
"Gila gue gak nyangka bakal lihat ekspresi Fera ini momen terbaik sepanjang hidupku kerja bagus Rima lo terbest", kata Billy sambil tertawa terbahak-bahak.
"Oiya dong siapa dulu Rima gitu loh eh tapi kenapa lo cuma menjadi penonton saja? Gak ikut kompor-kompor gitu? Gak seru ah", kata Rima sombong sambil menepuk pundak Billy.
"Cewek lawan cewek cowok lawan cowok", kata Billy percaya diri.
"Maksudnya?", tanya Fatiha dan Rima.
"Maksudnya gue bakal menghadapi Delvan sebagai cowok lihat saja nanti gue pastikan duo hama itu merasakan rasa malu yang tak tertahankan hahahaha...", jawab Billy sambil tertawa keras.
"Arsyid", panggil Billy.
"Ya kenapa?", sahut Arsyid dingin.
"Lo lihat ekspresi si cabe tadi? Ahahaha sangat lucu gue menantikan momen mempermalukan Delvan", kata Billy sambil menyeringai.
"Iya aku juga menantikan kehancuran mereka tetapi biarlah sekarang mereka menikmati hari-hari normal mereka saat ini ada waktunya kita akan membalas dendam", kata Arsyid bersamaan dengan nada dering ponselmya berbunyi.
"Hm? Halo kenapa?", tanya Arsyid mengangkat telepon seseorang.
"...."
"Bukti-bukti sudah kau dapatkan?", tanya Arsyid.
"...."
"Kerja bagus SOBAT", kata Arsyid.
"...."
"Simpan baik-baik bukti-bukti tersebut minggu depan kita bertemu di rumah sakit dan berikan padaku", jelas Arsyid.
"..."
"Apa? Apa ada yang ingin kau katakan lagi?", tanya Arsyid.
"...."
__ADS_1
"Selidiki sampai tuntas jangan ada terlewat", kata Arsyid dengan sangat dingin.
"...."
"Aku mengandalkanmu, ***** ku tunggu kabar darimu lagi dan jangan lupa minggu depan", kata Arsyid.
"Siap laksanakan SOBAT", katanya sambil menyeringai.
"Ketua", panggil salah satu pria bersetelan anggota khusus.
"Perintah dari TUAN MUDA SELIDIKI SAMPAI TUNTAS JANGAN ADA YANG TERLEWAT KALIAN PAHAM?!", serunya.
"Paham ketua", kata mereka serentak tegas.
"Lakukan", titahnya.
"Baik", kata mereka dan berpencar ke penjuru kota.
"Arsyid tidak kusangka kau masih sama seperti dulu kau bahkan memanggil nama asliku bukan sebutan kode rahasia kita", katanya sambil tertawa kecil.
Kembali di tempat Arsyid dan kawan-kawan.
"Apa ada kabar dari si SOBAT?", tanya Billy.
"Iya dia mendapatkan bukti-buktinya", kata Arsyid.
"Tunggu kenapa tadi kau menyebut nama bukan SOBAT?", tanya Rima.
"Eh iya, apa itu nama asli si SOBAT? tapi sepertinya aku pernah mendengarnya di suatu tempat", kata Billy merasa tidak asing dengan nama yang disebutkan Arsyid.
"Sebenarnya siapa si SOBAT itu? Arsyid kau mengenalnya dimana?", tanya Fatiha.
Bukannya menjawab Arsyid hanya tersenyum penuh arti.
"Ceritakanlah bro", kata Billy.
"Nanti kalian akan tahu tapi tidak untuk saat ini dia juga bukan orang jahat kok", jelas Arsyid dan angin berhembus kencang.
__ADS_1
"Billy", panggil Arsyid.
"Ya", sahut Billy.
"....", kata Arsyid sambil tersenyum dan mata Billy terbebalak lebar terkejut.
"A-apa yang lo k-katakan? Apa itu benar?", tanya Billy tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
"Iya itu benar kau mau membantuku?", tanya Arsyid.
"Iya"
"Aku menghargainya sungguh terima kasih", kata Arsyid.
Angin terus berhembus kencang meredamkan pembicaraan Arsyid dan Billy bahkan Fatiha dan Rima tidak bisa mendengarnya.
"Apa yang kalian bicarakan? Kami tidak bisa mendengarnya", kata Rima.
"Bukan apa-apa kok ayo masuk kelas", kata Arsyid.
"Billy", panggil Rima.
"Ya"
"Apa yang kalian bicarakan tadi?", tanya Rima penasaran.
"Itu OBROLAN SESAMA PRIA", jelas Billy dan mempercepat langkahnya.
"Bikin penasaran aja", gumam Rima dan mempercepat langkahnya diikuti Fatiha.
"Woi tunggu!!"
"Lambat amat kek bebek"
"Ih Billy"
"Hahahahaha"
__ADS_1
Siapa ya kira-kira si sobat ini? Apa ya dikatakan Arsyid ke Billy? Apa masa lalu Arsyid ya? Kalau mau tahu jawabannya dukung terus dan ramein cerita ini karena penuh misteri dan tak kalah seru dari karyaku yang satunya lagi.
See you....