Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 37


__ADS_3

Mumpung otak encer dan waktu luang ada saya update aja supaya cepat selesai alias tamat😊. Ini adalah salah satu karyaku bertema pernikahan angst(pahit) selama ini. Makasih loh udah dukung aku sejak karya ini pertama dirilis.


So, selamat membaca....


"DARIMANA AJA LO BANGSAT?!", seru Ava saat Aydan baru nongol setelah menghilang sejak malam itu ntah kemana lagi ni anak.


"Lo sendiri yang menyuruh gue pergi kenapa cari gue?", tanya Aydan balik berjalan melalui Ava begitu saja.


"Kan gue khawatir sama lo lagian emangnya lo gak kasian ama ortu lo yang khawatirin lo yang menghilang begitu aja!! Dan teganya lo gak ngabarin saudara lo sendiri jahat lo Ay jahat", seru Ava.


"Sudah? Sudah ngomelnya? Lo bahkan gak tahu kalau gue hidup atau gak ortu gue gak peduli udah gue capek mending lo fokus UAS masih ada 6 hari lagi lo gak lupa kan taruhan kita?", kata Aydan dingin.


"Tentu aja gak kali ini gue pasti menang", kata Ava penuh percaya diri.


"Terus lo itu kenapa selalu kunciin gue di dalam gudang sih? Lo gak tahu rasanya kedinginan", kata Ava.


"Tapi gue selalu kasih lo makan, minum, selimut dan bantal setiap gue kunciin", jawab Aydan.


"Iya sih, tapi lo kan gak tahu rasanya sendirian", kata Ava.


"Lalu soal ortu lo pasti khawatir banget ama lo kabarin kek kalau lo baik-baik aja dan habis darimana", tambah Ava dan berjalan pergi keluar kelas meninggalkan Aydan.


"Lo mau kemana?", tanya Aydan dengan suara kecil.


"Pulanglah sama pacar gue bye", jawab Ava benar-benar pergi.


Kini hanya tersisa Aydan di dalam kelas berdiri merenung.


"Cinta itu buta ya", gumam Aydan.


*


*

__ADS_1


*


*


*


6 hari berlalu dan hasil UAS pun keluar semua murid berbondong-bondong berdiri di depan papan pengumuman.


Ava mencari namanya berharap nilainya di atas rata-rata.


"Wah selamat Ava lo dapat nilai tertinggi", kata Fera sambil memeluk Ava erat dan Ava juga membalas pelukan Fera karena senang juga.


Ava memerhatikan papan pengumuman lagi dan taruhannya dengan Aydan adalah hasil akhir.


Betapa gembiranya Ava karena dapat mengalahkan Aydan dan itu artinya dialah pemenang taruhannya.


"Kenapa Ava/sayang?", tanya Fera dan Delvan heran dengan tingkah Ava yang tiba-tiba terlihat senang sekali.


"Kalau gitu traktir ya", kata Fera dan Ava menyanggupinya.


"Tapi dimana Aydan?", pikir Ava.


"Yang mahal ya sayang", kata Delvan dan di sanggupi oleh Ava.


Terlihat Fera menunjukkan smirk sambil melirik sosok hitam yang tak jauh dari mereka.


Di kediaman Verol


Perabotan rumah melayang ke arah Richard semua.


"DASAR ANAK GAK GUNA DI SEKOLAHIN MALAH NGELUNJAK KAMU KENAPA NILAIMU TURUN HAH?! NILAI RATA-RATA 80-90 GINI KAU KATA BAGUS HAH?! DASAR GAK TAHU DI UNTUNG!! NYESEL AKU LAHIRIN KAMU", teriak Zahra.


"A-ampun bu", mohon Richard merintih kesakitan. Darah bercucuran deras mengalir keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


"Ayah tambah hukuman anak biadab ini", titah Zahra seketika Richard terbelalak.


Yudith datang dengan cambuknya menyeret tubuh Richard yang sudah terluka masuk ke dalam kamar sempit yang tidak ada udara dan jendela.


Di dalam ruangan kecil itu Yudith beberapa kali mencambuk Richard sampai kulitnya mengelupas.


Arsyid yang melihat itu tak tega dan memohon ke ibunya supaya ayahnya berhenti mencambuk.


"Bi, bawa anak satu ini ke kamarnya dan kunci dia", titah Zahra dan bibi pengasuh mau tak mau menuruti perintah nyonyanya sambil memaksa Arsyid masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya serta memperketat penjagaan.


"SIALAN KELUARIN GUE IBU AYAH", seru Arsyid sambil menggedor-gedor pintu.


Di kamar sempit itu Yudith gak henti-hentinya mencambuk Richard sambil memakinya.


"Sudahlah hentikan saja kita masih butuh anak itu kurung saja dia malam ini dan hubungi Ava anak itu akan menginap disini", kata Zahra dan Yudith menuruti keinginan istrinya dan mengunci Richard di dalam kamar sempit itu.


Richard berbaring kedinginan tanpa alas apapun dengan luka dan darah yang masih ada sesaat teringat percakapannya dengam Ava 6 hari lalu saat sepulang sekolah.


"Lo bilang gue jahat? Kejam? Tidak paham perasaan lo? Gue paham semuanya bahkan lebih dari yang lo rasain gue bahkan gak mencambukmu", kata Richard lirih dan tak lama kemudian ia tertidur pulas.


Bersambung...


Preview eps berikutnya:


"Jadi kalian selama ini manfaatin gue?!


"Iya Ava lalu asal lo tahu guelah yang membunuh kak Arifa ahahaha"


"Iblis''


Hai gak nyangka bentar lagi penghujung akhir cerita sekali lagi makasih banget udah dukung ya baca juga karya ku yang lain.


See you...

__ADS_1


__ADS_2