
Kirito menemui anggota Dewan Serikat Dunia Manusia di Central Cathedral—saat ini seorang pelatih—dan menjelaskan situasinya. Ronye yang menemaninya ke kantor keamanan juga diijinkan bergabung di meja bundar untuk kali ini saja.Itu adalah Wakil-Prime Swordsman yang pertama memecah keheningan di aula pertemuan dilantai 50 itu.
“…jadi dimana goblin gunung itu, Oroi-san?”
“Oh, aku membawanya kesini dari bangunan penjaga dan dia meminta untuk berdiam di ruangan yang kosong di lantai 4, pintunya juga dijaga. Tetapi itu mustahil… ”
Memperlihatkan ekspresi yang berkerut pada Kirito, Asuna membalasnya dengan ekspresi yang sama.
“Sampai insiden ini selesai, itu memang tak bisa dihindari.”
Dari sisi lain meja bundar, Dusolbert berkata.
“Jadi kalian berdua yakin kalau goblin itu bukan tersangka pembunuhan?”
“—aha ya, aku berpikir begitu.”
Kirito mengangguk dan menaruh kedua sikunya di atas meja.
"Melakukan perjalanan dari Dark Territory ke Dunia Manusia adalah apa yang dilakukan Serikat Dewan Manusia sebagai proyek pertukaran dengan dua dunia. Saat melewati ‘Gerbang Besar Timur’, para pendatang diharuskan untuk mematuhi larangan. Itu hanya aturan yang mudah. Dilarang membunuh, mencuri, dan melukai, tapi nama komandan pasukan kegelapan masih jelas terpampang disana. Dengan kata lain, jika Oroi masih terikat dengan ‘Hukum Terkuat’, berarti Dark Territory telah melanggar ketentuan dan membunuh petugas kebersihan penginapan itu…”
“Mata kanannya akan langsung terasa terbakar.” Itu adalah knight Fanatio yang melanjutkan kalimatnya.
Orang-orang yang duduk di meja bundar mengiyakannya.Setiap orang yang hidup di Underworld, baik itu manusia atau setengah manusia, ada segel yang disebut “CODE 871”. Itu adalah hal terburuk karena dapat menyebabkan kesakitan yang amat sangat di mata kanannya ketika mencoba melanggar aturan dan akan menyebabkan bola matanya lenyap tanpa bekas.
Ditempat pertama, orang biasa yang belum pernah melanggar hukum. Ronye sendiri mengetahui ketidak masuk akalan dari ‘Taboo Index’ dan ‘Hukum Kekaisaran Fundamental’.
Namun meskipun begitu, tidak pernah mencoba melanggarnya. Memegang teguh pemikiran atau aksi dan ketika mata kanan hancur, hanya ada 3 orang yang terkonfirmasi mengalaminya dari seluruh sejarah Underworld selama 300 tahun.Dan tidak ada yang terjadi diantara kedua mata goblin gunung itu. Ronye memperhatikannya.
“…bagaimanapun,”
Suara yang berasal dari Integrity Knight Renri.Pemuda yang ingin menikahi Tieze, knight muda, yang sedang menunggu jawaban apapun yang terjadi. Dia duduk dengan ekspresi yang terlihat depresi dan beragam raut wajah lainnya.
“Pembunuhan adalah pelanggaran terbesar bagi siapa saja tak ayal bagi Oroi. Karenanya kita,Integrity Knight yang memberikan kebenaran hukum, walaupun kita tidak bisa mengambil andil dalam total kerugian hidup manusia yang tidak berdosa. Itu berarti…jika ada orang lain selain Oroi yang membunuh petugas kebersihan penginapan itu, orangnya adalah….”
“—orang yang telah menghancurkan segel mata kanannya.”
Kirito sedikit merenggut dengan senyum pahit diwajahnya.
“Ironisnya, jika kita memiliki “Dewan Pengurus Gereja Otomatis” yang masih ada, kita pasti bisa mendeteksi pelakunya saat ini juga”
Asuna menggelengkan kepalanya.
“Tidak, aku tidak pernah mengandalkan system yang kejam seperti itu.”
