Sword Art Online

Sword Art Online
Chapter 6


__ADS_3

Dinding Ujung Dunia. Itu adalah sebuah nama dari dinding dengan ketinggian tak terhingga yang mengelilingi Underworld sebagai pembatas antara Dunia Manusia dan Dark Territory.Jaraknya sangat jauh dari Centoria, Ronye pernah melihatnya di langit biru dengan mata kepalanya sendiri sekali. Sambil mengikuti Kirito yang mengunjungi gunung goblin di daerah utara Dark Territory, dia takjub dengan pemandangan dari dinding luar biasa yang berdiri disepanjang cakrawala itu.


Menurut cerita para goblin, dinding itu kelihatannya terbuat dari mineral ultra tingkat tinggi,tetapi bukan dari tanah. Tidak mudah membuka lubang kecil di dinding itu, apalagi menggali lubang atau membuat tangga. Itu kelihatannya semua orang mencoba memanjatnya selama 300 tahun dalam sejarah.


Kisah serupa juga diceritakan pada raksasa dan ogre, dinding itu tidak bisa dirusak ataupun diganggu, maka karena itulah disebut “Dinding Ujung Dunia”, yang merupakan pembatas antara kehidupan di Dark Territory yang harus dihormati.


—Seharusnya itu—


"Ah, itu, um…"


Walaupun sudah menduganya. Ronye masih terkejut dengan jawaban itu, sehingga dia bekerja lebih keras. Setelah meneguk tehnya, dia menyusun kata-kata yang ingin


diucapkannya.


“…Um…jadi senpai sudah mencoba melewati dinding itu dengan teknik terbang?”


"Yup"Setelah mengangguk, tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya.


“Aku mencoba, dan aku menyerah. Walaupun Aerial Sacred Art ataupun angin Incarnation yang kugunakan sudah cukup banyak, itu kelihatannya gravitasinya bertambah dengan jumlah tak terhingga saat aku melihat levelnya.”


Bersandar di pohon olive, Kirito terus melanjutkan kata-katanya.


“…Bagaimanapun, saat aku melempar pisau ke atas, itu melayang tinggi sekali, jadi aku tak bisa menahan suatu objek disana, mungkin hanya klasifikasi sebagai tipe manusia saja, dan aku mencoba untuk memanipulasinya, tetapi tak ada yang berubah dalam ID ku saat aku melebarkan sayap…keseluruhannya, kurasa tempat pemberhentian terakhir adalah disegel didalam sebuah wadah yang bisa bergerak. Kemudian kami hanya bisa membuat kemungkinan kalau system keseluruhannya adalah objek tidak bergerak.”


Ronye mengangkat tangannya saat Kirito masih melanjutkan ceritanya.


“Itu berarti, jika darah atau daging manusia tidak bisa melewati dinding itu, ada kemungkinan melewati tingginya dengan mengendarai naga mesin, benar?”


"Hmm……?"


Kirito mengangkat sedikit wajahnya dan mengedipkan matanya sejenak dan mengangguk.


“Oh, iya, benar itu benar. Sebenarnya aku mencoba menggunakan sesuatu seperti kulit atau pesawat kertas yang kugerakan dengan Sacred Art atau Incarnation…untuk melepaskan naga.Tetapi sia-sia. Itu kelihatannya gerakan pakaian atau armor juga mempertimbangkan gerakanku sendiri. Maka dibutuhkan kekuatan terbang naga. Bagaimanapun, itu adalah lingkaran yang mengerikan karena muncul dari panas tinggi thermal element, tak bisa dipungkiri lagi untuk menjadi metalik, tetapi setelahnya, mempertimbangkan jumlah berat yang dimiliki untuk menjamin kekuatan yang cukup untuk melepaskannya, yang mana jumlah thermal element diperlukan”.


“Um……itu hal yang sulit…”


Setelah berpikir sejenak di saat yang sama dengan Kirito, Ronye kembali menatapnya.


“Tidak, bukan! Ini berbeda…yang aku ingin tanyakan itu….”


“Lalu apa?”


