Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 40


__ADS_3

Maaf lama update ya saya sedang memikirkan konflik akhir cerita dan terima kasih sudah menunggu update cerita ini.


Selamat membaca....


Sejak hari itu Ava dan Richard semakin dekat namun perasaan Ava tidak tenang karena kondisi Richard semakin memburuk.


"Richard ke rumah sakit ya aku khawatir loh", kata Ava khawatir melihat Richard  yang sering muntah darah dan beberapa kali pingsan.


"Tidak ada gunanya", kata Richard. Raut wajah Richard tidak baik-baik saja dan ia sangat pucat.


"Kamu harus sembuh kau janji bakal hidup aku juga gak bakal pergi kok", kata Ava benar-benar khawatir kondisi Richard dan laki-laki itu hanya tersenyum tipis.


"Kau juga sama kali akhir-akhir ini mual-mual terus", kata Richard mengubah topik pembicaraan.


"Ih, jangan mengalihkan topik", kata Ava sambil menggembungkan pipi seperti anak kecil.


Richard tersenyum jahil sambil berjalan mendekati Ava.


"Jangan-jangan olahraga akhir-akhir ini membuahkan hasil", bisik Richard yang membuat wajah Ava memerah dan berbalik arah keluar kamar mandi dan Richard tertawa kecil namun tak berselang lama Ava masuk lagi.


"Kenapa?", tanya Richard dan melirik Ava yang muntah lagi.


"Dibilangin juga tapi ngeyel bilang gak mungkin. Ya udah, ayo ke rumah sakit", kata Richard dan Ava pun mengangguk.


Di rumah sakit


"HAH?! APA?! HAMIL?! SAYA DOK?!", seru Ava kaget.


"Ehem, iya dek Ava hamil", jawab dokter Anna, istri dokter Viro.


"Lalu anak satu ini kau bagaimana? Keadaanmu semakin buruk apa kau mau meninggalkan istri dan calon anakmu? Aku mengatakan ini karena kau punya tanggung jawab besar dan jangan berpikir menyerah lagi. Jadi, apa keputusanmu Richard? Waktumu hanya tersisa setahun", jelas dokter Viro.


Tentu Ava terkejut mendengar sisa waktu Richard. "K-kenapa kau gak bilang?! Jawab gue!!", seru Ava tiba-tiba berdiri sambil menangis menatap lekat Richard.


"Tentu saja ada cara Richard sembuh total dia harus melakukan operasi tapi anak ini selalu menolak dan malah mau mendonorkannya pada Aydan", kata dokter Viro.


"Kau harus melakukannya Richard kau sudah janji ku tunggu diluar kita lanjutkan pembicaraan di rumah", kata Ava dan keluar dari ruangan itu.


"Ava itu sensitif karena sedang hamil dan ingat Richard kau tidak sendiri tolong kali ini berbahagialah", pinta dokter Viro.


"Akan ku usahakan dok dan terima kasih", kata Richard pamit.


"Aku harap Richard bahagia aku juga sangat menyayangkan Zidan", kata dokter Viro.

__ADS_1


"Zidan ya, iya juga anak laki-laki itu meninggal karena penyakitnya padahal dia bisa sembuh namun ia menyerah karena dibuang oleh keluarganya seharusnya aku lebih menyayanginya sebagai ibu angkatnya", kata dokter Anna sambil menggingat sosok Zidan dalam ingatannya.


"Aku juga"


Di rumah


"Jelaskan semuanya Richard", kata Ava tegas dan Richard mau tak mau menjelaskan semuanya, semuanya tak terkecuali.


"Bisakah kau membatalkannya? Aku gak butuh lagi kontrak itu", kata Ava.


"Itu gak bisa dibatalkan lagi", jawab Richard serius.


