Sword Art Online

Sword Art Online
chapter 33


__ADS_3

Tanggal 23 Februari tahun 380 kalender Dunia Manusia.Hujan dingin turun sebelum fajar menembus jendela Cathedral di lantai 50 yang disebut'Koridor Cahaya Spiritual Agung.’


Di aula ini yang merupakan koridor besar, ada tangga menuju balkon yang melingkari dinding tinggi.Ronye dan Tieze menaikinya dan melihat pelaksanaan rapat dari atas dengan kedua mata mereka.


Kenapa di balkon, bukan di meja bundar?—itu karena Berchie yang dipercayakan Fanatio


pada mereka sangat bersemangat kalau dibawa ke tempat tinggi. Tentunya lantai 50 itu sendiri tingginya lebih dari 200 mel jauhnya dari permukaan, yang dipisahkan dengan dinding tinggi dan kaca, jadi itu kelihatannya bocah satu tahun itu takkan bisa meraih tingginya.


“Hey Ronye, kau sudah melihat bayi Scheta sama di Obsidia kan?”


Tieze berbisik sambil mengayun pelan melewati Berchie yang sedang tidur.


“Ya, aku juga memberinya susu.”


“Aku harap aku ada disana, dia pasti sudah berumur 3 bulan ya? Apakah dia imut?”


“Lebih dari itu, dia punya rambut keriting, matanya juga sangat indah.”


Mendengar kata-kata Ronye, Tieze langsung membayangkannya.


“Yah, Berchie juga imut kalau tidur, tapi laki-laki dan perempuan kan beda. Aku harap


Scheta-sama bisa membawanya kesini kapan -kapan…”


Mungkin…Ronye ingin menyahutnya, tetapi ia langsung menelan kata-katanya.Ronye tidak cerita pada sahabatnya mengenai Lisetta, putri Scheta dan Issukan saat diculik selama lebih dari setengah hari.Itu karena Kirito mengingatkan untuk tidak menceritakannya pada siapapun sampai hari pertemuan,namun perasaan tidak nyaman karena dia menyembunyikan rahasia seperti ini hanya terus membuat kepikiran selama beberapa


hari ini.


Aku bisa paham mengapa penculik itu mengincar Lisetta. Jika tujuannya adalah Kirito senpai, maka hanya dengan menculik Lisetta itu tidak akan berhasil.Jika itu Wakil Prime Swordsman Asuna, tapi aku tidak yakin ada yang bisa menculik keberadaannya sejauh ini di Underworld.Dengan kata lain, ini masih misteri.


Mereka menyerbu lantai teratas kastil Obsidia yang dijaga ketat dan lokasinya juga lebih dari 500 mel (walaupun tidak setinggi Cathedral), bagaimanapun, setelah menculik Lisetta, lantai


50 tidak bisa dibuka—tetapi mereka bisa membuka jendela lantai 50 yang pintunya saja tak bisa dibuka, tempat tersembunyinya singgasana.Setelah teratasi berkat Kirito,Ronye langsung menebas tangan kiri musuh yang melompat ke jendela, namun setelahnya mayatnya tidak ditemukan.


Ronye juga melihat dengan jelas permata berwarna merah yang berada di dada musuh saat jendela lantai 50 terbuka. Komandan Issukan yang mendengar itu mengatakan kalau batu itu mirip seperti yang ada di mahkota Pemimpin Vector Dark Territory yang tewas di Perang Dunia Asing lalu.


Issukan juga beranggapan kalau penculik itu berasal dari kelompok pembunuh, tetapi kelompok itu kelihatannya sudah lenyap. Selain itu, makhluk artificial ‘minion’ yang digunakan di penculik untuk melawan para penjaga di kastil juga hanya bisa diciptakan oleh kelompok dark art yang saat ini kemampuannya sudah melemah.


Apa yang terjadi di Dark Territory…dan Dunia Manusia?


Siapa mereka dan apa tujuan mereka?


“—itulah, yang terjadi di kastil Obsidia.”

__ADS_1


Tiba-tiba Ronye mendengar suara Kirito yang berasal dari aula pertemuan hingga membuatnya kembali memikirkannya.Dan disampingnya,Tieze terkejut.


“Eh…jadi kau pun terlibat dalam kejadian itu?”


Sepertinya itu kelihatannya Kirito telah menjelaskan semuanya seperti yang Ronye pikirkan dalam kepalanya.Dia menatap sekilas wajah sahabatnya dan mengangguk, lalu bergumam.


