Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 36


__ADS_3

Setelah hujan deras cukup lama akhirnya Aydan pulang namun ia tak sangka melihat pemandangan seperti itu. Katanya setelah hujan akan muncul pelangi tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Aydan malah saat ini ia melihat Ava tengah berciuman mesra dengan Delvan.


Tanpa aba-aba Aydan berlari memukul dengan sekuat tenaga wajah Delvan hingga cowok itu tersungkur.


"APA-APAAN LO BOGEM DELVAN HAH?! DELVAN PACAR GUE BANGSAT", umpat Ava berusaha menampar Aydan namun di tangan Ava di tepis oleh Aydan.


"Gue pacarnya Ava lo gak ada hak larang Ava", kata Delvan berusaha bangkit walau tubuhnya lunglai menahan rasa sakit.


"Gue suami sah Ava dan satu lagi GUE PASTIKAN KALIAN PUTUS SETELAH UAS CAMKAN ITU DASAR PLAYBOY DAN UNTUKMU, AVA IKUT AKU PULANG GAK ADA PENOLAKAN", kata Aydan sambil menarik pergelangan tangan Ava.


"Sakit bego", rintih Ava karena Aydan mencengkram tangannya sangat kuat.


"LEPASIN DIA BRENGSEK", teriak Delvan sambil berlari maju siap membogem Aydan namun semua serangannya ditangkis oleh Aydan dan Delvan dibuat bonyok dan ditinggalkan begitu saja.


"LEPASIN WOI DASAR CULUN BERDARAH DINGIN", seru Ava namun Aydan terus menariknya masuk ke dalam rumah.


"Lo mau bawa gue kemana hah?!", teriak Ava.


Bukannya menjawab Aydan memasukkan Ava ke dalam gudang lagi dan menguncinya dari luar.


"WOI BUKA BEGO!! BUKA!! GUE BILANG BUKA", teriak Ava sambil menggedor-gedor pintu namun tidak ditanggapi oleh Aydan.


"Gue biarin lo selama ini tetapi beraninya lo menjadi wanita murahan di depan suamimu sendiri Ava!! Ini hukuman buatmu sadar sendiri gue cuma lindungi lo tapi lo ngelunjak di luar sana gue begini karena sayang lo Va", jelas Aydan marah.


"Hah? Sayang? Pembunuh seperti lo tahu arti kata sayang?! Lucu sekali, sangat lucu", kata Ava sambil tertawa.

__ADS_1


"Serah lo Va. Gue cuma ingin lo bahagia tugas gue cuma melindungi lo tetapi sepertinya percuma deh lo bahkan gak mendengarkan penjelasan gue", kata Aydan lirih.


"Pergi", kata Ava. "Tapi-" "Gue bilang pergi ya PERGI".


Dan Aydan berjalan pergi sedangkan Ava di dalam gudang menangis sejadi-jadinya.


Malamnya Ava menemukan kunci kamar gudang yang terselip di dekat pintu.


"Ada hati nurani juga tuh pembunuh", gumam Ava.


Setelah berhasil keluar Ava tidak menemukan Aydan dimana pun bahkan di kamar cowok itu gak ada.


"Kemana dia?", pikir Ava dan berbalik badan kembali ke kamarnya.


*


*


*


*


*


Sejak malam itu Aydan tidak pernah terlihat lagi bahkan di sekolah padahal sebentar lagi uas.

__ADS_1


Karena rasa penasaran Ava mendatangi Arsyid.


"Woi Arsyid lo tahu dimana Aydan selama ini?", tanya Ava.


"Gak", jawab Arsyid malas.


"Jujur saja lo tahu kan dimana kakak lo?", tanya Ava lagi sambil mengebrak meja. Yah saat ini mereka di kantin.


Arsyid yang sedang minum hampir keselek dan berkata dia gak tahu sama sekali bahkan ia tidak bisa menghubungi Aydan.


Karena tidak mendapat jawaban Ava pergi begitu saja dan menyenggol Fatiha.


"Ava", panggil Fatiha namun sepertinya Ava pura-pura tidak mendengar.


"Ada apa? Ada masalah?", tanya Fatiha sambil meletakkan mapannya di atas meja dan duduk di depan Arsyid.


"Gak kok bukan apa-apa bukan masalahku", jawab Arsyid.


Hingga hari H-UAS pun tiba


"LO DARIMANA AJA HAH BANGSAT?!", seru Ava yang terkejut orang yang ia cari selama ini tiba-tiba muncul dengan tampang dan aura yang lebih mengintimidasi.


Bersambung....


See you...

__ADS_1


__ADS_2