Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 23


__ADS_3

Pada nungguin gak sama kelanjutan kisah cinta Ava dan Aydan aka R****?. Aku dah spoiler nama Aydan sebenar nya walau masih ku sensor wkwkwkwk🤣🤣🤣.


Jadi sudah ada yang bisa menebak nya nama asli Aydan?


Demi kalian aku buat panjang supaya berpuas-puaslah membaca dan cerita lainnya tetap masih update kok hanya saya masih fokus dengan cerita ini jadi mohon maaf jika cerita lainnya di undur atau lambat update nya ya di mohon pengertian nya juga saya juga manusia kok.


Selamat membaca....


"Sebenar nya kalian mau membawa gue ke mana? Kok jauh amat tempat makan nya?", tanya Ava saat melihat dari kaca jendela mobil yang meninggalkan pusat kota sedari tadi.


"Ada deh lihat saja karena tempat ini sudah kani pesan khusus buat lo Ava sampai lo gak bakal melupakan acara makan bertiga kita", jawab Fera.


"Betulkah? Makasih ya kalian memang the best gue forever", kata Ava dengan raut wajah yang begitu gembira.


"Sans aja Va, kita kan sahabat", kata Fera sambil menepuk pelan pundak Ava.


"Benar sayang bentar lagi kita sampai jadi tunggu aja", kata Delvan sambil melirik Ava sembari mengemudi kan mobil.


"Oke gue tidur bentar ya kalau sampai bangun kan saja", kata Ava sambil bersandar di kursi mobil.


"Iya tidur aja tenang saja kami bangun kan kok", kata Fera sambil mengelus kepala Ava dengan lembut.


Akhir nya Ava tertidur dengan pulas di dalam mobil.


"Sudah tidur?", tanya Delvan yang memerhatikan nya dari kaca.


"Iya", jawab Fera yang sudah agak menjauh dari Ava.


"Apa kita masih perlu ke sana?", tanya Delvan.


"Masih rencana kali ini harus berhasil mumpung Ava tidak sedang di awasi atau Aydan tidak ada di sisi nya ini memang kesempatan paling bagus melakukan nya", jawab Fera sambil menyeringai.


"Baiklah kita ke kafe dan setelah itu membawa hama ini pergi dari kita selamanya dia sudah tidak ada guna nya", kata Delvan sambil tertawa.


"Sst, kecilkan suaramu lo hampir membangunkan nya", kata Fera sambil meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya.


"Baik-baiklah gue diam lagian hama ini pede banget sih gue mau nikah sama dia kalau sudah cerai sama Aydan idih maaf saja gue gak suka barang bekas milik orang lain najis", kata Delvan sambil menatap begitu jijik Ava yang tertidur pulas.


"Benar, lo benar sekali sayang gue lah yang paling sempurna di antara para siswi sma Prima", kata Fera sambil menatap wajah Ava begitu sangat rendah dan dengan angkuh nya sembari membelai dengan lembut rambut Ava yang harum nan panjang itu.


"Jika kita memberikan kepada om-om itu di bar pasti mereka tidak akan menolak nya karena paras Ava lah yang mampu menandingi kecantikan gue selama ini jika tidak bagaimana mungkin Ava bisa menjadi primadona sekolah selama ini kan? Ava lo beruntung sekali selama ini telah mencapai dan mendapatkan segala nya yang ada tapi setelah hari ini ava ku sayang tak lama lagi hidup keberuntungan mu sudah lenyap dan hilang tak ada lagi Ava sang cahaya sekolah atau apa pun itu hanya tersisa rasa malu yang tiada habis nya di sisa hidup mu saking malunya lo tidak mau ada di dunia ini lagi juga setelah ini hanya ada nama Fera yang di kenal di sekolah sebagai cahaya dan primadona sekolah sma Prima hahahaha terima kasih sahabatku, Ava lo telah membantu gue meraih puncak tanpa memulai dari awal lagi hanya perlu menjatuhkan dirimu sampai tidak akan bangkit lagi", gumam Fera dengan mood sangat senang.