Dewan Pengurus Gereja Otomatis, pendahulu dari Dewan Serikat Dunia Manusia, yang diperintah oleh Gereja Axiom yang terdiri dari lusinan pendeta tingkat tinggi tanpa kehidupan dan kesadaran manusianya yang telah lama menjadi alat untuk mencari orang yang melanggar hukum, dengan kata lain, mereka adalah manusia pendeteksi. Setelah perang,sacred art yang disebut “Pengurus Gereja” telah dibatalkan, tetapi mereka bangkit menjadi hantu setelah tidur selama beberapa hari tanpa mengembalikan kesadarannya.
Sambil mengingatnya, Kirito membalas setelah menarik napas berat.
“Oh ya. Benar. Ngomong-ngomong, aku merasa terganggu dengan keanehan ini.”
“Apa maksudmu?”
Bola mata hitamnya mengarah ke Fanatio.
“Gimana ya jelasinnya…? Waktu dulu, hanya ada 3 orang yang telah menghancurkan segel mata kanan, dan alasan mereka bukan hanya karena membunuh saja. Ada juga penyebab atau situasi yang membuatnya seperti itu. Jika tiba saatnya, begini, penjahat, dan korban yang mengalami…simbol kejahatan yang absolut pasti telah hancur juga,”
Kirito melanjutkannya sambil melihat seberkas dokumen di meja.
“Tetapi, si pembunuh dari petugas kebersihan yang bernama Yazen itu sepertinya bukan orang yang dapat menyebabkan dendam bagi seseorang. Selama beberapa tahun dia tumbuh menyendiri di daerah bangsawan, lalu bekerja di penginapan setelah dilepaskan tahun lalu, dan itu kelihatannya tamu dari Dark Territory menerima perlakuan yang baik tanpa adanya diskriminasi. Walaupun itu Oroi, saksi bilang bahwaYazen mengenalnya.”
“Dengan kata lain, dalam kasus Yazen-san ini mustahil untuk semua orang…untuk melatih
__ADS_1
kekuatan yang tidak terhingga, benar?”
Kirito mengiyakan pernyataan Asuna.
“Lebih tepatnya…dan juga tentang senjata yang hilang itu.”
Setelah belati yang dilaporkan adalah senjata pembunuhan dari korban Yazen lenyap dari toko senjata di kantor keamanan, Kirito dengan cepat menemui para penjaga disekitar tempat itu dan segera memberi tahu Dewan Serikat Dunia Manusia. Tetapi tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Mustahil bagi penjaga Dunia Manusia menentang perintah dari perwakilan Dewan Serikat yang terkoneksi lebih jauh ke pasukan penjaga keamanan, yaitu Tentara Dunia Manusia.
Dengan kata lain, belati itu memang sudah ada di penginapan itu,lalu disimpan di toko peralatan, lalu dicuri oleh seseorang dari dalam—atau hilang begitu saja.
“Bagaimana menurutmu dengan benda itu?”
Saat Kirito melihat ke seberang meja bundar dan bertanya, Dusolbert yang menjawab duluan.
“Seperti yang tadi dikatakan, itu sejenis senjata yang kasar dengan kualitas rendah, melenyapkan nyawa dengan sekali pakai, lalu hilang, begitu kan masalahnya?”
“Tidak, itu adalah senjata dari besi. Tidak akan bisa hancur begitu saja. Aku merasa disitu ada sedikit potongan baja yang tertinggal.”
“Hmm…pastinya.”
Tiba-tiba ide muncul dipikiran Ronye saat dia melihat raksasa yang memegang lengannya dengan erangan.Cepat-cepat ia melihat ke kiri dan ke kanan meja bundar untuk memastikan taka da orang lain yang ingin berbicara, lalu dengan malu-malu ia mengangkat tangannya.
“Ya, Ronye?”
“Jadi…uh…intruktur—maksudku Dusolbert-sama, jika sebuah panah yang disiapkan untuk menembak telah mencapai batas kemampuannya, apakah Anda akan memperbaikinya dengan sacred art?”
Saat gadis itu bertanya, Dusolbert yang memang pemilik senjata panah mengangguk dengan percaya diri.
“Ya, prioritasnya akan lebih rendah daripada panah yang dibuat dari baja asli.”
