Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 42


__ADS_3

Tak terasa udah mau tamat ini udah penghujung akhir konflik dan tersisa satu chapter/eps lagi akan tamat.


So, selamat membaca...


Seminggu kemudian tiba saatnya hari itu terjadi.


Saat ini Ava dan Richard perjalanan pulang ke rumah setelah dari rumah sakit.


"Syukurlah dia baik-baik saja Richard apakah kau sudah menentukan namanya?", tanya Ava sambil mengelus perutnya yang kini makin membesar. Ia ingat reaksi orangtuanya saat tahu Ava hamil mereka terlihat bahagia dan tak sabar menantikan kelahiran cucu.


"Sudah aku makin tak sabar mengendongnya", kata Richard seolah ia takkan bisa mengendong anaknya.


"Ada masalah?", tanya Ava daritadi memerhatikan Richard yang terlihat tidak seperti biasanya.


Perlahan Richard menepi dan memberhentikan mobil sambil mendekat ia membisikkan sesuatu ke Ava.


Terlihat Ava sangat terkejut dan mengatakan ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Richard.


"Aku punya bukti", kata Richard dengan tegas sambil mengeluarkan flashdisknya dan memutarnya.


Alangkah terkejutnya Ava mendengar obrolan Fera dan Dinda soal rencana pembunuhan Ava.


"Aku takkan membiarkan hal itu terjadi-", sesaat Richard berhenti dan melihaf kaca spion ada mobil yang melaju cepat ke arah mereka.


Dengan sigap Richard menyalakan mesin mobil dan memutar arah mobil menghindari mobil dibelakangnya. Terlihat mobil itu terus melaju mengejar mereka dan Richard berusaha lolos dari kejaran mobil tersebut.


"Kenapa? Ada apa?", tanya Ava panik lalu melihat di kaca spion terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi mengejar mereka.


"Itu pasti Fera dan Delvan mereka ingin membunuh kita", kata Richard yang terus mengemudi.


Mereka melaju cepat memotong jalan raya yang luas hingga di jembatan tiba-tiba ada sebuah truk muatan gas melaju cepat kearah mobil Richard. Richard membanting stir namun tabrakan tak dapat dihindari.

__ADS_1


Terjadi ledakan besar di jembatan berita kecelakaan maut yang menewaskan dua orang, satu luka berat itu viral.


"Bukankah itu mobil Richard?", tanya Fatiha tak percaya dengan apa yang ia lihat di tv.


Arsyid tak bisa berkata-kata ia merasa ada setengah dari hidupnya telah pergi tanpa sadar airmata jatuh dari pelupuk matanya.


"Gue harap bukan mereka", gumam Billy cemas hingga datang pasien dengan luka yang sangat parah sesaat memegang ujung jari Arsyid. Sadar ada yang memengangnya Arsyid mengejar pasien tadi.


"ARSYID", teriak Billy dan yang lain mengejar Arsyid.


Di depan ruang ugd Arsyid tidak boleh masuk terlihat para suster dan dokter berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan pasien.


Di dalam ruangan dokter Viro terus melakukan cpr namun keadaan Richard tak kunjung membaik. Darah terus mengalir.


"Dokter aku gak kuat lagi bisakah aku mengatakan kata-kata terakhir saja?", tiba-tiba Richard bersuara walau lemah sambil memengang ujung baju dokter Viro dan dokter Viro mengangguk. Ia meminta para perawat dan dokter lainnya berhenti dan meminta salah satu keluarga pasien masuk.


Arsyid langsung berlari menghampiri Richard yang sekarang terbujur lemah sambil memengang tangan kakaknya yang dingin.


"Ta-k bisa Ar kakak gak kuat lagi tapi kakak pu-ny-a permintaan tera-k-hir bisa-kah kau melakukan-nya? Titip dan jaga Ava serta anakku, ****", kata Richard dengan nafas yang semakin lemah.