“Mengapa senpai ingin melewati Dinding Ujung Dunia? Karena aku sudah lama berada di sisi Kirito-senpai, aku mengerti perasaan senpai yang ingin melewati setiap halangan…tetapi kupikir saat ini ada banyak hal…yang jauh lebih penting”


Saat dia mengatakannya dengan semangat, dia menyadari itu malah terdengar seperti nasihat,ia mengusap lehernya. Kirito menepuk bahu Ronye.


“Terima kasih Ronye. Kau selalu khawatir. Tetapi aku tidak melakukan hal yang salah.”


Ronye terkejut ketika mendengar suara tawa senpainya, jantungnya rasanya mau copot. Sulit menyembunyikan perasaan ini tanpa ketahuan. Memperlihatkan keberadaan yang tidak disadari Ronye, Kirito menaruh tangannya di belakang kepalanya dan mengalihkan padangannya.


“…tetapi, melewati dinding itu adalah tugas dan prioritasku di Underworld saat ini.”


“Apa artinya itu?”


“…jangan beritahu siapapun, termasuk Tieze dan Fanatio.”Tiba-tiba mendengar hal seperti ini tentu saja membuat Ronye membuka matanya lebar, namun tetap tenang.


“—itu karena, perang akan mulai lagi”


“…!? Tidak, tidak mungkin! Era kedamaian baru saja dimulai kan…!?”


Menarik napasnya dalam, Kirito menggeleng dengan wajah yang kalut.


“Maafkan aku, tetapi mungkin ini tidak akan selamanya. Gerbang Besar Timur telah runtuh,perpindahan antara dua dunia juga dimulai, banyak pendatang baru yang datang dari Dark Territory, sekarang, mereka dapat menikmati lahan dan makanan, tetapi semua orang mungkin menyadarinya. Dua dunia ini memiliki perbedaan yang sangat penting."


“Perbedaan?”


“Dunia Manusia begitu kaya dan melimpah, sedangkan Dark Territory sangat miskin. Kau melihatnya sendiri kan Ronye, langit merah dan tanah menghitam…satu-satunya tempat dimana mereka bisa merasakan kekayaan adalah di ibukotanya, Obsidia, tetapi manusia telah mengambil alih. Sekarang, goblin, ork, dan raksasa seharusnya bisa lebih tenang, tetapi rasa ketidak puasan itu tetap ada…aku dan Asuna bekerja keras untuk membuat kemungkinan menumbuhkan perantara manusia di sana, tetapi tidak berguna. Hubungan dari sumber daya itu…penyuplai Sacred Powernya sangat kecil.”


Ronye mendengarkan kata-kata Kirito tanpa mengeluarkan suaranya.Memang, pemandangan Dark Territory yang terpencil masih terbayang dipikirannya. Tetapi hingga sekarang, dia tak pernah memikirkannya secara perspektif.Sedikitpun.


"...... Senpai...... Aku ..."

__ADS_1


Mata hitam Kirito memandang kearah Ronye dan tersenyum.


“Maaf ya, Ronye, aku bukannya melakukan kesalahan, tetapi aku tak punya pilihan.


Underworld ini sejak awal memang tercipta seperti itu. Satu-satunya tujuan ialah perang antara Dark Territory yang miskin dan Dunia Manusia yang kaya. Dan perang itu pada faktanya, dengan banyaknya pengorbanan, dan kemungkinan akhir yang buruk. Aku tidak akan pernah membiarkan hal seperti itu terjadi lagi, demi nyawa yang telah lenyap di perang masa lalu.”


“Tetapi, apa yang harus kita…?”


“Hanya ada satu jawaban. Untuk setengah manusia, mereka tidak boleh menjadi penduduk diperbatasan Dark Territory yang tak bisa mereka tinggalkan.. mereka membutuhkan kota yang bisa mereka banggakan. Bukan lahan perantara, tetapi sebuah kota sungguhan.”


“Kota…sungguhan…”


Ronye mencoba menyerap penjelasan Kirito sebisa mungkin, tetapi ia merasakan kalau ia tak bisa langsung mengerti semua ini.


