Sword Art Online

Sword Art Online
Chapter 16


__ADS_3

Pagi buta pada hari berikutnya, tanggal 19 Februari.Dikandang naga raksasa di sebelah barat Cathedral, Ronye sedang mengelus leher naga kesayangannya Tsukigaki lagi dan lagi.Tsukigaki kecil mengeluarkan suara “kurururu” sambil menyipitkan matanya, ia terlihat senang walau masih setengah mengantuk.


Tak hanya pada si naga kecil, tetapi juga Tieze yang berada di arah berlawanan dengan pagar perak, menyibakkan rambut merahnya. Semalam Ronye berkata padanya kalau ia ingin tidur lebih awal, tetapi ia malah tidak bisa tidur. Sehingga dia mengobrol dengan Tieze tentang segala hal di ruang tamu.


Itu adalah permintaan aneh saat mereka mengobrol panjang tanpa kehabisan bahan pembicaraan walaupun mereka sudah lama bersama selama 2 tahun ini,sahabatnya itu memang orang yang baik. Kirito dan Eugeo juga pergi meninggalkan Desa Rulid, menuju ibu kota dan memasuki Akademi Master Pedang, menghabiskan waktu satu tahun menjadi Elite Swordsman. Selalu terasa menyenangkan jika mereka berdua sedang membicarakan tentang ilmu pedang, pertarungan, dan terkadang berbagi rahasia yang menyenangkan.


Sekarang Tieze harus memilih kehidupan dewasanya. Kalaupun nanti dia akan menerima lamaran dari Integrity Knight Renri, ataupun menolaknya, kupikir setidaknya kami tetaplah akan menjadi sahabat baik.


“…kalau begitu Tsukigaki, kurasa aku akan pergi. Dengarkan kata-kata Tieze dan jadilah anak baik”


Ronye berdiri dan naga kecilnya mengangkat lehernya dan membalas “kyuru~”


Saat mereka pergi ke gudang senjata di belakang Cathedral bersama dengan Tieze yang akhirnya menyadarinya, mesin naga versi 2 sudah siap meluncur di lapangan berbatu.Bentuknya tidak berdiri secara vertical seperti versi 1, tetapi terbaring di tanah dengan 3 kaki.Dan itu berada didalam gudang senjata. Dilihat lebih dekat, siapapun bisa melihat ujung kakinya yang tidak ada kukunya seperti naga sungguhan. ,tetapi diganti dengan roda.


Kirito, Asuna,Fanatio,dan master permesinan Sadore berdiri didekat kepalanya.Dan disana ada satu orang lagi, gadis yang terlihat seumuran Ronye menggunakan seragam gudang senjata dan berdiri di sisi naga, merapalkan beberapa sacred art dengan tangannya yang menyentuh badan mesin.


Ronye mengenali aerial element itu dan bertanya pada sahabatnya yang berdiri di samping tasnya.


“Hey Tieze, gadis itu…”


“Oh ya, itu dia. Gadis itu adalah operator lift otomatis sebelumnya.”


“Oh…dia imut ya?”


“Begitulah, tetapi ada rumor kalau gadis itu seumuran dengan Dusolbert-sama.”


“Be-begitu ya…”


Kirito yang menyadari ada 2 orang yang berhenti tak jauh darinya,ia melambaikan tangannya.


“Hey Ronye, Tieze, sebelah sini!”


“Ah…i-iya, selamat pagi!”


“Pagi!”


Mereka menjawab salamnya.


Langit masih kelihatan gelap. Mesin naga versi 2 terlihat lebih besar dari yang Ronye bayangkan. Ditambah lagi mempunyai 2 kokpit, sayap kiri dan kanannya berukuran lebih panjang dari ukuran naga asli, dan pipa dibelakangnya juga lebih besar. Panjangnya sekitar 40% lebih besar dari versi 1, sekitar 7 mel.


Apa aku benar-benar akan mengendarai ini? Aku merasa gugup, tetapi tak ada waktu untuk takut karena aku yang memutuskan untuk melakukan ini.Dan mencoba menghilangkan bayangan warna-warni di mesin versi 1 dari ingatannya, Ronye membungkukkan badannya lagi didepan Kirito dan Asuna.

__ADS_1


“Maaf kami terlambat.”


“Tidak kok, ini masih belum jam 5.”


Kirito menjawabnya dengan nada yang santai walaupun waktu telah menunjukkan pukul 4.30 pagi. Ia melihat pedang baru yang ada di pinggang kiri Ronye dan tersenyum.


“Ronye, sebagai pengawalku, aku memintamu untuk menjagaku dengan baik.”


