
Aku gak sadar sudah menjelang sore aku harus buru-buru pulang Ava sendirian di rumah", ujar Aydan sambil berlari kecil.
"Oi!! Kak Aydan!!", panggil seseorang yang tak terdengar asing di telinga Aydan.
Merasa terpanggil Aydan berjalan mendekati sosok yang memanggil nya.
"Arsyid? Kamu ngapain di sini?", tanya Aydan berlari mendekati Arsyid.
"Ah, kakak aku habis jalan-jalan", jawab Arsyid tiba-tiba gagap seakan menutupi sesuatu.
"Jalan-jalan? Sendiri atau ada orang lain?", tanya Arsyid lagi.
"Itu-" "ARSYID AKU SUDAH SELESAI AYO LANJUT JALAN", seru seorang cewek yang tengah berlari ke arah Arsyid.
Keringat bercucuran Arsyid semakin gelapapan menatap Aydan kosong.
"Ayo eh AYDAN", kaget cewek itu sepertu orang yang sudah kenal lama Aydan.
"Kamu siapa?", tanya Aydan menatap pasangan di depan nya dingin nan angkuh.
"A-aku bisa jelaskan kak", kata Arsyid ketakutan dan kaki nya bergemataran tak henti.
"Mau jelaskan apalagi? Udah gak ada yang bisa di jelaskan lagi bukti sudah ada akan ku laporkan kau ke ayah dan bunda", kata Aydan sambil mengangkat kepala nya tinggi dengan sombong nya tersenyum licik.
__ADS_1
"Kau sendiri ngapain dan habis darimana? Ava mana?", tanya Arsyid mengganti topik.
"Ava di rumah kaki nya terkilir dan aku habis check up di rumah sakit ganti resep obat mana ngantri panjang lagi", jawab Aydan dingin.
"Begitu ya kalau gitu aku pamit ya kak", pamit Arsyid namun ia tiba-tiba di cegat oleh Aydan sambil tersenyum yang bagi Arsyid itu seperti senyum psikopat.
"Kau pikir bisa melarikan diri pake cara murahan seperti itu? Jangan mimpi", kata Aydan menatap Arsyid seakan Arsyid mangsa buruan nya yang perlu di santap sekarang.
"Ampun kak", mohon Arsyid namun Aydan seperti tidak mendengar atau lebih tepat nya pura-pura tuli bahasa nya.
"Tidak ada pengampunan bagimu orang sepertimu perlu di bantai hingga ke akar-akar nya", ujar Aydan sambil mengunci pergerakan Arsyid di tangan nya.
"TIDAK", teriak Arsyid kesakitan karena kekuatan Aydan cukup kuat untuk mematahkan leher Arsyid. Bukan itu saja saat ini Arsyid maupun Aydan menjadi tontonan warga sekitar yang berlalu lalang di jalan itu.
"Yah, aku memang gak mau bilang karena masih tahap awal", gumam Arsyid sambil mengelus leher nya yang sakit dan hampir patah akibat Aydan mengunci pergerakan nya di leher lagi ia di kunci mana lagi pake ketiak Aydan yang bau menurut Arsyid.
"Udah lanjut sono jalan-jalan nya aku mau pulang Ava sendiri tadi ku tinggal kemarin-kemarin juga begitu malah aku tinggal dia sampai larut malam", kata Aydan merasa bersalah.
"Hah?! Memang kakak habis darimana kemarin-kemarin? Kok sampai larut malam begitu?", tanya Arsyid dengan nada tinggi.
"Ar shtt", bisik Fatiha mengisyaratkan untuk tenang.
"Gak papa kok soal pertanyaanmu tak bisa ku jawab sekarang mungkin nanti udah ya hari makin gelap aku duluan ya kalian juga pulang jangan sampai malam", kata Aydan bangkit dari kursi nya dan segera pergi meninggalkan kafe tempat mereka nongkrong barusan.
__ADS_1
"Kak? Kakak!! Tunggu!!! Jawab pertanyaanku!! Kakak!!!", teriak Arsyid namun Aydan terus berjalan hingga hilang di balik orang-orang banyak kerumunan.
"Suatu saat kita pasti mendengar jawaban nya", ujar Fatiha menenangkan Arsyid.
"Iya aku akan sabar menunggu hari itu tiba", kata Arsyid menatap orang-orang di kerumunan itu.
"Ayo pulang saja", kata Arsyid dan Fatiha mengiyakan. "Ya ayo"
Di rumah
"Aku pulang", Aydan membuka pintu rumah sepi, hanya itu mengganbarkan isi rumah yang ia tinggali bersama Ava sama seperti hati nya saat ini sepi, kosong tak ada yang mengisi kekosongan hati nya itu bahkan istri nya juga tak bisa.
"Lalu aku harus apa?", pikir Aydan langsung ambruk di atas ranjang kamar nya.
Sisi lain kamar Ava
Gadis itu tetap tidur pulas. Dua insan ini pun tertidur pulas di kamar masing-masing tanpa tahu keadaan satu sama lain.
bersambung..
Segini dulu ya semoga suka ya itu aja ok?
Jangan lupa vote dan komen juga terus support ya.
__ADS_1