“Mungkin…ada suatu kesamaan di kasus ini…belati yang digunakan tersangka adalah ‘senjata sementara’ yang dibuat dengan elemen metalik…seperti itu…”
Setelah Ronye membuka mulutnya, suasana di aula pertemuan hening sejenak.
Walaupun dia menghilangkan ucapan permulaan dari sacred art untuk memperbaiki elemen metalik, 3 titik cahaya silver muncul dibawah telapak tangannya. Lalu mereka menjadi satu dan berubah bentuk, berkilauan. Satu ujung yang bengkok dan tebal, dan satunya lagi tajam dan panjang.Itu adalah belati sederhana yang disukai para goblin, yang pernah Ronye lihat beberapa kali,
jatuh diatas meja dan mengeluarkan suara berdenting. Senjata yang tebal dan pegangan tangan yang kasar dimana banyak detil kecil-kecil yang mencuri perhatian—tetapi tetap saja,masih ada perbedaan dibandingkan dengan yang asli.
Pertama, bentuk dari dasarnya terlalu lembut. Selain itu pegangan dari senjata yang asli tertutupi kulit, dan seluruhnya terbuat dari metal, sama dengan mata pisaunya. Kalau dilihat lebih dekat, sangat jelas bahwa itu adalah elemen metalik tiruan.
Kirito mengambil belati yang ia buat itu dan berkata.
“Aku sangat tahu mengenai belati suku goblin, tingkatan ini adalah batasannya, tetapi senjata dalam pernyataan ini sangat tepat dengan apa yang Oroi pikirkian. Itu akan menjadi arti mengambil para pendeta tingkat tinggi dengan jumlah yang banyak untuk mengatasinya.”
Suara metal ‘kin’ mengakhiri kata-katanya. Kirito mengetuk belati itu dengan cahaya Incarnationnya. Itu cukup untuk membuktikan bahwa “senjata sementara” akan kehilangan life nya, maka benda itu akan pecah seperti pecahan kaca lalu menghilang.
“…jika begitu, kita mendapatkan masalah serius.”
Knight Fanatio berbisik sambil mengayunkan rambut bergelombangnya.
“Saat ini, semua pendeta level tinggi di Centoria berada dibawah perintah pasukan Dunia Manusia dan terhubung langsung dengan Dewan Serikat ini. Jadi, apakah ada pemberontak diantara mereka atau….
–ulah dari sacred art Dark Territory?"
Semuanya memahami kata-kata yang hampir terlupakan.Jika master Dark Art memaksa Centoria dan membunuh warga tidak bersalah untuk tujuan tertentu, ini adalah skenario yang salah besar jika si goblin Oroi itu yang membunuh Yazen begitu saja. Jika begitu, proyek pertukaran dari Dunia Manusia dan Dark Territory
menyebabkan perang lain diantara dua dunia ini yang telah akhirnya telah mereda ini.
“Tetapi…jika memang begitu, itu untuk apa…?”
Kirito menggumamkan sesuatu, tetapi dengan cepat ia menggelengkan kepalanya dan berseru dengan lantang.
__ADS_1
“Semuanya masih spekulasi. Disaat yang sama, kita perlu meminimalisir dampak dari kejadian ini pada masyarakat. Walaupun rumornya dicegah sebelum menyebar luas, akan sulit untuk mencegahnya dan akan terjadi kasus kedua atau ketiga…Asuna, bagaimana dengan pasukan Dunia Manusia?”
Wakil-Prime Swordsman mengangguk.
“Aku sudah bertanya pada Solterina—maksudku Komandan Selurute untuk menahan dulu pergerakan dari misi regular. Ia sudah menyetujui untuk menerimanya…tetapi disana masih dapat terlihat rumor kuat mengenai kejadian itu diantara para pendatang dari Dark Territory dan para mantan bangsawan. Ini akan menekan sementara karena kita memiliki hak perintah atas nama Dewan Serikat…”
Asuna menahan, tetapi tatapan kuat dari warna mata hazelnutnya berlanjut.
