Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 6


__ADS_3

Hi🙋‍♀️ apa kabar kalian semua? Semoga sehat dan baik ya.


Udah pada nungguin? Oke langsung aja ini dia.


Selamat membaca......


...Cinta itu sederhana namun sulit mendapatkannya...


...☆ Aydan Anggara Wildan☆...


Akhirnya hari yang ditunggu Aydan namun tidak bagi Ava. Iya, hari pernikahan mereka.


Terlihat saat ini wajah Ava tersenyum senang tapi hati tidak. Aydan tahu itu karena Ava tidak akan menerima nya sebagai suami nya.


"Ava", panggil Aydan lembut tapi sedikit berbisik tidak mau ada yang mendengar mereka.


"Apa?", tanya Ava sewot.


"Kalau capek bilang aja kau bisa duduk istirahat biar aku yang urus para tamu", bisik Aydan.


"Gak", Ava langsung menolak. Aydan bingung kenapa Ava menolak padahal saat ini Ava lah yang paling risiko dengan acara ini.


"Kenapa?", tanya Aydan hati-hati takut Ava mengamuk.


"Kalau gue duduk lalu lo berdiri yang ada papa bakal ceramah gue lagi", jawab Ava penuh penekanan.


Aydan pun bungkam seribu bahasa tak bisa berkata-kata apalagi. Ia pun memilih menyalami para tamu saat ini.


Ya, hanya sekeluarga besar saja yang di undang dan kerabat jauh saja teman-teman sekolah gak ada di undang itu demi melindungi status mereka yang menikah muda saat sma.


Acara terus berlanjut hingga tengah malam dan tentu saja itu membuat pengantin baru kecapean seharian.


Ava maupun Aydan berjalan beriringan menghampiri kedua orangtua mereka.


"Haduh cantik dan tampan anak-anak mama", kata Zia, mama Ava.


"Menantu ibu cantik banget kalau mereka punya anak pasti cantik dan tampan deh", kata Wanda, ibu Aydan.


"Sudah jangan ganggu mereka seharian ini berdiri terus pasti capek", kata Nala menegahi para ibu-ibu yang tidak henti nya menggoda Aydan dan Ava.


"Tahu tuh mama mereka baru menikah kok udah ngomongin anak aja hahaha", kata Feri, papa Ava.

__ADS_1


Mereka pun terus melanjutkan obrolan yang entah apa itu Ava maupun Aydan hanya seperti orang yang hilang arah saja.


"Eh ibu kakak sama kakak ipar bakal tinggal di mana habis ini?", tanya Arsyid tiba-tiba.


"Oh iya hampir lupa Aydan ini kunci rumah", kata Wanda sembari menyodorkan kunci rumah ke Aydan.


"Buat apa bu?", tanya Aydan linglung kebingungan.


"Buat apa? Tentu saja buat kamu sama Ava tinggal bareng ya apalagi", kata Rafi, ayah Aydan.


Byuur~~ seperti di siram air saja Ava saat ini mendengar perkataan ayah mertua nya. Tinggal bareng? Sama si culun?! Yang benar saja.


Aydan mengambil kunci rumah itu dengan berat hati.


"Tapi barang-barang kami belum ada", kata Ava berharap ia bisa pulang ke rumah dulu.


"Itu sudah kami siapkan sebelum acara dan semua nya sudah siap dan ada di rumah baru kalian sisa kalian yang atur sesuai kenyamanan sendiri", kata Zia.


Lagi-lagi Ava tak bisa berkutik dan hanya bisa pasrah.


Setelah semua nya benar-benar selesai mereka pun pulang lebih tepat nya rumah baru mereka sekarang.


"Baik-baik ya di rumah baru kami pulang duluan", kata Zaky yang mengantar mereka.


"Ayo masuk kamu gak bisa ke mana-mana lagi hanya kita berdua di sini", kata Aydan sambil membuka pintu rumah mereka.


Ava hanya pasrah saja dan mengikuti dari belakang.


Dari luar sih sederhana tapi saat masuk rumah ini terlihat megah dan mewah.


"Ada dua kamar tidur, satu dapur, dua kamar mandi ini benar-benar sangat bagus", Ava kagum dengan dekorasi rumah ini.


"Ya sudah aku akan atur barang-barang di kamar", kata Aydan membawa barang-barang nya ke kamar satu nya.


"Gue pake kamar satu nya lagi ogah banget tidur bareng lo dasar menjijikkan", kata Ava sambil membawa barang-barang nya ke kamar satu nya lagi.


Aydan berniat membantu tapi sepertinya Ava tidak mau menerima bantuan nya jadi ia memilih masuk ke kamar nya dan mandi.


Setelah semua nya beres Ava berniat makan tapi ia lupa jika ia hanya bisa memasak telur dan mie doang nasi goreng sih bisa.


"Ava kamu ngapain?", tanya Aydan yang keluar dari kamar nya dengan rambut basah seperti nya baru selesai mandi.

__ADS_1


Jleb~~ Ava gak kuat melihat Aydan dan bagi Ava Aydan saat ini lebih tampan tapi tetap saja bagi Ava Aydan tetap culun dengan kacamata nya.


"Ada apa?", tanya Aydan lagi memastikan.


"Ah, gak kok hanya lapar saja", kata Ava sambil membuang muka tak mau berhadapan dengan Aydan.


"Jadi ini maksud Arsyid ya", pikir Ava.


"Kenapa gak masak kalau gitu?", tanya Aydan lagi.


"Aku gak ngerti cara nya goreng telur aja kebanyakan garam sama mie", jawab Ava malu-malu.


"Ya sudah aku saja yang masak", kata Aydan.


"Lo tahu?", tanya Ava memastikan.


"Ya"


Akhirnya Aydan yang memasak gak butuh waktu lama.


"Nih makan cepat yah walau cuma nasi goreng doang", kata Aydan menaruh dua piring di atas meja.


Ava mencoba nya dan rasa nya sangat enak beda saat ia mencoba memasak.


"Ini enak loh", kata Ava sambil memakan nya lahap.


Aydan hanya tersenyum melihat tingkah Ava seperti dulu. Ia harap hari-hari nya seperti ini saja bersama Ava tanpa gangguan.


Jika ada gangguan yang menghalangi dia dan Ava termasuk mempermainkan Ava dia tidak akan selamat.


Malam nya di kamar Aydan.


"Jadi kamu berpacaran dengan si playboy Delvan ya mari kita lihat permainan apa yang sudah kau siapkan pengkhianat Veraya Ardina Sugita"


bersambung..


Hm? Sosok Aydan yang overprotektif mulai terlihat ya🤭.


Jangan lupa vote dan dukungannya ya apalah cerita ini tanpa kalian kan?.


See you

__ADS_1


__ADS_2