Suamiku Overprotektif(tamat)

Suamiku Overprotektif(tamat)
episode 38


__ADS_3

WARNING 🔞 ⚠️⚠️⚠️


"Besok lo bisa beraksi disaat gue membawanya ke tempat sepi paham?", kata Fera sambil memberikan uang imbalan yang berjumlah besar.


"Nanti gue tambahin berkali-kali lipat setelah lo selesai bermain dengannya", tambah Fera.


"Tentu saja saya akan bermain dengannya sampai puas", katanya dan Fera tersenyum(smirk).


Kembali ke waktu Ava sewaktu pulang sekolah.


Mereka menghabiskan waktu berjalan-jalan dan bersenang-senang bertiga namun sedaritadi Ava merasa diikuti.


"Kok rasanya kita diikuti?", tanya Ava was-was tidak tenang daritadi walau Fera sudah menenangkannya tapi tetap aja.


"Hanya perasaan lo udah ayo ikut gue ke tempat selanjutnya", kata Fera dan menggandeng Ava ke tempat selanjutnya.


Disisi lain kediaman Verol


"Eh? Pesan Billy?", Arsyid bingung ada pesan masuk dari Billy dalam keaadan ia terkunci dalam kamar.


"Gue gak bisa hubungi Richard tolong Ava dalam bahaya cepat kasih tahu Richard mereka akan menghancurkan Ava hari ini urgent ni gue gak bisa bertindak berdu sama Rima kami butuh kalian gue udah hubungi Fatiha dia akan datang ke rumah lo jemput sama abangnya"


"Gue harus gimana? Gue gak bisa keluar mana lagi kakak dikurung gimana gue keluarin dia?", pikir Arsyid kalang kabut.


Terdengar bel berbunyi dan Arsyid yakin itu Fatiha.


"Gawat gimana nih?", gumam Arsyid sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.


Tak lama kemudian pintu terbuka dan muncul Fatiha bersama Freza, abang Fatiha.


"Dimana Aydan?", tanya Fatiha dan seketika tubuh Arsyid membeku.


"Kenapa nyari gue?"


Suara yang tak asing Arsyid mendongak kepala menatap Richard yang memakai hoddie dan masker serta kacamata.


"Napa pakaian lo kek gini? Pakai kacamata dalam rumah lagi", hardik Fatiha sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Ada masalah?", tanya Aydan dingin dan seketika semuanya terdiam.


Arsyid hendak menanyakan apa yang terjadi namun mulutnya di sumpel biskuit oleh Aydan.


"Ava dalam bahaya ayo ikut aku", kata Fatiha sambil keluar rumah Verol.


"Kak bagaimana bisa?", tanya Arsyid masih terkejut.


"Kedatangan Fatiha dan abang Freza jadi mereka mengeluarkan gue dan mengobati gue walau masih ada bekasnya", jawab Aydan dan Arsyid terdiam.


Mereka pun bergegas cepat menyusul ke lokasi.


Disisi Ava


"Kita mau kemana eh?", Ava melihat sekelilingnya yang merupakan bangunan kosong.


"Kita mau apa disini?", tanya Ava dan tiba-tiba Fera mendorong tubuh Ava ke belakang dan sosok yang mengikuti mereka menangkap tubuh dan mengunci pergerakan Ava supaya gak melawan.


"Jadi kalian selama ini manfaatin gue?!, seru Ava marah.


"Iblis'', gumam Ava tapi masih bisa di dengar oleh Fera.


"Terserah lo Ava dan juga gue selama ini pacaran sama Delvan dan demi rencana gue hari ini berhasil gue ngenalin Delvan dan menggoda lo juga merusak hubungan lo dengan Aydan", jelas Fera sampai Ava tak bisa berkata-kata.


"Ayo bermain denganku manis", bisik lelaki itu dan menyeret Ava masuk ke dalam bangunan kosong itu.


"Bye"


"FERA GUE SUMPAHIN LO GAK BAKALAN BAHAGIA DAN MEMBAYAR ATAS PEMBUNUHAN YANG UDAH LO PERBUAT", teriak Ava dan tidak di gubris oleh Fera.


Fera berjalan pergi meninggalkan tempat itu sambil menggandeng tangan Delvan dengan sangat mesra.


Di dalam gedung di sebuah kamar lelaki itu membuka baju Ava secara paksa.


"MENJAUH DARI GUE BRENGSEK", seru Ava sambil memberontak namun lelaki asing itu tampak gak peduli.


Lelaki itu mendekat dan terus mencumbu semua sisi di tubuh Ava.

__ADS_1


Ava menyesal dan sedih sudah tidak mendengar kata-kata papanya terutama kata-kata suaminya, Richard. Ia sudah menjadi istri yang durhaka dan wanita yang kotor. Ia sedih tubuhnya yang suci telah di nodai oleh orang asing bukan suaminya. Ava berharap Richard datang menolongnya.


Dalam keputusaannya tiba-tiba pintu di dobrak oleh seseorang dan lelaki itu ditarik dari atas tubuh Ava dan dihajar habis-habisan oleh orang itu.


Setelah dihajar habis-habisan dan lelaki itu mencari celah melawan dan karena kondisi tubuh orang yang menyelamatkan Ava linglung lelaki itu membalasnya dan melarikan diri.


"T-terima kasi-h", kata Ava dan ia terkejut ternyata yang menyelamatkannya adalah Richard.


"R-richard?", kata Ava memastikan dan Richard berjalan mendekati Ava yang berada di atas kasur.


Richard mengusap airmata Ava dan matanya turun ke tubuh Ava yang sudah ada bekas lelaki asing tadi. Rasanya ada yang terbakar di lubuk hati Richard.


"Dia yang melakukannya?", tanya Richard dingin dan Ava menganguk kecewa karena bukan Richard yang melakukannya.


"Boleh aku melakukannya sekarang? Aku sangat marah lelaki itu melakukannya padamu", kata Richard sambil naik ke atas kasur dan menatap Ava sangat lekat.


Ava terdiam seribu bahasa tanpa menunggu jawaban Ava Richard langsung menyerbu dan ******* bibir Ava dan mencumbu semua sisi tubuh Ava.


"Setelah ini lo gak bisa hidup normal sayang dan maafkan aku untuk semua", bisik Richard.


Lagi-lagi Ava hanya mengangguk dan membiarkan Richard melakukannya dan ia hanya menerimanya. Iya, Ava sudah benar-benar pasrah dan tubuhnya sudah merasa lemas.


Richard membuka bajunya dan menculuti Ava dengan lembut namun membara.


Ava merasa ada sesuatu bagian tubuhnya tersentuh dengan bagian Richard.


Mereka melakukan itu cukup lama sangat lama hingga Ava benar-benar sudah gak peduli apa yang akan terjadi ke depannya.


"WOI KITA KESINI MENYELAMATKAN AVA KENAPA LO MALAH UNBOXING AVA HEH LAKUIN ITU DI RUMAH LO JANGAN DISINI AYO KELUAR BIKIN MALU AJA"


Ava merasa malu karena kepergok oleh teman-temannya sudah melakukan hal yang diluar nalar mereka sedangkan Richard hanya menatap datar Billy yang berteriak dan berdecak kesal.


Bersambung...


Aku ngetik ini beberapa kali gak percaya jika aku yang mengetiknya  dan gila sendiri(baper) ada-ada aja aku ini.


Oke see you...

__ADS_1


__ADS_2