Hanya ada satu wilayah dari gunung goblin yang Ronye lihat sendiri. Mereka menghuni suatu area bukit-bukit disepanjang Gerbang Besar Timur hingga Utara. Tidak ada gandum yang dapat tumbuh disana, ikan juga tak bisa hidup karena tidak ada air. Benar-benar tandus.


Disamping itu, diantara kepala suku Hagashi dan anak pertamanya Kosogi, merasakan satu sama lain, dan sementara kepala suku baru diangkat, rekontruksi antar sukunya tidak berjalan lancar. Dan baru baru ini, saat Dark Territory hanya diikuti oleh “Hukum terkuat”, dapat dihancurkan oleh raksasa ataupun ork. Dan sangat mungkin oleh goblin kurus sekalipun.


Ronye yang pernah mengunjungi lahan mereka mengikuti Kirito, tak bisa berkata-kata, melihat para goblin yang sakit dan hanya berbaring di papan jerami, anak-anak yang menangis kelaparan. Walau situasi terburuk seperti itu mendorong angka yang besar dalam penyuplai darurat dari Dunia Manusia, itu tidak akan menjadi masalah yang serius. Di lahan itu tidak bisa dengan mudahnya menjadi pendukung populasi goblin yang banyak jumlahnya.


Tetapi Ronye tidak memikirkan tentang “masa depan” hingga sekarang. Dia melupakannya.Sosok anak-anak goblin yang kesakitan dan saling menyakiti satu sama lain dengan gila hanya untuk mendapatkan sepotong roti keras dari tangannya.


Sejak itu, banyak barang yang terus dikirim oleh Dunia Manusia. Mungkin satu kali ini aku harus mengatakan pada diriku sendiri bahwa ada sesuatu yang salah, tetapi melihat kembali apa yang kulihat di Dunia Manusia yang kaya, walaupun aku hanya dari golongan


bangsawan kelas rendah, aku hidup bercukupan tanpa kekurangan suatu apapun.


Tetapi sekarang, ketika ia mendengar “Kota Sungguhan” dari mulut Kirito, Ronye terpaksa memahaminya. Lahan yang tak bisa disebut sebagai wilayah, apalagi kota. Itu hanya tempat terbuang, tempat dengan hidup yang tersiksa.


“Senpai…aku…aku…”


Ronye, merasa depresi dari dalam lubuk harinya, menjatuhkan garpu ditangannya dan bersuara serak.


Kebangsawanan memiliki kewajiban yang serius diatas hak istimewa. Kami menyebut kewajiban itu untuk melawannya tanpa kekuatan, dalam Sacred Word “Kewajiban Bangsawan”.2 tahun yang lalu Kirito duduk didepannya. Satu tahun telah berlalu menjadi seorang murid yang belum tahu apa-apa mengenai itu semua.


''—Walaupun begitu, aku sudah melupakannya, tidak, itu kesalahan. Dalam kebenarannya,


aku tidak mempertimbangkan goblin itu sama saja. Walaupun aku berpikir bawa mereka memang menyedihkan, terkadang dari dalam hatiku, jika saja…aku tidak bisa membantu


Pandangannya buram lalu air mata menetes ke piring miliknya. Tsukigaki menghampirinya sambil bersuara “kurururu” ingin tahu apa yang terjadi pada tuannya, namun ada tangan yang mengelus rambutnya dari depan.


“Maaf ya, Ronye. Aku tahu kau pasti akan merasa sakit saat kuceritakan semua ini.”


Suara lembut yang tidak biasanya dari bisikan Kirito.


“…Yah, kau tidak perlu menyalahkan dirimu terlalu keras, kita dapat mengirim bantuan dari Dunia Manusia ke Dark Territory juga menjadi mungkin setelah kita menghentikan pemborosan yang dilakukan para kaisar dan bangsawan tinggi dan memperbaikinya usai perang. Tak ada yang tak mungkin jika tanpa kerja keras darimu, jadi lakukanlah yang


terbaik, Ronye.”


“Be…begitukah?”