“B-baik!”


Melindungi dengan nyawaku…ketika Ronye ingin mengatakannya, dia teringat kata-kata Asuna malam itu. Sehingga ia tak jadi mengatakannya.


“A-aku akan berusaha semampuku!”


Mendengar jawaban itu, Kirito dan Asuna mengangguk dengan senyuman.Gadis itu memberi salam pada Fanatio dan Sadore, lalu mengambil barang-barangnya yang dipegang Tieze. Karena tas dengan ukuran medium itu lumayan berat, tetapi itu akan baik-baik saja saat dimasukan ke mesin naga nanti pikirnya.


“Kirito-san, pengisian aerial elementnya sudah selesai.”


Mendengar suara dari belakangnya, Ronye dan Tieze berbalik bersamaan. Pemilik suara itu adalah gadis yang sebelumnya adalah seorang operator lift, siapapun yang melihatnya,dia saat menggunakan baju kebangsawanan, itu akan cocok dengan wajah cantiknya.


“Terima kasih Airy, kau sangat membantu.”


Gadis yang dipanggil Airy oleh Kirito itu membungkuk didepannya tanpa merubah ekspresi wajahnya, lalu ia pergi menghampiri Sadore.Tak lama setelahnya bel Cathedral telah menyenandungkan melodi tanda pukul 5 pagi.Kirito menepuk kedua tangannya dengan semangat.


Ronye membawa tasnya menuju tempat penyimpanan, dan Kirito membuka pintu kecil disisi mesin naga dan menaruh barangnya disana. Setelahnya Ronye memeluk Tieze. Walaupun mereka tidak berkata apa-apa, seolah mereka saling bertukar kalimat “sampai nanti”, “kembalilah dengan selamat.”


Setelah melepas pelukan, memandang sahabatnya dan mengangguk, Kirito meminta Ronye untuk naik duluan dengan bantuan tangga. Ia menurut dan ia pun melihatnya. Ruang berbentuk oval dengan 2 kursi. Satu didepan dan satu dibelakang.


Karena kursi belakang berdesain agak miring ke belakang, Ronye memindahkan pedangnya lalu meyandarkan tubuhnya di kursi itu. Kursinya sederhana, hanya ditutupi oleh kulit dengan desain metal, namun terbuat dari kulit tanduk sapi merah yang sangat fleksibel dan nyaman.


Setelahnya Kirito menyusul menaiki tangga, merebahkan tubuhnya di kursi depan yang memiliki bentuk lurus. Sadore memindahkan tangganya, lalu Kirito menarik pegangan pintunya, kanopi kacanya pun menurun dan tertutup.Di saat itu juga Ronye terus merasa degdegan, dan berulang kali menelan ludahnya.


Tsukigaki masih kecil dan belum bisa terbang, namun Ronye sudah beberapa kali diijinkan untuk mengendarai naga milik Renri, Kazenui, naga Fizel, Himawari, dan naga Linel, Hinageshi. Memang menakutkan ketika sekali dua kali mencobanya, tetapi hal yang


menyenangkannya itu tentu saja terbang diudara.


Namun walau begitu, dia belum pernah terbang sendiri, ataupun menggunakan mesin naga, ia merasa terbang didalam lebih baik daripada naik dipunggung naga, sehingga perasaan aneh menerpanya.Pertama-tama, sayapnya tidak akan bergerak, jadi bagaimana caranya kembali ke tanah saat mendarat nanti? Ketika itu dia ingat saat versi satu meledak. Sambil menenangkan perasaannya yang terus menerus degdegan, ia bertanya.


“Anu, Kirito-senpai”


“Ya, kenapa?”

__ADS_1


“…Kirito-senpai, apa kau akan baik-baik saja menggunakan kekuatan Incarnation untuk benda sebesar ini?”


Setelah bertanya pada kursi didepannya itu, Ronye terkejut jika akan mengganggu konsentrasi Kirito, tetapi Kirito langsung menjawabnya tanpa merubah nada bicaranya yang santai.


“Yah, tenang saja. sulit untuk terbang selain dengan cara ini jika ingin meninggalkan Dunia Manusia.”


“Begitu ya…”


Lagi, dia terkejut dengan tekad yang tiada akhir dari Prime Swordsman Dunia Manusia itu.Ronye juga mendapatkan latihan sebagai knight magang, seperti latihan ‘berdiri lurus di puncak pilar’ yaitu berdiri di sebuah pilar tipis dengan satu kaki, ‘mengontrol penciptaan element’ yaitu mengajarkan menahan suatu element di udara, dan juga ‘mengosongkan pikiran tanza’ yang pada dasarnya hanya duduk dilantai dan mengendalikan semua pemikiran—proses selanjutnya itu yang sulit.