"Say, lo merasa sangat bahagia", kata Delvan yang sedari tadi memerhatikan gerak gerik Fera  dari kaca.


"Sangat bahagia fokus saja menyetir kalau boleh lebih cepat kita harus segera menyelesaikan sesuai janji dan rencana yang sudah di tetap kan", kata Fera serius sambil memperbaiki posisi duduk nya.


"Siap laksanakan sayang ku", kata Delvan sambil mempercepat mobil nya sampai ke tujuan.


Sesampai nya di tujuan


"Ava", panggil Fera sambil menguncang - guncang kan tubuh Ava.


"Hm? Dah sampe?", tanya Ava sambil mengedip kan mata dan mengucek nya.


"Sudah ayo Delvan sudah memesan nya kita tidak boleh terlambat dan membuat pacarmu menunggu kan? Maka ayolah", kata Fera sambil menarik tangan Ava keluar dari mobil.


"Iya ayo Fera yey nakan", kata Ava sambil keluar dari mobil bersemangat.


Di paling atas kafe


"Hm?"


"Ada apa lagi? Cepat makan", ucap si cowok saat sadar si cewek tidak memerhatikan nya.


"Itu- bukankah Ava dan Fera? Ngapain mereka di sini? Jauh amat dari pusat kota",  jelas si cewek sambil menunjuk ke arah bawah jendela.

__ADS_1


"Lo benar itu mereka ngapain lagi mereka?", tanya si cowok yang ikut melihat ke bawah jendela.


"Nafsu makan gue hilang sekarang yang ada hanya lah nafsu berita seperti nya ini lebih besar lagi ketimbang kejadian kemarin", kata si cewek dengan semangat berapi - api.


"Tunggu apa lagi ayo dekati meja mereka kita makan di sana sambil mendengar kan gosip terbaru ini benar - benar mendebar kan hati ku", kata si cowok sambil mengusap - usap kedua telapak tangan nya tidak sabar.


Segera si cowok memanggil pelayan meminta untuk pindah tempat.


Awal nya si pelayan menolak namun si cowok mengancam nya.


"Oh? Gak mau? Pilih mana di pecat atau di berikan bonus?", tanya si cowok dengan menatap si pelayan dingin.


"Saya akan memidahkan semua nya tuan silakan lewat sini", kata si pelayan agak ketakutan.


"Bukankah lo terlalu keterlauan?", bisik si cewek.


"Keterlauan? Jadi lo gak mau mendengar berita mendebar kan ini?", tanya si cowok penuh intimidasi.


"Mau dengar kok serah lo deh mentang-mentang anak pemiliki kafe lo semena - mena nya di sini", kata si cewek sambil membuang muka dari si cowok.


Si cowok malah cengar - cengir sambil mengacak - acak rambut si cewek dengan gemas nya.


Akhir nya mereka pindah tempat yang terjangkau supaya bisa mendengar percakapan dan gerak - gerik trio itu.


"Yakin bisa kalau di sini?", tanya si cewek memastikan lagi.


"Iya kok toh ada cctv juga jadi jika mereka sampai melakukan sesuatu kita bisa melihat nya dari layar video ini dan bisa di jadikan barang bukti nanti", kata si cowok santai.


"Tuh sudah di mulai", tambah si cowok saat video itu mulai memperlihat kan Ava, Delvan, dan Fera.


Di sisi Ava, Delvan, dan Fera


"Nah ayo Ava kita makan - makan sepuas nya hari ini", kata Fera saat sampai.


"Ayo sayang makan banyak hari ini pacarmu yang ganteng ini yang akan membayar nya", kata Delvan dengan lahap nya makan semua makanan nya.


"Ini untuk Ava tercinta, tersayang, termanis, dan tercantik di dunia nih makanlah", kata Fera sambil membawa mapan berisi makanan yang di pesan khusus untuk Ava seorang.


"Kalian gak makan ini?", tanya Ava sambil menunjuk mapan makanan nya yang full.


"Enggak ini kami pesan khusus untuk mu Ava seorang kami yang ini aja sudah cukup", jawab Fera sambil menunjuk makanan yang di depan nya saat ini.


