
Intro:
Bunga lily seputih salju dan seekor elang yang melebarkan sayapnya.Lengan baju dari kaisar Norlangarth utara menggantung di dinding hitam legam yang terselubungi api yang membara.Karpet tebal yang menutupi lantai di sekitar singgasana kastil utara Centoria terbakar dimana-mana,dan seorang yang bisa mendengar tebasan pedang dengan suara yang nyaring.
Sekitar 20 mel jaraknya dari depan Ronye dan Tieze yang memegang pedang mereka, seorang pria yang bersandar di singgasana tinggi berwarna emas dan hitam, sedang duduk dengan tenangnya.Itu kelihatannya dia tak peduli dengan semua api yang ada disekitarnya,dia melipatkan kedua kakinya dan tetap meluruskan punggungnya.
“…kurasa itu adalah Integrity Knight yang berdiri dibalik dinding pembatas.”
Pria itu berkata sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke jenggot abunya.
“Apa ini, hanya 2 orang gadis yang bukan knight ataupun penjaga…apa kalian ini siswi dari Akademi Master Pedang?”
Tidak ada kewajiban untuk menjawab pertanyaan sombong itu.Namun Ronye memberanikan diri untuk menundukkan kepalanya dan menjawab.
“—dari Akademi Master Pedang Centoria utara,trainee Ronye Arabel!”
Selanjutnya Tieze juga menyerukannya dengan suara nyaring.
“Begitu juga denganku, trainee Tieze Shtolienen!”
“Wow, kedengarannya seperti -seseorang yang masih hijau dalam memegang pedang asli,kalian hanya boneka yang tidak berguna.”
Pria itu melihat sekilas ke arah kanannya. Seorang pria tinggi yang mengenakan armor besi hitam dan silver tergeletak di atas karpet. Didadanya ada emblem dari kelompok pasukan kaisar Centoria.Dia belum mati walaupun sudah beradu pedang dengan Tieze dan Ronye, namun ia tak bisa berdiri lagi.
Pria itu menyebut dirinya sebagai kapten pasukan kaisar Centoria, Ronye dan Tieze bertarung dengannya selama lebih dari 20 menit di ruangan itu. Jika hanya sendirian, dia mungkin takkan menang, dan mustahil juga bagi mereka berdua untuk menang jika bertarung dengan sword skill tanpa sacred art.Api yang membakar ruangan itu adalah akibat thermal element sacred art milik Ronye.Musuh yang kuat, namun dapat melawan seorang kapten saja merupakan sesuatu yang mengesankan.
Setelahnya, Ronye berkata dengan kemarahan karena pria itu mengkhianati prajurit yang
berusaha membelanya.Walau tidak menerima jawaban, lengannya terus menahan serangan pedang yang tajam dan menyakitkan hingga menimbulkan banyak luka dan memar.Sesaat melupakan kesakitan dan ketakutannya, Ronye berseru.
“Perang sudah berakhir! Sekarang cepat menyerahlah dan tarik kembali perjanjian dengan pasukan Konoe!”
Tieze disebelah kirinya juga berteriak.
__ADS_1
“Integrity Knight dan pasukan pertahanan Dunia Manusia akan segera kemari! Tidak ada jalan untuk kabur!”
Pada kenyataannya, maksud dari strategi Integrity Knight Dusolbert Synthesis Seven ke Centoria utara adalah untuk bertarung melawan para kaum bangsawan.Memang, sampai koridor pintu masuk di samping singgasana, dia maju bersama Ronye dan Tieze yang mengikutinya.
Tetapi Dusolbert mendengar bahwa pasukannya telah diserang di gerbang timur kastil,sehingga memerintahkan Ronye dan lainnya pergi lebih dulu untuk membantu pasukannya,sementara itu, anggota pasukan Konoe bertahan di lorong masuk, sehingga mereka juga memintanya untuk pergi duluan jadi hanya tinggal Ronye dan Tieze yang memasuki ruangan singgasana.
