
Tentunya, setelah ke-4 pendeta senior pergi, sekitar 100 pendeta lainnya juga ikut pergi
mengikuti mereka.Kebanyakan dari mereka adalah yang menolak berpartisipasi dalam pasukan pertahanan Dunia Manusia, jadi Ronye diam-diam memikirkan ‘ini demi yang terbaik’ dalam pikirannya,
Akan tetapi tanpa menghiraukan kepribadian mereka, tak ada keraguan untuk mencari seorang yang profesional di Dunia Manusia. jika 100 orang itu kembali,maka penambahan personel divisi sacred art juga dapat teratasi.
"Umm…."
Setelah bersuara parau selama itu, Kirito mengalihkan pandangannya pada satu orang yang duduk di sudut meja bundar.Eh tidak, karena mejanya bundar takkan ada sudutnya, tetapi tempat dimana orang itu selalu duduk dibagian yang tumpul, jadi ya disebutnya sudut.
“Xiao-san, apa kau tahu master art yang meninggalkan gereja Axiom saat itu?”
Prime Swordsman menanyakan pendapat pada gadis bertubuh kecil dengan pakaian coklat dan abu disana. Namanya Xiao Shukas, Kepala Departemen Informasi Cathedral. Departemen Informasi adalah biro yang baru saja didirikan setelah reformasi Dewan Serikat Dunia Manusia, merupakan peran penting untuk mengumpulkan informasi yang dulu juga pernah digunakan dewan Elder.
Bagaimanapun walau anggotanya masih beberapa, Ronye tak bisa menangkap seperti apa lebih tepatnya Xiao itu.Xiao yang memiliki rambut pendek berwarna coklat tua terlihat bergumam, tetapi…suaranya yang aneh saat menjawab itu sampai di telinga Ronye yang ada di balkon.
“Aku tak bisa menemukan semuanya dari jejak para pendeta itu, kebanyakan dari mereka bekerja di beberapa gereja di wilayah Dunia Mansuia. Ada juga yang jadi guru di sekolah besar, sebagai contoh, atau untuk menemukan pendukung yang kaya raya, maka pilihannya adalah membuka ruang doa mereka sendiri.Mungkin…”
Nada bicaranya yang pelan tidak terpancar aura seorang knight, tetapi knight seperti Linel dan Fizel terlihat mengikuti instruksi yang diberikan Xiao. Ronye tak tahu bagaimana bisa sampai seperti itu.
“Hmm…jadi kesannya itu adalah cara yang cukup aneh dan tepat untuk merekrut mereka kembali.”
Xiao mengangguk dengan kata-kata Kirito.
“Tapi kita bisa menangkap sekitar 70%nya pendeta yang meninggalkan Cathedral, di saat yang sama, hanya 30% saja dari mereka sekarang dan apa yang bisa dilakukan untuk melakukan penyelidikan ini.Itu tidak mungkin.”
__ADS_1
“Yah, terima kasih banyak,aku akan mempertimbangkan ekspansi dari biro informasi secepatnya.Kalau ide Entokia-san, kurasa itu terlalu cepat. Masih ada beberapa kesalahan…tetapi dalam‘Rencana Ekspansi Tim Pendeta’, kita bisa mempertimbangkan kerja sama dengan master sacred art itu yang bekerja di gereja atau sekolah.Nah kepala Furia, maaf sudah menyelamu, silahkan lanjutkan.”
“Baik kalau begitu…”
Ia menyelesaikan makan macaronnya saat mulai mengunyah ketika melihat Xiao yang
meneguk teh,Ayuha mengalihkan tatapannya lagi.
“Uh, ada 30 pemagang yang berencana untuk memasuki Menara akhir bulan ini.29 orang
dari Centoria dan 1 orang dari luar.Ini listnya.”
Sedikit batuk,Ayuha mulai menyebutkan nama-nama orang muda yang telah diijinkan
melewati gerbang Cathedral dengan suara tajam.Dulu saat Dewi Tertinggi yang berkuasa,seseorang yang ingin menjadi penghuni Menara kapur,tak peduli itu bangsawan atau orang biasa, tak ada pilihan lain untuk menang Kompetisi Persatuan Beladiri 4 kaisar.
Dengan kata lain, kebanyakan para biarawan itu lahir di Cathedral, dan Ronye merasakan
kebanggaan aneh pada mereka yang memilih untuk bekerja diluar Menara, tetapi tak seperti Integrity Knight,biarawan memiliki kesempatan untuk mempelajari kehidupan dari masyarakat umum dengan keluar dari gereja untuk mengunjungi cabang-cabang dan membeli barang.
Tetapi setelah kematian Administrator, tentunya tak ada anak yang diperintah untuk dilahirkan, sehingga jika semua anak-anak hingga umur 12 tahun yang tumbuh di Cathedral menjadi pendeta magang, jumlah anggota divisi sacred art juga tidak akan bertambah.Selain itu belum pasti apakah anak-anak akan diberikan kebebasan tanpa batas dan memutuskan untuk memilih jalan itu.
Maka diperlukan adanya penambahan anggota divisi sacred art,dengan mengundang kembali yang pernah meninggalkan Menara, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan bagus di era Administrator—walaupun itu secara terpaksa—dan itu kelihatannya Ayuha Furia yang menjadi kepala divisi sacred art telah mempertimbangkan keadaan itu.
Sambil memikirkan itu, Ronye mendengarkan nama-nama yang disebutkan dengan keras.
__ADS_1
“Totalnya ada 6 orang dari Centoria barat, 5 orang dari Centoria utara, brother magang, Ihar Dhalik, 13 tahun, Maxiom Toulzer, 14 tahun, sister magang, Lenon Shimki, 13 tahun, lalu sister magang…”
“Kebanyakan mereka semua anak-anak dari gereja.”
Bisik Tieze dan Ronye mengiyakannya. Bagaimanapun, saat dia mendengar nama 5 orang dari Centoria utara, dia lupa ingin bilang apa.
“…dan elite swordsman dari Akademi Master Pedang Centoria utara, Frenica Szeski, 17
tahun.”
"E...... Eeeeee ────────!?”
Ketika mereka berdua berteriak bersamaan, Berchie yang ada di tangan Tieze terkejut hingga bangun.Air mata pun muncul diujung pelupuk matanya seperti air yang bocor dari
bendungan, bocah itu menangis keras.
Mereka buru-buru menundukan kepalanya bersembunyi dari aula pertemuan dan setelahnya menenangkan Berchie, mereka tak bisa berhenti saling menatap senang terus menerus.Mereka berdua tersenyum lebar. Aku ingin ngobrol dengan Tieze, tapi aku harus menahannya dulu sampai nanti pertemuannya selesai.Kepala divisi sacred art yang sempat terhenti karena mendengar suara jeritan mereka berdua,sedikit batuk dan melanjutkan bacanya.
“Totalnya ada 5 orang dari Centoria utara. Dan satu lagi dari luar kota…dari area kekaisaran
Norlangarth area marginal, sister magang dari cabang desa Rulid, Selka Schuberg, 15 tahun.”
"E...... Eeeeee ────────!?"
Itu bukan Tieze atau Ronye yang menjerit.
__ADS_1
Itu adalah seorang yang duduk di meja bundar, dan ketika mendengar nama itu disebut,wajahnya yang tadi sedikit agak mengantuk langsung terlonjak.Seseorang yang memiliki gelar Prime Swordsman.