“Iya dong. Aku sudah mengunjungi gunung goblin itu lagi, dan anak-anak disana masih mengingat saat kau memberi mereka roti.”


Lagi, air mata membasahi pipinya, tetapi kali ini airmatanya berbeda makna. Kirito mengusapnya dengan sapu tangannya.


Ronye berusaha mengatur detak jantungnya yang tak karuan, menutup wajahnya dan menangis. Mencoba menghentikan air matanya dengan paksa, dia mengangkat wajahnya,tersenyum singkat.


“…Terima kasih, Senpai. Sudah tidak apa-apa sekarang. Maafkan aku tiba-tiba menangis seperti ini ditengah-tengah pembicaraan kita.”


“Aku tahu Ronye itu memang cengeng.”


Melihat senyum dan tawa dari Kirito, Ronye tersenyum menutupi rasa sakitnya dibalik dadanya.Setelah menghabiskan tehnya dan menyeka sisa air matanya, ia membuka mulutnya.


“…Aku mengerti apa yang senpai pikirkan, goblin dan ork membutuhkan kota yang kaya dan cantik seperti Dunia Manuia. Tidak peduli seperti apa tempat yang ada di Underworld, kita hanya bisa menemukannya dibalik ‘Dinding Ujung Dunia’. Untuk alasan itulah kita harus melewati dinding itu dengan mesin naga. Seperti itu?”


“Itu benar…memang akan sulit melewati dinding itu sih”


Kirito mengangguk. Mengiyakan.


“…tetapi apakah benar ada sisi lain dibalik dinding itu? Jika dinding itu tidak berujung, dan jika tidak ada yang..?”


“Aku juga berpikir tentang itu…tetapi jika dinding itu benar-benar ujung dunia, rasanya bukan dinding, tetapi sesuatu seperti sebuah alamat yang tak bisa diakses. Tak ada apa-apa.”

__ADS_1


“Kosong…seperti tak bisa dilihat?


“Benar. Tetapi sebenarnya Dinding Ujung Dunia itu benar-benar sebuah tebing. Sangat tinggi dan sulit didaki. Alasannya mungkin untuk tetap membiarkan penduduk di dunia dari penelitian yang kebenarannya tidak jelas…kenyataan dari ‘Ujung Dunia’. Jika begitu, ada kemungkinan bahwa akan berhenti menjadi ‘akhir’ saat meraihnya. Segalanya tergantung dari seberapa banyak ruangan dan kapasitas yang terserap di main visualizer …”


Mendengar pembicaraan yang tidak ia mengerti, Ronye mengangkat alisnya, dan Kirito mengangkat sedikit kepalanya.


“Eh, maaf Ronye, jadi bicara yang bukan-bukan…uh yah…pada dasarnya, tidak ada ‘Akhir’ di dunia ini.”


“Tidak ada akhir?”


Itu adalah konsep yang asing bagi Ronye.


Bagi Ronye yang lahir dan tumbuh di Centoria Utara, dinding raksasa yang membagi kota menjadi 4 sector—dinding tanpa batas—sudah ada sejak awal. Ia mempelajari banyak hal tentang kekaisaran Norlangarth dan Dunia Manusia bersamaan yang dipimpin 3 kaisar.


Dia pernah memikirkan tentang gunung yang tidak ada ujungnya mengelilingi Dunia Manusia dan wilayah terlarang yang sudah menyebar luas sejak ia masuk sekolah di usia 8 tahun.


Walaupun gurunya tidak mengajari secara spesifik tentang Dark Territory—memikirkan tentang itu , rasanya ragu jika membicarakannya dan tebing tanpa akhir itulah yang disebut ‘Dinding Ujung Dunia’—dia hanya mempelajarinya dari mantan pasukan pertahanan dunia manusia dengan Tieze saat tiba di perkemahan Gerbang besar wilayah timur.


Dengan kata lain, ‘Dinding’ itu selalu ada di dunia ini. Walaupun dilewati, pasti akan ada dinding lain yang muncul. Dia yakin, suatu hari nanti akan ada yang bisa melewati Dinding Ujung Dunia itu dengan sempurna.