"Jadi, kau mau menyerah? Kau mau menyerah hidup?! Walau orangtuamu gak menganggapmu tapi kau masih punya Arsyid, aku, teman-teman yang lain terutama calon anak kita jadi ku mohon jangan menyerah begitu saja. Kalau kau memilih menyerah aku juga gak sudi hidup", kata Ava namun tiba-tiba Richard ******* bibir Ava.


"Diam atau aku akan melakukan lebih dari ciuman", ancam Richard dan Ava pun terdiam.


"Tapi kau harus sembuh", kata Ava keras kepala.


"Iya-iya cerewet amat tapi kau hamil gini jadi berhenti sekolah gak apa? Sekolah gak izinin murid yang hamil", kata Richard.


"Aku gak masalah toh kau juga gak berhenti sekolah aku gak bakal sabar melihat dirimu versi junior hehe", kata Ava sambil bertingkah manja.


"Tapi aku maunya mirip kamu sayang", kata Richard sambil mengecup kening Ava.


"Wah gila isi juga tapi sayang sekali Ava berhenti sekolah gara-gara lo Richard", kata Rima sambil menatap kesal Richard.


"Jadi lo senang atau kesal?", tanya Billy. "Dua-duanya ahaha", jawab Rima sambil tertawa receh.


"Selamat ya bro/kak", kata Billy dan Arsyid.


"Akhirnya keponakan lucu nanti aku aja yang jaga", kata Arsyid bangga namun tiba-tiba kepalanya digetok.


"Kenapa kak?", tanya Arsyid sambil memegang kepalanya yang benjol.


"Kalo lo yang jaga entar lo sendiri yang nangis gak ingat lo waktu kita jalan-jalan ke panti asuhan lo nangis pas jaga bayi disana", kata Richard.


"Itu dulu sekarang beda tapi kak ayah dan ibu udah tahu?", tanya Arsyid.


"Gak tahu aku gak akan mengatakannya aku gak mau anak itu tumbuh sepertiku", kata Richard.


"Nanti pulang sekolah kami datang ya mau lihat si ibu muda", kata Fatiha.


"Setuju"

__ADS_1


Sepulang sekolah mereka datang ke rumah Richard dan Ava.


"Ava kami datang", kata Rima langsung masuk begitu saja.


"Kok bisa lu suka cewek kek Rima Bil?", tanya Arsyid.


"Tahu juga", jawab Billy enteng.


"Njir", kata Arsyid.


"Gue senang lo semua datang maaf ya gue gak bisa ikut nimbrung seperti dulu", kata Ava.


"Sellow aja", kata Fatiha.


"Eh lo tahu gak Va di sekolah tadi...", kata Rima dan Ava juga ikut-ikutan dan Fatiha pun begitu.


"Dasar cewek kalau ketemu pasti menggosip", gumam Billy.


Mereka menghabiskan waktu hingga sore hari dan mereka pun pamit pulang dan berjanji akan datang terus.


Beberapa bulan kemudian


"Apa lo tahu dimana Ava?", tanya Fera ke salah satu orang yang lewat.


"Gak"


"Gitu ya baiklah", kata Fera dan cewek tadi pergi.


"Kenap sayang?", tanya Delvan sambil memeluk Fera dari belakang.


"Itu si Ava udah beberapa bulan gak kelihatan padahal gue mau balas dendam", kata Fera.


"Gimana kalau kita sewa murid mendekati mereka? Mungkin kita akan dapat informasi", saran Delvan dan Fera pun setuju.


Tak butuh waktu lama mereka menemukan orang yang mendekati teman-teman Ava.


"Ingat ya lo harus melaukannya dengan baik kalau gak gue bakal buat hidup lo sengsara", ancam Fera dan cewek itu mengangguk paham.


Dan yah rencana itu berhasil...


Bersambung..


Inilah puncak konflik menuju ending dan yah ini tidak akan lama lagi jadi apapun endingnya itu sudah ku pertimbangkan.

__ADS_1


See you...


__ADS_2