“Uh yah…tapi…itu tidak terlalu berbahaya kok.”


“Itu bahaya tahu, kau menyerang orang yang menculik bayinya dengan pedang! Itu terdengar berbahaya…seberbahaya membuat pelatih marah…”


“Kalau kau berkata begitu, itu berarti…”


Saat Ronye menggeleng, pertemuan di aula kembali berlanjut.


“Aku tak akan berkomentar mengenai apa yang terjadi, tetapi Prime-Swordsman-dono, aku pernah berkata yang sama sebelumnya! Semua pekerjaan ada orang yang tepat!”


Pemilik suara berat dan tajam itu adalah Integrity Knight Dusolbert Synthesis-Seven. Pagi ini daripada menggunakan armor, dia mengenakan kimono bergaya timur, walau gaya omelannya tetap tidak berubah.


“Kastil Obsidia juga memiliki banyak prajurit, serahkan saja pada mereka saja!"


"Prime Swordsman merupakan kunci penting yang tidak hanya untuk Dunia Manusia,namun seluruh wilayah Underworld! Jika terjadi sesuatu padamu, bayangkan apa yang akan terjadi pada 2 dunia ini!”


Saat Dusolbert menutup mulutnya, Fanatio Synthesis-Two,generasi kedua dari pemimpin knight, berkata dengan nada serius.


Swordsman menarik pedang dan bertarung dengan musuh seorang diri itu sudah berakhir.”


Mendengar itu juga, Renri Synthesis-Twenty Seven yang juga hadir, serta semua kepala bagian Cathedral mengangguk bersamaan. Prime Swordsman yang mengenakan pakaian hitam,yang menjadi pusat perhatian di pertemuan ini daripada topik sebelumnya. Namun wajahnya tetap tenang dan mencoba membalasnya dari sisi utara meja bundar, dengan nada yang tenang juga.


“Aku mengerti kalian akan berkata begitu…tetapi kalian tidak lupa bukan,knight sebelumnya, Bercoulli yang rela terbang melewati pegunungan dan bertarung dengan pasukan kegelapan? Walau posisiku adalah sebagai Prime-Swordsman,aku tak bisa hanya mendapat kepercayaan dan duduk di tempat yang aman begitu saja.”


–Apa yang dikatakannya memang benar, tetapi aku merasa itu seperti perkataan maaf bila mendengarnya dari Kirito-senpai.Pikir Ronye yang berdiri di balkon—


“Posisi tuan Bercoulli dan posisimu sebagai Prime Swordsman itu berbeda!”


Suara yang tajam di aula pertemuan hampir menggema.


Yang mengatakannya adalah knight yang tidak hadir dalam pertemuan sebelumnya. Armornya berwarna hijau muda.Rambut panjangnya juga yang berwarna hijau gelap, tetapi dia adalah pria.Tombak panjang dengan ujungnya yang tertutupi sarung kulit berdiri dibelakangnya.


Knight berambut panjang itu melanjutkan bicaranya pada Kirito.


“Tuan Bercoulli melanjutkan pertarungan panjangnya untuk melindungi Dunia Manusia dan Gereja Axiom atas perintah dari Dewi Tertinggi Administrator! Tetapi tidak ada yang memberi perintah pada Prime Swordsman Dono…oleh karena itulah, kewajiban untuknya adalah perintah!”


Kirito mencoba untuk menyangkalnya dengan bahasanya.

__ADS_1


“Tetapi jika itu alasannya, maka aku pun bisa memerintah diriku sendiri…”


Disaat yang sama knight itu dengan armornya yang membuat suara berdiri dari tempatnya. Namun sebelum suara yang lebih keras lagi terdengar, Fanatio langsung menyela.


“Tenanglah sedikit Negi-boy.”


“Aku bukan bawang, aku Nergius!”


Walau menjawabnya dengan kesal, knight bernama Nergius Synthesis-Sixteen duduk


kembali dengan tenang. Itu adalah Integrity Knight senior yang melindungi gereja Axiom


selama lebih dari ratusan tahun.


Berdasarkan penamaan di Dunia Manusia, nama Nergius berarti kecerdasan, keteguhan hati,dan tegas. Bagaimanapun, pemilik dari divine object ‘Tombak Storm Sprout’ itu,Ronye perlu lebih mengetahui arti namanya.


Di area pedesaan terpencil di kekaisaran Wesdarath di barat, ada jenis sayur yang disebut bawang daun riko yang sudah lama merupakan produk special. 2x lipat special karena bawang ini tebalnya 3x lipat, dan 4x lebih manis dan lezat—walaupun sudah tahu, terkadang ada petani yang mengatakan kalau ada bawang daun riko yang besar tumbuh di sudut ladang.


