Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 28


__ADS_3

Maaf banget telat update saya kehabisan ide dan mulai di sibukkan dengan kegiatan kampus🙏. Tetapi saya tetap usahakan yang terbaik untuk update dan memberikan cerita yang makin menarik untuk kalian para readers. Semoga episode kali ini dapat menghilangkan rasa penasaran kalian selama satu bulan🙏 dan terus dukung ya💃.


Ke depannya tetap di usahakan cepat update nya.


Happy reading....


...Ava...


...Sebenarnya apa yang membuatmu setega itu melakukan ini semua padaku? Gue harap lo bahagia tanpa diriku dan juga jangan menyesali setiap perbuatanmu...


...Jika.....


...Lo menyesalinya di saat gue dah gak ada di sisimu...


...Maaf......


...Sudah terlambat...


...Dan.....


...Terima kasih...


...~Richard~...


"Hoi kebo", panggil Rima bak toa di depan pintu kelas.


Seketika mata seisi kelas menatap asal suara tersebut.


Rima berjalan masuk begitu saja menuju salah satu meja yang di isi seorang cowok.


Tiba-tiba Rima mengebrak meja cowok itu.


"Billy!! Bangun woi kebo!! Gue ada berita bagus", teriak Rima tepat di telinga Billy.


"Ada apasih? Rusuh amat sih lo", kata Billy sambil menyibak rambutnya.


"Sok kegantengan amat sih lo", kata Rima sambil melirik Bily.


"Sirik amat sih neng nyantailah rileks", kata Billy dengan pedenya berpose seksi di depan Rima.

__ADS_1


"GILA YA LO BIL GUE KE SINI MAU BAHAS BERITA YANG GUE DAPAT KEMARIN DI KAFE", seru Rima sambil menjitak kepala Billy.


"Santai neng oke ayo bicara di tempat yang lain", ajak Billy sembari menarik tangan Rima keluar kelas dengan ditonton banyak orang.


"Hei mereka ada hubungan apa?"


"Kurang tahu"


"Apa yang mereka ingin bicarakan?"


"Berita penting? Apa itu?"


"Di kafe?"


"Jangan-jangan...."


.


.


.


"RIMA MAU NEMBAK BILLY?! ATAU MEREKA DAH KEJADIAN KEMARIN?!"


Di taman dekat kantin


"Di sini aja gak usah jauh-jauh", kata Rima dan mereka berhenti di taman dekat kantin.


"Jadi?", tanya Billy sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


"Apa?", tanya balik Rima dengan tampang polosnya.


Raut wajah Billy seketika datar nan dingin menatap Rima.


"Sorry-sorry bercanda", kata Rima kalang kabut saat melihat sisi menyeramkam Billy. "Jadi, kemarin itu...", Rima menjelaskan semua yang ia dengar kemarin di kafe tanpa terkecuali.


20 menit kemudian


"Ini gak benar Richard harus tahu ini tapi gue agak khawatir kondisinya semakin buruk dari yang gue dengar dari Arsyid dan kemungkinan umur Richard gak bakalan lama", jelas Billy khawatir.

__ADS_1


Begitu pun dengan Rima. Dia sangat khawatir jika Richard sudah tidak ada bagaimana nasib Ava ke depannya.


"Lo benar tetapi apa yang harus kita perbuat? Bagaimana pun kita harus mencegah kematian Richard maupun Aydan mereka berhak hidup ini sungguh tidak adil", kata Rima sambil memengang kedua tangan Billy menatap cowok itu ingin menangis.


"Pendonor", kata Billy dengan suara pelan.


"Apa?", tanya Rima.


"Kita harus mencari orang yang ingin mendonorkan jantungnya karena Richard sendiri sudah menyerah dan ingin mendonorkan jantungnya buat Aydan", jelas Billy serius.


"Richard sudah gila sangat gila saking dia tidak mendapatkan cinta Ava dia sampai nekat begitu?", kata Rima.


"Bukan saja Ava, cinta keluarganya saja ia tidak dapat bahkan Richard sudah tidak di anggap di keluarga Verol", jawab Billy sambil menundukkan kepala.


Rima? Cewek itu mematung tak berkata-kata. Ia tidak percaya ada keluarga seperti itu di dunia ini yang tega pada anaknya.


"G- gue tahu ini kesalahpahaman tetapi kenapa sampai harus begitu? Richard gak salah apa-apa tetapi ia harus menerima hinaan dan fitnah yang tidak ia lakukan seumur hidup i- ini INI GAK ADIL INI GAK BENAR KENAPA HARUS RICHARD MENANGGUNG BEBAN YANG IA TIDAK IA PERBUAT?! KENAPA?!", teriak Rima sambil memengang dadanya dan jatuh terduduk lemas.


"Rasanya sesak dan sakit Richard cowok itu terlalu baik buat Ava kenapa cowok seperti dia terobsesi pada Ava?", gumam Rima sambil menangis sejadi-jadinya.


"Jangan tanya gue juga gak tahu jawabannya kenapa?", kata Billy yang juga menangis.


Dua insan itu menangis di taman yang sepi.


Di tempat tak jauh dari mereka.


"Terima kasih sudah mau menangisi orang sepertiku, Billy dan Rima dan maaf untuk semuanya", katanya sambil tersenyum dengan lembutnya.


Bersambung....


Gak ada ava? Yah... aku cuma ingin menceritakan dari sudut pandang Billy dam Rima tentang Richard.


Aku pengen tanya di sini ada yang suka kalau saja cerita ini dan cerita yang lainnya jadi webtoon? Komen ya.


Aku sih menurutku bakalan lebih seru dan dapat feel nya tetapi masalahnya saya gak tahu menggambar🥲 kalian ada yang mau collab sama saya? Buat cerita ini menjadi webtoon? Kalo gak saya sih fine-fine aja💃.


Tetap dukung terus ya dan untuk suamiku overprotektif keknya gak teralu panjang alurnya kek nikah muda kurang tahu sih ke depannya.


Dikarenakan suamiku overprotektif dan nikah muda berlomba-lomba saling menyusul ke arc puncak konflik jadi gak tahu yang mana lebih dulu tamatnya.

__ADS_1


Segitu saja dan saya ucapkan selamat malam...


See you...


__ADS_2