Itu kelihatannya saat-saat ini berjalan terlalu cepat, dan tak ada alasan untuk ini.Perang selanjutnya yang disebut “Pemberontakan 4 Kekaisaran” dimulai sejak pemerintah ke-4 kaisar di Dunia Manusia menyatakan dekrit melawan Dewan Serikat Dunia Manusia yang baru terbentuk satu bulan lalu dan menyatakan bahwa mereka akan memberontak dan menyerang gereja Axiom dan membiarkan mereka melaporkannya secara langsung pada pasukan Konoe untuk menginvasi Central Cathedral.
(e/n: jadi kesimpulannya 4 kaisar gak mau Dewan Serikat Dunia Manusia ikut campur dalam pemerintahan di Centoria.)
Knight dan prajurit pasukan Konoe bukanlah musuh sebenarnya seperti pasukan crimson
yang menyerang di Perang Dunia Asing, tetapi orang-orang yang sama tinggal di kota Centoria. Untuk itulah pengorbanan mereka harus dikurangi—itulah maksud Kirito, sebagai Prime Swordsman Dewan Serikat Dunia Manusia.
Jika semua Integrity Knight dan para pendeta tinggal di Central Cathedral dan mengabdikan dirinya untuk bertahan dan membiarkan Dewan Serikat Dunia Manusia ditempatkan di Centoria untuk menyerang dari belakang, ada kemungkinan untuk menghancurkan pasukan Konoe seluruhnya.
Tetapi Kirito tidak menggunakan strategi itu, hampir semua Integrity Knight yang meninggalkan Cathedral, bergabung di pasukan pertahanan dan diperintah untuk memasuki kastil dari 4 kaisar itu. untuk meminimalisir akibatnya, tidak ada pilihan lain untuk menangkap ke 4 kaisar dan menarik kembali perjanjiannya.Oleh karena itulah para anggota mempercayakan peran besar seperti ini untuk menerobos ruangan singgasana pada Ronye dan Tieze,untuk menjadi umpan dan menarik perhatian para pasukan Konoe.
Di hari itu Kirito dan Asuna melanjutkan mempertahankan Cathedral dengan jumlah kecil knight, prajurit, dan pendeta. Walaupun banyaknya swordsman kuat di Dunia Manusia, tidak mudah untuk memberi tugas ke barat, utara, selatan, dan timur dimana 4 pasukan Konoe juga menyerang.
“…seorang gadis dari bangsawan rendahan, yang tidak kukenali namanya,mengacungkan
pedangnya menerobos batasannya.Walaupun kau melakukan ini, bukankah jelas kalau Dewan Serikat dan para pemberontak lemah itu sudah merusak perintah dan melakukannya di
Dunia Manusia kita?”
Setelah mengatakannya dengan tenang, sang kaisar mengangkat gelas kristal dari meja kecil disisi singgasananya yang berisi cairan berwarna ungu dan meminumnya.
Cairan ungu—wine yang diminum oleh kaisar itu adalah yang termahal dan terbaik, dikembangkan oleh Solus dan Terraria yang berlokasi di daerah kaisar itu sendiri atau daerah bangsawan, mereka bilang harga sebotolnya sama dengan gaji 1 bulan pekerja rendahan—Ronye pernah mendengarnya dari ayahnya. Jika semua kebun anggur berubah menjadi kebun gandum, pasti permintaan pasokan gandum di seluruh Centoria utara akan lebih memuaskan.
Pemerintahan yang mementingkan kemewahan seperti ini tidak bisa dimaafkan.
“Apa katamu!? Untuk Dunia Manusia?!”
__ADS_1
Teriak Ronye, mengarahkan ujung pedangnya ke wajah sang kaisar.
“Selama Perang Dunia Asing, semua penduduk Dunia Manusia…hanya prajurit dan warga biasa serta bangsawan rendah yang bertarung untuk melindungi orang-orang disini!”
“Ya! Semua bangsawan besar dengan kuasa mereka hanya bisa duduk disini dan ketakutan!”
Seru Tieze, menunjuk jari-jari tangan kiri kaisar, tidak dengan pedangnya.Itu masih sebuah perlakuan untuk menghukum seorang bangsawan. Untuk petama kalinya, dahi sang kaisar hanya berkerenyit malas.
“…oh masa?”
Melihat gelas winenya, kaisar berkata.