“…tetapi jika insiden yang sama terjadi lagi, perintah akan terus berdatangan dan akan menyebabkan ketidakpuasan serta ketidak percayaan kepada Dewan Serikat. Dan jika aku merasakannya dengan manipulasi ingatan insiden ini dibalik bayangan, aku akan terlihat menjadi penyebab selanjutnya."
“Ah, kalau begitu, aku juga.”
Kirito menghela napas dan mengepalkan tangannya.
“—kalau begitu, singkatnya begini hasil dari pertemuan Dewan Serikat ini. Pertama mengumumkan secara resmi bahwa pelaku dari insiden ini tidak teridentifikasi. Kedua, jelaskan sebisanya dan berikan kompensasi pada keluarga Yazen yang ditinggalkan. Dan ketiga, kerahkan dengan segala cara untuk menginvestigasi insiden ini. Keempat…kita akan berbicara secepatnya dengan pemimpin Dark Territory. Ada yang lain?”
Fanatio mengangkat tangannya dan menunjuk dengan suara yang agak malu.
“Kalau mengenai masalah waktu yang secepatnya itu, masih perlu satu bulan lagi sebelum pertemuan dengan Dark Territory. Apakah kau ingin memindahkan jadwalnya lebih cepat?”
“Tidak.”
Kirito menggeleng dan berkata dengan gaya yang biasanya.
“Aku akan pergi ke Obsidia dan bertemu Issukan.”
Ketika pertemuannya berakhir, cahaya Solus telah lenyap di sebelah barat.
Dengan terburu-buru Ronye pergi ke kandang para naga di sebelah barat Cathedral dan melambaikan tangan pada Tieze yang menjaga Tsukigaki.
“Maaf ya aku terlambat!”
Ketika mendengar suara itu, seekor naga berwarna kuning pucat mengangkat wajahnya dari padang rumput, bersuara ‘kururu’ dan berlari. Ronye menangkap badannya yang halus dan mengelus pipinya, Ronye berkata pada Tieze.
“Terima kasih, Tieze, tentu saja aku berhutang padamu.”
“Kau banyak dan banyak bicara seperti Kirito-senpai.”
Temannya yang berambut merah itu, berdiri sambil menggerakkan sedikit kepalanya, lalu merubah ekspresinya.
“Lalu…bagaimana pertemuannya?”
Mereka duduk di bangku taman yang berada di sepanjang dinding kandang naga, dan Ronye menceritakan tentang ringkasan pertemuan yang luar biasa itu.
Setelah Tieze selesai mendengarkannya dengan wajah yang kalut, ia bergumam.
“Kadang-kadang…aku merasakan firasat buruk…”
“Ya, di Dunia Manusia, dilarang saling membunuh, itu kelihatannya yang para knight pikirkan.”
“Ada beberapa orang yang memanfaatkan celah pada hukum dan ketentuan dan merusaknya sesuka hati.”
Memang. Selama ‘Pemberontakan 4 Kaisar’, kaisar yang memerintah pada saat itu mempersoalkan persetujuan dekrit yang disusun oleh Dewan Serikat Dunia Manusia yang merupakan pasukan pemberontak lama Gereja Axiom. Pengrusakan hukuman itu sangat menghebohkan, sehingga untuk menekankan dan mengarahkan pasukan dari 4 kaisar di Norlangarth, Wesdarath, Eastabarieth, dan Southacroith, tidak ada jalan lain lagi untuk membuang dekrit tersebut.
Untuk meraihnya, Ronye dan Tieze dipaksa masuk ke kastil kerajaan di Centoria Utara, dan dengan terpaksa harus saling beradu pedang dengan kaisar Kruger Norlangarth VI, yang mengejutkannya dengan memperlihatkan kekeras kepalaannya yang tiada akhir, tidak jelas apakah itu sesuai dengan kehidupan manusia.
Tieze merileksnya lengannya dan meminta Ronye merubah nada suaranya.
“Jika memang itu caranya, aku akan menjagaTsukigaki lebih lama lagi.”
“Eh? Kenapa?”
__ADS_1
Ketika Ronye melihat kea rah wajah sahabatnya, gadis berambut merah itu tersenyum dan mengatakan sesuatu yang tidak terpikirkan.
“Karena, kenapa tidak? Ikut dengan Kirito-senpai ke Obsidia?”.