"Iya aku akan lakukan semuanya asalkan kakak bertahan ya", ujar Arsyid yang kini berlinang airmata.


"Titip salam buat Aydan dan ayah serta ibu maaf aku gak bisa jadi anak dan kakak yang baik", kata Richard dan Arsyid semakin menguatkan hatinya.


"Ka-kak sayang kamu, adikku", kata tersebut menjadi kata terakhir Arsyid dan ia pun menutup mata.


"Kak? Kakak?! KAKAK?!", teriakan dan isakan pilu Arsyid tak tertahan lagi laki-laki itu menangis sejadi-jadinya mengenggam tangan Richard yang dingin. Tubuh Richard kini dingin dan terbujur kaku. Tidak ada yang menahan tangisan hari itu tiba-tiba hujan dengan deras seakan langit menangisi kepergian seseorang.


Tak lama kemudian kabar dari ruang operasi menggertakan hati Arsyid.


"Maafkan kami, kami sudah melakukan semaksimal mungkin namun beliau sudah pergi", kata dokter yang menangani operasi Ava.

__ADS_1


Arsyid terduduk lemas, Fatiha dan Rima tak percaya dengan apa yang mereka dengar, Billy hanya terdiam sambil menangis.


"Kami akan mengurus jenazah mereka beritahu orangtuamu dan Ava kami permisi", kata dokter Viro dan semua tenaga medis keluar meninggalkan ruangan.


Mereka semua menatap tajam Dinda dengan tajam menusuk.


Hanya kata "maaf" yang terlontar dari mulut Dinda. Arsyid yang sudah menahan emosi daritadi akhirnya menyerang Dinda dan sisanya berusaha melerai mereka.


"BANGSAT LO DASAR CEWEK GAK TAHU DIRI BERANINYA LO MENDEKATI KAMI DAN MENJADI KAKI TANGAN CEWEK MURAHAN ITU KATAKAN DIMANA MEREKA SEKARANG?! MEREKA HARUS MEMBAYAR INI SEMUA", teriak Arsyid.


"Gue akan katakan tapi darimana kalian tahu semuanya?", tanya Dinda ketakutan.


"Ini, kami sudah mengawasimu selama ini lo juga harus tanggung jawab terlepas alasan lo melakukan hal kotor begini", kata Derick, sosok yang dipanggil SOBAT selama ini sambil menunjukkan flashdisk.


Derick memutar semua percakapan Dinda dan Fera. "Mari ikut kami saudari Dinda persidangan akan dimulai", kata Derick dan Dinda berjalan pasrah keluar dari ruangan.


Kabar meninggalnya Richard dan Ava menggemparkan hati keluarganya dan Fera serta Delvan tertangkap dan selama proses sidang bukti-bukti menguatkan mereka akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.


Kasus kematian Arina pun ikut dibahas dan terbukti Fera pelakunya dan sidang ditutup dengan putusan hakim menyatakan Fera dan Delvan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.


Orangtua Richard menangis dan menyesali perbuatan mereka selama ini anak yang dulunya mereka sayang dan semenjak kematian Arina mereka menyiksa Richard sekrang anak itu telah pergi buat selamanya apalagi mereka syok saat tahu penyakit diderita Richard dan siapa yang mendonorkan jantung buat Aydan.


Di makam/kuburan tempat dikuburnya Ava dan Richard.


"Aku tak menyangka kakak akan pergi secepat ini dan terima kasih untuk segalanya dan maaf Aydan gak bisa bersama saat kakak ada dan juga belum sempat bertemu kakak ipar, selamat tinggal kakak kami menyayangimu", ujar Aydan sambil menaburkan bunga di makam Richard dan Ava.


Bersambung...


Satu chapter lagi dan tamat...sedih ya yah mau bagaimana lagi aku sudah menyiapkan ending seperti ini dan ini adalah cerita sad ending pertamaku😌.


Satu lagi sebagai penutup cerita ini🙏.

__ADS_1


__ADS_2