Jika knight senior seperti Fanatio dan Dusolbert mempunyai teknik Incarnation rahasia seperti “Arm of Mind” yang dapat memindahkan benda seukuran belati dengan keinginan mereka dan “Blade of Mind” yang dapat mengayunkan senjata tidak terlihat, maka Incarnation Kirito adalah terbang bebas dan menerbangkan mesin naga raksasa yang dapat membawa 2 orang pengendali yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa.


“…Walaupun dengan kemampuan pemikiran senpai yang kuat, ‘Dinding Ujung Dunia’ belum bisa dilewati…”


Saat Ronye menggumamkan itu, Kirito mengangguk dengan senyum pahit.


“Mungkin aku masih kurang latihan, tetapi…itu tidak akan ada artinya jika hanya melewati


‘dinding’nya saja.Di masa depan nanti, jika perlu nanti akan kubuat jadwal terbang menggunakan naga, atau membuat mekanisme seperti elevator di Cathedral sehingga semua penduduk—ah tidak, seluruh penghuni Underworld bisa saling datang dan pergi.”


Ronye melihat keluar jendela, sedikit bingung dengan ide Kirito membuat elevator menuju ‘Dinding Ujung Dunia’ yang tingginya saja tidak ada orang yang tahu. Dan ia pun semakin kebingungan.


Mesin naga telah melewati Centoria timur tanpa diketahui, ladang dan padang rumput yang tertutupi salju yang turun beberapa saat lalu terlihat. Walaupun masih terasa dingin, ladang gandum akan tumbuh Maret mendatang, sehingga ladang pun akan dihiasi warna hijau.Ronye membayangkan semua pemandangan itu sejenak, lalu bertanya lagi.


“Senpai…jika kita tidak bisa mencapai ‘Dinding Ujung Dunia’ itu, bukankah akan lebih baik jika orang-orang dari Dark Territory pindah ke Dunia Manusia? Disana kan masih banyak lahan yang belum diolah di Dunia Manusia, kupikir itu masih bisa dipakai untuk membuat lahan dan desa yang baru…”


Kali ini,Kirito tidak langsung menjawabnya. Lalu ia bergumam pelan.


“Itu jika semua orang di Dunia Manusia berpikiran seperti mu, Ronye.”


“Eh…apa maksudmu?”


“Hmm, jadi begini, kami sudah menghitung jumlah populasi di Dunia Manusia ada sekitar 82ribu. Dari laporan, kelihatannya Dark Territory juga sama. Area Dunia Manusia berukuran sekitar 1.77 kilolu persegi, dan lebih dari setengahnya terdiri dari perhutanan, tentunya pemikiranmu benar, jika populasinya menjadi 2x lipat atau malah lebih banyak,tidak akan ada masalah. Kurasa.”


Ketika mendengarnya, itu adalah hal yang sangat mengejutkan bagi Ronye.


“Um...kau bilang jumlah populasi Dark Territory ada sekitar 80 ribu!? Tetapi saat Perang Dunia Asing, bukannya Pemimpin Vector hanya menyiapkan 50 ribu pasukan?”


“Jangan terkejut begitu…di Dark Territory, Fanatio mengatakan semua yang bisa bertarung akan menjadi prajurit, tetapi yah, aku setuju jika itu adalah cerita yang mengerikan.Bagaimanapun, tentunya banyak pilihan di Dark Territory.Jadi pendeknya kau takkan bisa selamat dan sia-sia saja walau bertarung dan mencuri.”


Kirito memotong kata-katanya dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.Konsentrasinya terganggu sejenak, mesin naga bergetar pelan, lalu kemudian kembali stabil.

__ADS_1


“…dan seperti di Dark Territory, orang-orang di Dunia Manusia juga telah ada sejak 300 tahun lalu. Mereka menganggap penduduk di Dark Territory adalah monster yang mengerikan, mereka melewati gunung dan menculik anak-anak dan ternak. Memang Para pendatang dan pedagang yang melintasi 2 dunia ini semakin bertambah sedikit demi sedikit,tetapi pemikiran orang-orang masih belum bisa berubah dengan mudahnya. Walaupun aku mencoba mengikat mereka dengan hukum baru,perasaan takut dan tidak suka mereka tidak akan menghilang begitu saja.”


Suaranya terdengar berat dengan kesedihan. Ronye tidak bisa berkata apa-apa.


__ADS_2