"Benar makanlah sayang baik itu buat kesehatan mu banyak mengandung gizi nya kok", kata Delvan.


"Terima kasih kalianlah yang the best deh jadi gue akan memakan nya demi kalian juga", kata Ava smabil menyuapi diri nya.


"Bagaimana?", tanya Fera dan Delvan menanti.


"Enak gue mau lagi ini sangat enak", kata Ava seperti orang mabuk saja.


"Iya makanlah makan yang banyak", kata Fera dengan senyuman yang terukir sinis.


Di sisi duo misterius


"Ada yang aneh di sini?", gumam mereka berdua saat melihat kondisi Ava yang tidak biasa nya.


"Telpon Aydan jaga - jaga saja jika terjadi sesuatu", kata si cowok.


"Lo benar buat jaga - jaga", kata si cewek.


Dan mereka pun berusaha menghubungi Aydan.


Di sisi Ava


"Kok gue merasa kantuk ya?", tanya Ava sambil menguap.

__ADS_1


"Ngantuk kali", jawab Delvan sambil menyeringai.


"Mungkin iya", kata Ava lalu tiba-tiba ia tertidur.


"Bagus obat nya sudah bekerja ayo kita juga bergegas menyingkirkan hama ini jauh - jauh", kata Delvan tersenyum menang.


"Iya ayo bantu gue membawa nya ke mobil", kata Fera.


...Hari itu tidak gue sangka - sangka semua nya berubah dalam sekejap dan gue sangat - sangat menyesali semua atas kebodohan gue selama ini lebih mempercayai Fera dan Delvan daripada orang yang selama ini setia dan selalu ada buat gue selama ini senyesal - nyesal nya ketimbang merasa malu gue menyesali nya...


...Seperti nya kata maaf saja tidak cukup tapi apakah gue memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki semua nya lagi?...


...Aydan, terima kasih karena engkau telah datang menolong gue lagi maaf sudah mengecewakanmu selama ini...


...Maaf...


...~Ava~...


"Ayo bawa hama ini ke tempat mereka sebelum ada yang melihat", kata Delvan.


"Iya ayo bantu gue setelah ini hama ini tak akan menganggu kita lagi hahaha", kata Fera sambil membopong tubuh Ava menuju mobil.


Dan setelah itu mereka pergi ke lokasi selanjutnya.


Di sisi dua orang misterius


"Ikuti mobil tadi jangan sanpai mereka tahu kita mengikuti nya", titah si cowok.


"Baik"


Mobil yang di kendarai Delvan akhir nya sampai di bar tempat di janjikan.


"Mana gadis nya?", tanya si om.


"Ada di mobil ambil saja mana bayaran nya?", kata Fera.


"Ada nih ambil aja sana pergilah kami akan bersenang-senang dengan gadis itu", kata si om sambil tertawa sangat puas.


"Iya-iya ayo kita pergi tidak ada lagi penganggu hahahaha", kata Delvan.


"Iya ayo hahahaha oh ya om jangan lupa foto ya lalu kirim ke gue", kata Fera tersenyum licik.


"Tentu saja nona", kata si om.


Setelah itu mereka pergi dan tersisa hanyalah tiga om itu dan Ava.


Sementara itu


"Kalian kehilangan jejak? Astaga cari mobil itu apapun terjadi", kata si cowok marah setelah itu ia mematikan ponsel nya.


"Apa ava akan baik-baik saja?", tanya si cewek.


"Tidak usah mencari lagi gue tahu di mana mereka Billy dan Rima"


Betapa terkejut nya mereka saat melihat sosok yang mereka telpon tadi tiba-tiba muncul di belakang mereka.


"AYDAN"


Bersambung..


Jangan lupa vote dan komen ya juga share ke teman atau sosmed kalian yang lain.


Gak penasaran lagi kan soal identitas duo stalker ini kan? Atau tambah penasaran kenapa orang sakit macam Aydan/R**** muncul? Jawaban nya ada di next chp/eps ya.


Thank you dan jangan lupa follow ig ku:

__ADS_1


Friska_pikachan


See you


__ADS_2