
"Aydan!!"
Betapa terkejut nya mereka melihat sosok itu muncul begitu saja di hadapan mereka saat ini.
"Kenapa kaget?", tanya Aydan dengan tampang polos nan tak berdosa nya itu.
"Tentu saja kaget lo tiba - tiba muncul kek setan", cerocos Billy, cowok yang selama ini stalkerin Delvan dan Fera.
"Benar itu tapi soal itu darimana lo tahu ke mana mereka membawa Ava?", kata Rima heran karena Aydan baru saja datang dan di hubungi tadi.
"Aku sudah memantau ke mana pergi Ava selama ini kalian pikir dengan siapa kalian bicara?", kata Aydan sombong.
"Tuh kan benar lo bukan Aydan tapi orang lain yang sedang memakai identitas Aydan benar kan?", tebak Billy.
"Lagian Aydan tuh sakit-sakitan sejak kecil dan gue sudah bersahabat dengannya sejak kecil serta mana mungkin di biarkan ke sekolah kecuali ada orang lain yang serupa dengannya jadi lo siapa?", tambah Billy sambil menunjuk ke arah Aydan.
Aydan hanya tersenyum miris memandang sedih Billy.
"Ada apa? Katakan siapa lo sebenarnya? Hah?! Jawab!!", ucap Billy tegas penuh penekanan.
"Billy kita tidak perlu mengurusi orang ini mau dia Aydan atau orang yang menyamar sekalipun sekarang yang paling utama keselamatan Ava", kata Rima mencoba menenangkan suasana yang kacau.
"Lo benar-benar lupa ya sama gue Bil yah mau gimana lagi bahkan orangtua gue udah gak anggap gue padahal gue anak tertua mereka hahaha lucu terus buat apa gue hidup? Buat apa jika gue gak bisa bahagia?! Pengen cepat mati aja mungkin Ava juga menginginkan nya dari gue toh dia juga benci gue sejak kecil", kata Aydan dengan raut wajah yang tidak bisa di gambarkan lagi.
"J- jangan bilang lo adalah-", ucap Bily tak percaya tapi langsung di potong oleh Aydan.
"Ya itu gue yang lo maksud Billy kalau lo mau Aydan balik dan sehat kembali gue siap terima kematian gue toh gak ada lagi yang peduli kok sama gue kadang gue berpikir buat apa gue lahir? Jika tidak ada yang mengharapkan gue lagi di dunia ini? Jadi buat apa?! Jawab gue Bil?! Jawab gue?! Gue capek, gue lelah, gue muak dengan dilema kehidupan yang seperti ini", kata Aydan keras tanpa sadar tetesan air mata jatuh di pelupuk matanya.
__ADS_1
"M- maaf gue minta maaf gue gak tahu lo masih hidup karena kata bokap lo dan nyokap lo lo udah gak ada gue juga bingung mau menjawab semua pertanyaanmu bagaimana karena gue sendiri tidak mengerti sekali lagi maafin gue", kata Billy jatuh terduduk bersimpuh menangis sejadi-jadinya menyesali atas semuanya.
"Lupakan saja kata-kata gue anggap gak terjadi apa-apa karena prioritas utama kita menyelamatkan Ava kita harus bergegas cepat ayo", kata Aydan mengalihkan topik dengan cepat suapaya tidak merasa suasana canggung.
"Billy ayo", ajak Rima sambil berlari kecil.
"Gue gak tahu ada drama seperti itu di keluarga yang terkenal terhormat Verol", gumam Rima.
"Jadi selama ini lo memendam perasaan dan rasa sakit juga cemburu gue harap kehadiran cinta masa kecil lo merubah kehidupan lo dan jangan mati lo berhak bahagia juga", pikir Billy.
"Ayo cepat lokasinya gak jauh dari sini", kata Aydan.
"Ya", ucap Billy dan Rima bersamaan dan mereka bertiga mempercepat larinya dan melewati jalan pintas.
Di sisi lain
"Ugh, gue di mana?", kata Ava berusaha bangun dari tidurnya.
"I- ini di mana?! Gue di mana?!", tanya Ava kaget melihat sekelilingnya
"Udah bangun cantik mari bermain bersama om", kata salah satu om-om yang membeli Ava.
"Apa?! Tidak!! Gue gak mau!! Lepasin gue!! Delvan!! Fera!! Tolong!!", teriak Ava meminta tolong.
"Merekalah yang menjualmu kepada kami cantik dan tempat ini jauh dari pusat kota tidak ada yang akan datag menolongmu kita bermain saja ya", kata om itu yang sudah berusaha merobek pakaian Ava.
Namun Ava terus memberontak menolak sayangnya ia sendiri tak cukup kuat melawan mereka semua yang berjumlah empat orang pria dewasa.
__ADS_1
"TIDAK", teriak Ava histeris.
"Gak bakal ada yang datang", kata mereka langsung membuat Ava telanjang bulat.
Ava hanya bisa menangis dan berharap ada yang datang menolongnya sekarang siapapun itu tidak masalah baginya.
Tiba-tiba pintu ruangan itu hancur seketika di tendang oleh seseorang.
"Siapa itu?!", teriak salah satu mereka marah.
"Oh? Maaf menganggu kesenangan kalian tapi gadis itu milikku, dia istriku", katanya.
"A- aydan? Ah, lo bukan Aydan tapi kembarannya Richard?", kata Ava terkejut sosok yang mencintai nya dengan tulus sejak kecil, Arvino Richard Agatha Verol.
Cowok itu tersenyum menatap dengan lembut Ava.
"Maaf gue terlambat", kata Richard.
Finally🥳🥳 nama asli dari Aydan yang sedang menyamar Richard ya. Kenapa saya gak ambil nama depannya? Jawabannya simpel kebanyakan nama karakter di novelku dari A jadi ini nama panggilan nya di ambil di tengah aja deh😁.
Dan kenapa Ava kenal dengan Richard? Yah, karena mereka sudah saling kenal sejak kecil. Nanti ada eps di ceritakan kok😊.
Dan juga yang masih pada bingung sama si kembar sebenarnya mereka lahir ksmbar 3 terdiri dari Richard, Aydan, dan Arsyid.
Segini dulu semoga suka dan jangan lupa vote dan komen ya juga dukungan nya.
See you..
__ADS_1