Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 35


__ADS_3

Selamat membaca...


Billy dan Rima membuat janji dengan Aydan bertemu di tempat biasanya.


"Jadi, hal mendesak apa yang ingin kalian bicarakan denganku?", tanya Aydan.


Saat ini mereka berada di kafe tempat mereka berkumpul.


"Lebih baik lo dengar sendiri rekaman ini", kata Billy sambil memutar rekaman suara dan di letakkan di tengah-tengah meja.


Setelah rekaman itu di putar raut wajah Aydan sangat datar sampai Billy dan Rima diam seribu bahasa.


"A-apa yang harus kita lakukan selanjutnya?", tanya Billy terbata-bata karena takut di amuk oleh Aydan.


"Perhatikan saja gerak-gerik mereka", jawab Aydan.


"Lalu bagaimana dengan Ava? Hubungan kalian baik-baik aja kan? Maksudku, Ava masih mendengar ucapanmu kan?", tanya Rima berusaha bersikap santai walaupun masih sedikit ketakutan.


Aydan menghela nafas dan menatap dua orang di depannya sangat tajam."menurutmu? Kalau ada satu perintah dariku harusnya sekarang ia tidak berhubungan dengan Delvan dan Fera", kata Aydan miris terlihat dari tatapan lelahnya.


"Benar juga. Baiklah kami akan mengawasinya lebih lama lagi kalau ada apa-apa kami akan laporkan lagi tapi-", kata Billy dan Aydan mengangkat alisnya menunggu kelanjutan ucapan Billy.

__ADS_1


"Kuharap tidak terjadi hal buruk menimpa kalian dalan waktu dekat perasaanku gak tenang", lanjut Billy dan tiba-tiba kepalanya di elus.


"R-richard?!", kata Billy terkejut dan Richard hanya tersenyum sambil meletakkan jari tengahnya di bibir.


"Ah, iya aku mengerti Aydan", kata Billy lirih sesaat ia ingin Richard hidup dengan identitasnya bukan identitas Aydan, saudara kembarnya.


"Aku gak di elus nih?", tanya Rima sambil tersenyum jahil.


"GAK. Aku dah nikah noh Billy kalau mau di elus", kata Aydan sambil mendorong tubuh Billy ke arah Rima. Yah sengaja iseng aja.


"Dah gue cabut duluan ada urusan bye", kata Aydan berjalan menjauh sebelum kena amukan duo sejoli itu.


Dari kejauhan di dalam kerumunan Aydan tertawa kecil dan memandang langit biru.


"Ku harap bisa lama hidup dan menikmati kesenangan ini tapi itu tidak mungkin kan? Andai dalam satu tahun aku bisa memberikan hadiah terbaik buat Ava sampai gadis itu tidak bisa melupakanku. Apa aku terlalu egois dan berharap banyak?", gumam Richard yang terus berjalan di antara kerumunan.


Dari kejauhan ada laki-laki yang memerhatikan Richard dengan tatapan rindunya.


"Kak, Kakak kuat kok jadi ku harap kakak bertahan hidup masih ada aku", ucapnya lirih.


Langit yang awalnya cerah tiba-tiba turun hujan. Semua orang lari berbondong-bondong mencari tempat berteduh.

__ADS_1


"Dingin. Langit pun tahu perasaanku padamu Ava", ucap Aydan yang terus berjalan walau hujan mengguyurnya.


"Apakah melepasmu hal terbaik untuk kita? Sepertinya hanya dirimulah yang akan bahagia tetapi itu sudah lebih dari cukup untukku", pikir Aydan sampai ia tiba di depan sebuah toko aksesoris bukan melainkan toko kesukaan Ava selama ini.


"Aku ingat dulu kau merengek ingin beli 'itu' kan? Kali ini akan ku belikan sebagai hadiah pertama dan terakhir dariku", gumam Aydan dan berjalan masuk ke dalam toko sambil berteduh.


Untungnya Aydan memakai mantel tebal jadi tidak terlalu kedinginan.


"Saya beli itu ya", kata Aydan setelah ia mendapatkan handuk dan teh.


"Baik bayar pake apa mas?", tanya mbak kasir.


"Cash saja mbak", jawab Aydan dan mbak kasir mengangguk paham dan memberikan kantong belanja Aydan.


"Semoga ia suka", gumam Aydan sambil tersenyum tipis.


Makasih atas dukungan hingga saat ini saya berencana secepatnya menamatkan cerita ini rada kasian aku sama Richard tapi apalah daya saya berpikir membuat cerita yang agak berbeda dari biasanya dibuat sebelumnya.


Jadi tolong berlapang dada menerima endingnya nanti🙏.


See you...

__ADS_1


__ADS_2