Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 27


__ADS_3

Keesokan harinya


"Mau kemana lo? Rapi amat?", tanya Aydan menatap Ava intens dari atas ke bawah.


"Keluar lah kemana lagi? Kolong jembatan? Gila gue dah ya gue cabut", ucap Ava bergegas pergi begitu saja.


"Apa cewek itu menemui si brengsek itu? Tapi apa iya?", pikir Aydan dan langsung menggelengkan kepala "ah gak mungkin".


Di sisi Ava


Di kafe tempat  biasa Ava dan Fera janjian bertemu.


Ava melihat sekitar mencari seseorang dan tepat ada yang melambaikan tangan padanya.


"Sini va", panggil seseorang sambil melambaikan tangan ke arah Ava.


"Mau apa lagi lo?", tanya Ava sinis menatap Fera.


"Duduk dulu ada yang mau kami omongin kita kan masih sahabat", kata Fera sambil tersenyum penuh arti.


"Ya udah cepetan katakan dan jelaskan kenapa kalian setega itu ke gue hah?!", seru Ava geram menatap Fera dan Delvan bergantian.


"Va, kamu salah paham kami gak ada maksud ninggalin lo kok saat itu", jelas Fera sambil mengenggam tangan Ava lembut.

__ADS_1


"Iya sayang lagian kan kita pacaran masa gue ninggalin pacar secantik kamu", kata Delvan membujuk Ava sambil mengelus punggung tangan Ava.


"Benar", ucap Fera sambil mengangguk setuju.


"Terus kenapa kalian berdua ninggalin gue dan pake acara menyekap gue?", tanya Ava penuh curiga.


"Itu-", Delvan seperti berpikir sesuatu mencari alasan dengan memutar kedua bola matanya.


"Ah! Iya itu! Itu- itu kami kira kamu udah pulang pas itu gue izin ke toilet dan Delvan bilang Aydan datang mau jemput lo", jelas Fera.


"Benar padahal udah gue bilang ke Aydan biar gue aja tapi dia ngotot jadi gue izinin lah habis itu kami pulang eh gak tahunya ternyata Aydan ada dendam ama kita pake acara boongan ke kamu sayang kalo kami berniat jahat ke kamu lagian mana mungkin kami setega itu ke kamu sayang", jelas Delvan membenarkan.


"Jadi Aydan di balik ssmua?", tanya Ava lagi.


Ava di rundung kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi saat itu apalagi ia merasa janggal dan hampir tidak ingat detail kejadian karena obat di makanannya saat itu.


"Bagus dasar cewek bodoh mau aja di tipu bisa-bisanya lo dapat semuanya tapi gue gak akan gue pastikan lo akan berakhir menyedihkan Ava sampai lo gak akan pernah lagi bangkit selamanya  ahahahahaha", pikir Fera sambil tersenyum licik.


"Jika itu benar apakah Richard juga berbohong soal penyakitnya dan identitasnya bahkan soal bukan dia yang membunuh kakaknya dan menuduh Fera? Jika benar Aydan sudah keterlauan lihat saja gue akan menyiksanya sampai ia berlutut memohon pada gue dan di atas kuburan kakaknya sendiri", pikir Ava marah.


"Baiklah kali ini gue maafkan dan percaya ke lo berdua selanjutnya apa rencana lo Fera?", tanya Ava sudah membulatkan tekad.


Fera tersenyum penuh arti sambil melirik Delvan. Sadar akan hal itu Delvan buka suara.

__ADS_1


"Memangnya apalagi ayo kita habiskan hari ini dengan bersenang-senang ayok gas", kata Delvan bersemangat.


"Ayok rayakan berkumpulnya kembali geng kita", seru Ava bersemangat.


"Iya ayo kita rayakan hari ini awal kehancuranmu Ava", gumam Fera.


Di sisi lain


"Gak bisa di biarkan nih mereka semakin menjadi-jadi gue harus bertindak sebelum terlambat", ujarnya dan sosok itu menghilang di tengah keramaian kafe.


Salah seorang datang dengan segelas kopi mencari sosok yang tadi duduk di meja itu.


"Loh mbak tadi kemana? Terus kopi ini bagaimana?", ucap sang pelayan dilanda kebingungan.


Semoga suka ya kalo mau hujat Fera silakan/ hujat saking bodohnya Ava pun silakan tapi jangan hujat saya yang buat ceritanya tiba-tiba gini ya🙏.


Saya kehabisan ide konfliknya dan mohon maaf jika alurnya ke depannya amburadul ya dan malah kek cerita saya di sebelah terutama penempatan nama tokoh kadang saya suka lupa namanya  padahal cuma sedikit🗿.


Untuk endingnya sudah saya siapkan mau happy or sad di terima dengan lapang dada saja. Males saya putar otak lagi soal ending bagus cerita ini mari ramaikan cerita ini dan share ya.


Sekian....


Folow akun ig: friska_pikachan

__ADS_1


Tiktok: friskachan


__ADS_2