“…yah, seperti…maksudmu, di sisi lain Dinding Ujung Dunia ini, apa itu seperti Dunia


Manusia dan Dark Territory lagi? Padang rumput, hutan, lahan sejauh mata memandang?”


Saat dia bertanya dengan nada yang aneh, Kirito bingung. “ugh…”


“Gimana jelasinnya ya…? Oh iya, sini sini.”


Kirito mengulurkan tangannya. Dengan malu-malu Ronye menerima tangan itu, dan Kirito menarik Ronye ke arah jendela sempit yang terbuka di sekeliling Kebun Awan Tertinggi.


“Nah, lihat itu.”


Sesuatu yang ia tunjuk dengan tangan kanannya adalah setengah lingkaran putih yang mengapung di langit biru yang gelap di sebelah timur—Lunaria. Ronye dan Tsukigaki melihat ke arahnya yang merupakan asal usul dari nama Tsukigaki itu. Lalu Kirito mengatakan sesuatu dengan jelas.


“Itu lingkaran kan?”


." …Ya, lingkaran


Dia mengangguk


“Lunaria itu bukanlah kepingan datar, tetapi sebuah bulatan melingkar yang menjadi satu-satunya bagian dari sinar matahari yang terlihat lebih terang dan dari sini terus menjadi semakin bertambah dan berkurang juga….ini pelajaran dari sekolah di Centoria juga kan?”


Kirito terlihat percaya diri dengan senyuman dari bibirnya.


“Tentu tentu…mereka mengajarkan itu semua saat di sekolah dasar…bulatan emas itu adalah gading dari Dewi Lunaria…melayang di kerajaan diatas langit…”


“Oh…oh…um…sebenarnya aku menebaknya saja di dunia ini, termasuk Dunia Manusia dan Dark Territory, seharusnya memiliki bentuk bulatan yang sama.”


“Em…apa!? Bulatan!?”


Dia tak bisa menahan seruannya, tiba-tiba ia merasa agak takut dan tanpa sadar menghentakkan kakinya. Disebelahnya Tsukigaki berseru ‘fururu’ seperti tertawa ke arah Kirito.


Kirito menghabiskan waktu sebanyak 5 menit dan mengajarinya tentang struktur lingkaran,planet itulah namanya. Tentu saja tidak mudah untuk diterima, tetapi ada sesuatu yang dapat membantunya.


“Pemandangan Bintang di Pagi hari” di lantai 95 Central Cathedral yang dibuka di sepanjang langit. Berdiri di lantai,menatapnya, tampak dari cakrawala di seluruh mata memandang dengan indah.Itu kelihatannya memang nyata tetapi saat kau mencoba memikirkannya, kau akan menyadarinya, itu yang dipikirkan Ronye saat menyaksikan Lunaria melayang di langit. Tanpa diduga, kata-kata yang keluar dari mulutnya.


“Jika dunia ini memiliki bentuk seperti Lunaria juga…apakah di Lunaria itu ada padang rumput, hutan, jalanan, dan orang-orang yang hidup disana?”


"Huh……


Itu kelihatannya sebuah pertanyaan yang tidak terduga bagi Kirito, dan gadis berambut panjang itu berkedip beberapa kali, tetapi setelahnya ia menjawab dengan tenang.


“…Mungkin…tergantung seberapa jaraknya dengan bulan, mungkin bukan sebuah satelit


kecil, mungkin itu sebuah planet dengan ukuran yang sama…yah, suatu hari nanti aku akan mempelajarinya”


Tanpa diduga, Ronye merasa tidak terkejut dengan kata-kata yang ia dengar.Agaknya, ia memiliki pertanda bahwa orang ini akan berkata begitu.Ronye tersenyum, bergerak sedikit mendekati Kirito dan berbisik.


“Saat itu, aku akan menemanimu sebaik mungkin sebagai seorang trainee yang mengikuti senpainya.”


“Kau tidak akan menyesal saat kami membuat mesin naga yang cukup besar.”

__ADS_1


2 orang manusia dan seekor naga memandangi setengah lingkaran jauh diatas langit dengan tenang.


__ADS_2