Dengan gembira para petani merawatnya setiap hari,membesarkannya hingga semakin tinggi.Bawang daun itu tumbuh dengan cepat hingga panjangnya mencapai 1-2 mel.Karena adanya rumor kalau bawang itu tumbuh di banyak tempat, tak sedikit pendatang dari sekitar desa dan kota penasaran.


Para petani jadi tamak, sampai-sampai berhenti berkebun,tetapi dia tahu kalau ada cara untuk mendapat keuntungan dan mendapatkan uang dari orang orang yang penasaran dengan bawang itu. sementara itu bawang daun yang tumbuh hingga 3-4 mel, dan ketebalannya mencapai 50 cen.Warna aslinya yang putih berubah menjadi agak perak, dan warna hijau daunnya juga sangat indah dilihat.


Beberapa bulan setelahnya, para petani merasakan ada keanehan di ladangnya. Ada kuncup kuncup kecil disekitar bawang daun riko yang tidak tumbuh. Pertumbuhannya yang rendah itu juga berpengaruh pada ladang di sampingnya, para petani di desa menganggap kalau kelainan pada bawang daun itu adalah karena petani yang merawatnya.


Di pertemuan terakhir, para penduduk desa meminta petani untuk mencabut bawang itu. pada saat itu, para petani mencoba menarik bawang daun yang sudah mencapai 7 mel tingginya.Pertama mendorongnya dengan sapi, tetapi bawang itu tetap tidak bergeming, kemudian menggunakan kapak, tetapi gagal juga. Dan terakhir adalah mencoba menggali akarnya,langit tiba-tiba menjadi mendung dan badai besar menghantam desa.


Angin dan hujan sempat liar sesaat, dan akhirnya mereka turun, dan ladang petani bawang daun riko yang luas telah luluh lantak dipenuhi lumpur.Dan hanya menyisakan bawang riko misterius yang masih bertahan ditengah-tengahnya.


Tombak Storm Sprout milik Nergius dikatakan telah dikonversi oleh Dewi Tertinggi Administrator dari bawang misterius itu. Prioritasnya terkubur dalam tanah suci, tetapi yang terbaiknya adalah memiliki efek yang tidak biasa: bisa melayang di atas lantai dan tanah tanpa ada sesuatu apapun yang menahannya, dengan kata lain tidak akan jatuh walaupun posisinya miring.


Pemiliknya pun orang yang berpikiran sederhana,tanpa menyingkirkan kalau knight bangsawan adalah orang yang melayani gereja Axiom selama ratusan tahun, tetapi Ronye tidak begitu memberi kesan padanya.


Karena saat Dewi Tertinggi Administrator dikalahkan,Nergiuslah yang paling berkutat ingin Kirito dihukum sebagai tindakan pemberontakan.Walaupun itu tidak terjadi karena knight pemimpin sebelumnya, Bercoulli meyakinkannya bahwa knight Alice meninggalkan Centoria bersama Kirito.


Walau begitu, kelompok yang dipimpin oleh Nergius tidak ikut di Perang Dunia Asing dan sisanya berada di perbatasan Cathedral dan tepian gunung, jadi hubungan mental dengannya tidak begitu kuat.Menenangkan dirinya, Nergius meneguk secangkir teh yang ada dimejanya. Suara baru lainnya—yang lebih santai—terdengar lagi.


“Yah, kalau dipikir-pikir, jika Kirito-sensei melakukan itu semua sendiri, aku ngerasa kalau Negio itu kesepian karena gak dikasih kepercayaan, gitu kan Negio?”


Nergius yang mendengarnya memelototinya dengan masih memegang cangkir kosong.


“Aku tidak membicarakan tentang kesepian tahu!”


Walaupun mengomelinya, dia tidak protes tentang nama panggilan aneh ‘Negio’. Itu kelihatannya dia menyerah daripada menerimanya.Dan yang mengatakan itu adalah knight muda berusia sama dengan Nergius—hanya dari luarnya saja. Dia lebih pendek dari Nergius,dan lebih gagah.Rambut pendeknya sekitar 2-3 cen, warna armornya biru keungu-unguan. Dia memiliki pedang panjang klasik sebagai senjata, dan ya tentu saja itu tidak melayang seperti tombak Nergius, tetapi ada di pinggang kirinya.

__ADS_1


__ADS_2