Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 19


__ADS_3

Apa kabar? Udah pada nunggu gak sama kelanjutan romance Aydan dan Ava? Saya harap kalian sebagai para pembaca menikmati keseruan cerita ini dan jangan lupa mampir ke cerita lainnya ya terima kasih atas dukungan kalian selama ini saya selaku author mengucapkan terima kasih sebanyak-banyak nya dan selamat menikmati dan membaca nya.


Happy reading.


Keesokan hari nya semua siswa dan siswi berkumpul di depan mading sekolah.


Ava yang baru saja datang kebingungan karena ia di tatap di susul saat Aydan juga datang semua mata tertuju pada mereka tak terkecuali di iringi bisikan tak enak di dengar.


"Aku heran kenapa Ava mau berteman dengan pembunuh seperti Aydan"


"Kalau aku jadi Ava mending pergi meninggalkan cowok kek Aydan"


"Benar udah burik, culun, bodoh juga emang apa yang perlu di banggakan dari cowok brengsek kek dia najis ew"


"Itu benar"


"Mana lagi seorang pembunuh"


"Asal tahu aja dia bukan pembunuh biasa dia sudah membunuh saudara nya secara sadis sewaktu kecil"


"Cewek kan? Malang nya dia mati menggenaskan di tangan adik nya pasti dia juga sudah membunuh banyak orang terutama cewek"

__ADS_1


"Lebih baik kita gak usah deket-deket lagi si Aydan takut di bunuh juga"


"Iya ngeri banget"


"Eh? Mereka ke sini ayo bubar-bubar"


Begitulah pendapat orang-orang sepanjang jalan. Jika kalau bukan Arsyid menatap tajam mereka di sana gak bakal selesai mereka.


Setelah itu Arsyid dan Fatiha menghampiri Aydan dan Ava.


"Kak gak usah dengar mereka aku tahu betul kakak dan kejadian saat itu bukan kakak kok jadi jangan di pikirkan Ava kau juga gak usah dengar", jelas Arsyid berusaha menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.


"Cukup Arsyid gue sudah biasa", kata Aydan dengan nada dingin.


"Lihat? Cuma di tampar doang lo sampai terjatuh dasar lemah. Sangat aneh lo yang lemah ini bisa membunuh kakak kandung lo atau selama ini lo pura-pura terlihat lemah di depan gue supaya mendapat rasa iba, rasa kasihan, dan rasa simpati gue serta maaf dari gue? Ngimpi aja lo lihat aja gue bakal minta cerai dari lo secepat nya dan gue gak bakal nyesal cerai dari pembunuh seperti lo dan soal taruhan akan ku pastikan gue pemenang nya ahahaha", kata Ava sambil tertawa keras menatap sinis Aydan yang terlihat mulai melemah.


"Lo yang bakal menyesal suatu hari nanti Ava pada akhir nya kebenaran yang akan menang dan kejahatan akan kalah", ujar Aydan sambil menyeringai.


Melihat ekspresi Aydan yang tak biasa nya raut wajah nya seketika membeku tak bisa berkata-kata apa-apa.


"Kok diam aja cantik? Lo pikir gue bakal nyerah dan mundur gitu aja setelah rumor ini beredar? Gak bakal lo yang ngimpi pengen cerai dari gue lo pikir gue bakal mau aja nerima perceraian itu gak bakal terjadi lo maupun dia akan ku buat hancur sampai akar nya dan tak akan bisa bangkit lagi juga merasa malu seumur hidup kalian semua salah sudah mencari masalah dengan gue camkan ini baik-baik istriku suatu hari jangan cari aku di saat lo tahu kebenaran sesungguh nya karena saat itu gue udah gak ada lagi di sisi lo dan lo hanya sendiri di dunia ini orang-orang yang lo percaya gak bakal bantu lo lagi dan berbalik berkhianat dari lo juga orang-orang yang lo buang dan ingin membantu lo lah yang akan membantu lo lagi walau dunia membenci lo ingat itu baik-baik Ananda Avalyn Zubair", kata Aydan dingin nan ketus.

__ADS_1


"DIAMLAH PEMBUNUH TETAP PEMBUNUH", teriak Ava dengan suara melengking nya.


"Gue hanya mengingatkan lo sebagai suami mu dan gue gak akan menyerah kecuali yang di atas berkehendak itu saja semangat belajar nya sayang", kata Aydan dan berbalik badan meninggalkan kerumunan.


Semua orang berbisik sambil melirik Ava sesekali.


"BUBAR SEMUA NYA", teriak Fera yang tiba-tiba datang dari arah belakang Ava.


Seketika semua orang bubar baik di sepanjang koridor dan di depan mading tadi.


"Makasih Fera kaulah sahabat terbaik ku dulu maupun sekarang", kata Ava tersenyum lega.


"Iya apa pun buat Ava tersayang kami", kata Fera di susul anggukan kepala Delvan.


"Iya"


"Bagus masuk perangkap", pikir Fera sambil menyeringai.


bersambung..


Gimana menurut kalian sejauh ini? Jangan lupa vote dan komen ya juga terima kasih atas dukungan kalian sampai saat ini.

__ADS_1


Juga jangan lupa share ke teman atau sosmed kalian yang lain.


See you..


__ADS_2