“Kewajiban bangsawan rendahan dan prajurit senior adalah untuk mempertaruhkan nyawa. Tak lebih dari seorang pelayan, dan harus mengikuti keinginan kaisar.Ya, sejauh ini hanya daerah kekaisaran utara yang berada dibawah tanganku,tetapi setelah Dewi Tertinggi tertidur selamanya, gereja Axiom telah dirusak oleh mereka tanpa alasan, dan ini adalah kesalahan yang harus aku perbaiki. Persatuan Dunia Manusia…yang hanya berisi ilmu pedang belaka saja, aku, Krueger Norlangarth yang akan memperbaikinya!”
Mengumumkannya dengan suara yang keras, sang kaisar meminum lagi winenya lalu melemparkan ke lantai.Ketika gelas kristal mahal itu pecah berkeping-keping,sang kaisar pun berdiri dari tempatnya dan mengambil pedang panjang yang ada disisinya.
Pisau yang berkilat seperti cermin dengan sarung pedang berwarna merah gelap yang didekorasi dengan sempurna dan belum pernah dilihat Ronye sebelumnya.Itu mengingatkan kepada angin dingin yang berhembus dari singgasana yang tingginya 3x lipat, dan Ronye menarik sedikit kaki kanannya.Tetapi ia tetap berdiri ditempatnya hingga akhirnya dia mulai bergerak.
Walau kedatangan mereka bukan untuk berperang, bukan berarti kalau seorang bangsawan kelas atas tak bisa menggunakan pedang.Tentunya bangsawan senior yang melakukan banyak latihan keras setiap hari, seperti elite swordsman Volo Levantain yang mereka temui tahun lalu, sangatlah jarang.
Menurut penjelasan Kirito, bangsawan senior sering melakukan perburuan dipinggiran kota secara rutin, dan hanya mereka yang boleh melakukannya, untuk meningkatkan level kekuasaan.Dan juga karena banyaknya anak bangsawan yang masuk ke Akademi Master Pedang tanpa kecuali, sehingga hanya memiliki swords skill yang minim.
Sehingga jika ada seseorang yang menjadi kaisar, pasti ada guru khusus yang akan membantu mengembangkan sword skill mereka, dan banyaknya kesempatan untuk berburu semakin tinggi. Pedang yang kaisar pegang memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada pedang di pasukan Dunia Manusia.
Dibelakang koridor, suara tebasan para pasukan Konoe terdengar bising.Beberapa lengan baju yang menggantung di kiri dan kanan dinding terbakar satu persatu.Pedang panjang kaisar yang seperti warna api, berkilat kemerahan.
Walaupun dari kelas rendah, Ronye tetaplah berasal dari keluarga bangsawan.Rasa hormat dan setia pada kaisar dan kekaisaran telah terpatri dalam hatinya sejak kecil yang tidak akan lenyap walaupun sudah mengacungkan pedang untuk melawan mereka.Tetapi kali ini Ronye telah mengetahui sesuatu yang lebih penting daripada kesetiaan yang buta seperti itu.
Yaitu ketika Kirito dan Eugeo yang juga merupakan siswa dari Akademi Master Pedang,mereka bertarung tanpa ampun melawan manusia setengah dewi, Administrator.Demi Kirito-senpai yang telah berusaha keras untuk melindungi Central Cathedral—dan demi era baru Dunia Manusia, aku takkan mundur!
“Jika kau tidak ingin menarik kembali dekrit itu, maka aku akan menebasmu disini sekarang juga!”
Ronye berteriak dan menarik pedang dari bahu kanannya.Tieze yang berdiri disampingnya juga merubah gerakannya menjadi cara berdiri Aincrad style sword skill.
__ADS_1
Kaisar Krueger yang menghilangkan senyum diwajahnya mengangkat pedangnya tinggi tinggi dengan menggunakan High-Norkia style.Di saat itu, ketika api membakar permadani besar yang menggantung dibelakang singgasananya, Ronye langsung menapak lantai.
Namun tiba-tiba lantai itu kehilangan kepadatannya dan lubang besar raksasa muncul menganga.Tanpa sempat berteriak, Ronye terjatuh kedalam lubang itu, dan—