Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 32


__ADS_3

Sudah lama gak update akhir-akhir ini dan terima kasih sudah support ya saya akan berusaha terus menyajikan cerita lebih menarik serta mohon maaf jika ada kesalahan kata-kata dan penempatan tempat dan nama karena di dunia ini tidak ada yang sempurna.


Selamat membaca....


...Dunia ini memang sangat kejam dari apa yang terlihat...


...Tapi.....


...Kita harus tetap bertahan di kekejaman dan ketidakadilan dunia...


...Karena jika saja kita memperlihatkan kelemahan kita orang-orang akan berdatangan berbondong-bondong untuk menggancurkan kita...


...Menghancurkan harapan...


...Dan...


...Menghancurkan segalanya yang ada di diri kita...


...Karena itu...


...Kita harus bertahan hidup dan jangan menyerah janganlah sesekali memperlihatkan kelemahan...


...Kita harus kuat...


...Sangat kuat...


...Untuk berdiri di garis depan...


...Itulah kehidupan...


...~Aydan a.k.a Richard~...


7 bulan kemudian


"Lo mau kemana?", tanya Aydan sambil menatap tajam Ava dari kejauhan.

__ADS_1


"Bukan urusan lo", jawab Ava dingin tanpa berbalik menatap Aydan.


"Lo lupa gue siapa? Perlukah gue ingatkann lagi?", kata Aydan tiba-tiba sudah dibelakang Ava dan membuat Ava tersudutkan tidak ada jarak di antara mereka.


"Gue G-A-K-P-E-D-U-L-I MAU LO AYDAN ATAU RICHARD BUKAN URUSAN GUE LO ITU GAK PANTAS HIDUP JUGA GAK PANTAS BUAT GUE DAN BERADA DI DUNIA INI GAK ADA YANG INGIN LO HIDUP JADI GUE TEGASKAN YA MAU LO MATI ATAU HIDUP GUE GAK PEDULI CAMKAN ITU BAIK-BAIK", seru Ava dan berbalik badan pergi namun Aydan mencegahnya.


"Lo yakin?", tanya Aydan sambil memengang tangan Ava.


"LEPASIN DASAR BRENGSEK", teriak Ava sambil memukul-mukul tangan Aydan.


"GAK JAWAB GUE VA LO YAKIN? LO YAKIN GAK BAKAL MENYESALINYA?!", seru Aydan sambil memegang pundak Ava dengan tangan yang bergemetaran.


"Lo mau tahu jawaban gue?", tanya Ava balik.


"Iya", jawab Aydan tegas.


"Baiklah gue bakalan jawab", kata Ava serius.


"Tapi ada syaratnya", tambah Ava menatap tajam Aydan.


"Lo tahu kita ada perjanjian kontrak sejak kita menikah dan gue minta perceraian setelah lulus kan? Saat ini gue dan lo kelas 1 sma dan sebentar lagi ujian kenaikan kelas


"Iya lantas apa mau lo?", tanya Aydan dingin.


"Santai sekali seolah lo tahu apa yang gue inginkan", kata Ava sambil menatap sinis Aydan.


"Memang tapi gue mau mendengarnya langsung dari mulut lo", kata Aydan.


"Sombongnya tapi tidak apa akan gue beritahu sesuai keinginan lo gue hanya mau lo tambahkan di surat kontrak itu saat kita bercerai gue minta hak atas penarikan investasi keluargaku dan juga hak gue sebagai mantan istri lo yaitu sebagian harta keluarga Verol sesuai adat keluarga Verol dari generasi ke generasi hanya itu", jelas Ava sambil tersenyum licik.


"Begitu ya baiklah akan gue kabulkan tanpa lo minta pun hal itu tetap akan terjadi", kata Aydan santai sambil memberikan jarak dan ruang di antara mereka.


"Wah hebat lo santai sekali berbicara tanpa beban tetapi terima kasih gue hargai kalau begitu tolong urus gue ada urusan sama pacar dan sahabat gue bye", kata Ava sambil berjalan menuju pintu keluar.


"Ohya satu lagi", kata Ava tiba-tib berhenti di depan pintu.

__ADS_1


"Apa?"


"Jangan mati dan teruslah hidup walau kita sudah berpisah di masa yang akan datang janji ya", kata Ava sambil melirik Aydan.


Hening sesaat. "Akan gue usahakan", jawab Aydan.


"Baguslah tapi janji ya?", tanya Ava lagi. Terdiam dan keheningan.


"Janji gak?", tanya Ava sekali lagi. "Iya", jawab Aydan terpaksa.


"Bagus kalau gitu sampai jumpa", kata Ava dan ia benar-benar pergi.


"Maaf aku gak bisa nepatin janji Ava hidupku gak bakal bertahan lama", gumam Aydan sambil menatap berkas rumah sakit yang baru ia dapat semalam.


Semalam di rumah sakit.


"Dokter ada apa memanggilku malam-malam gini?", tanya Aydan.


"Aku hanya memberitahu sesuatu jika hidupmu tidak bisa bertahan lama", jawab dokter Viro.


"Berapa sisa waktuku?", tanya Aydan enteng tanpa beban.


"Kamu serius ingin menyerah? Kau masih bisa melakukan operasi Richard", kata dokter Viro.


"Terima kasih dokter tetapi aku sudah capek dan lelah jadi jawab saja berapa sisa waktuku?", tanya Aydan lagi.


"Mungkin sekitar 1 tahun lagi", jawab dokter Viro dengan berat hati.


"Baiklah kalau begitu dokter terima kasih untuk semuanya dan jangan terlalu mengkhawatirkan aku *Aydan* lebih membutuhkan daripada aku serta sekarang aku tahu harus berbuat apa sekali lagi terima kasih saya pamit", kata Aydan sambil membawa berkasnya dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Ku harap kau berubah pikiran Richard", gumam dokter Viro.


Jangan lupa vote dan dukungannya ya dan terima kasih sudah senantiasa setia menunggu kelanjutan cerita ini.


See you...

__ADS_1


__ADS_2