang dingin gue gak bisa bayangkan masa depan gue bersama cowok seperti dia t- tapi apa itu tadi? Mata nya menatap ke arah  mana? Seolah ia sangat kesepian dan penuh keputusasaan(?) Perasaan gue aja ya, dahlah ayo ngemil aja deh", kata Ava sambil berjalan ke arah dapur.


Sepanjang hari baik Aydan dan Ava sibuk dengan runititas nya masing-masing tanpa gangguan apapun.


Malam hari tepat di balkon kamar Ava. Ava sedang merenungi apa yang sebenarnya terjadi hari ini dan rasa nya sulit di percaya.


"Gue masih tidak percaya orang yang gue anggap sahabat dan pacar justru mengkhianati gue ah- gue lupa bilang terima kasih ke Richard", kata Ava langsung bergegas ke kamar Richard.


Di kamar Richard


Richard sedang membaca buku di temani teh hangat. Namun tiba - tiba Ava mengebrak pintu kamar Richard paksa.


"Etdah brutal amat neng", kata Richard menatap tajam Ava.


"Oh? Tapi nona lo lupa satu hal gue ini sangat overprotektif jadi sekali gue jatuh cinta gue akan pastikan wanita itu menjadi milik gue seutuh nya tidak ada yang boleh mengambil nya dari gue", kata Richard sambil berjalan perlahan ke Ava dan menyudutkan Ava di tembok.


Saat ini posisi mereka sssangggat dekatttt. Bisa di bilang jika ada orang ketiga maka orang itu akan mengira mereka sedang berciuman bergairah.


"M- mau apa lo? Menjauhlah", kata Ava dengan suara agak kecil.


"Lo sendiri? Mau apa lo datang ke kamar gue malam - malam? Bukankah lo gak suka tidur satu ranjang dengan gue? Dan lo sendiri mengatakan nya saat acara pernikahan kita loh, P - E - R - N - I - K - A - H - A - N - K - I - T - A", jelas Richard tepat di samping telinga Ava.


"AAAAAAKKKKKKHHHH DASAR GAK TAHU LAGI SELAMAT MALAM", teriak Ava dan cepat - cepat melarikan diri sayang nya Richard sangat tangkas dan cepat menangkap nya.

__ADS_1


"Berani masuk berani tanggung jawab dong", bisik Richard dan menarik tubuh Ava ke dalam dekapan nya.


Ava merasa ada yang janggal di bawah nya dan itu semakin rapat spontan Ava merasa bergairah walau bagian bawah nya menyentuh "sesuatu".


"A- aa- apa yang lo lakuin? Apa itu?", tanya Ava sambil melirik Richard.


"Bukan apa - apa", bisik Richard "hanya menghukummu sayang ingat baik-baik di rumah ini hanya kita berdua saja jadi berhati-hatilah jika tidak ingin ....", tambah Richard setelah itu Ava terbebas segera ia lari menuju kamar nya dan mengunci rapat-rapat pintu nya.


"Gila dia pria yang tidak bisa di tebak lagi", kata Ava dengan suara kecil.


Malam itu dua insan itu terhanyut dalan pikiran masing-masing.


"Apakah pernikahan ini akan berjalan lancar?", pikir Ava tiba-tiba pesan masuk.


''Eh pesan? Siapa?", Ava melihat nomor dan nama tidak asing.


"Fera"


Semoga memuaskan ya dan rasa penasaran kalian terbayarkan dengan chapter ini dan terhibur.


Jangan lupa vote dan komen terima kasih atas dukungan nya.


See you...

__ADS_1


__ADS_2