
Walau dia telah ditetapkan sebagai knight magang, Ronye masih belum bisa mencapai level dimana dia bisa dengan mudah menggunakan ‘Incarnation’ yang merupakan kemampuan rahasia seorang knight. Itu mustahil baginya menggunakan sacred art dengan mempersingkatnya sekecil mungkin seperti yang dilakukan Kirito dan knight tertinggi lainnya, tetapi baru-baru ini dia mampu merasakan area dari hasil element itu.
Seperti yang dikatakan Sadore-shi, banyaknya thermal element akan terisi kedalam mesin naga, bagaimana pun, thermal element tidak pernah tenang. Dia merasa bergetar saat mencoba melepaskannya.
Melakukan hal seperti ini dengan element itu, apa yang akan terjadi jika kita melepaskannya?...punggungnya terasa dingin tetapi tak ada pilihan untuk tetap ikut menyaksikan prosesnya.
“…Yah, aku bisa merasakan elementnya saat ini, Asuna-sama, mereka kelihatannya mengontrolnya dengan baik”Asuna disampingnya membalas dengan suara yang agak gemetar.
“Terima kasih, kalau begitu tetap perhatikan sirkuitnya.”
“Baik.”
Saat Ronye mengangguk, Kirito berseru dari kejauhan.
“Kalau begitu, kita mulai! Asuna, hitung mundur ya!”
“Pasti selalu aku!”
“Seperti waktu dulu, saat kita bersiap menyerang boss dengan terburu-buru!”
Asuna mengangguk cepat pada kata-kata Kirito yang hampir tidak jelas, lalu mengangkat tangan kanannya dan mengucapkan sacred art.
“System Call!”.Dengan cepat ia menyusun “sacred art dengan area meluas” kombinasi dengan element aerial dan Kristal. Dia juga bisa menggunakan Incarnation, tetapi tak ada musuh disekeliling sehingga tak perlu ada alasan lagi merahasiakan tekniknya.
Asuna membuka mulutnya ke lembar kaca tipis yang melayang ditengah pusaran seperti udara.
[Hadirin semuanya, maaf sudah menunggu lama! Sekaranglah, dipersembahkan oleh gudang senjata Central Cathedral, kami akan melakukan percobaan penerbangan ‘Mesin Naga Prototype Nomer 1!]
Suara nyaring yang menggema keseluruh penjuru ruangan, dan kedua pengawas Cathedral yang berdiri di sisi lain dari kerumunan masyarakat kota berdiri dari tempatnya dan bertepuk tangan. Melihat ke Central Cathedral, armor dari Integrity Knight terlihat berkilauan terkena pantulan cahaya di lantai 30 diatas sana.
Dalam keriuhan dan tepuk tangan itu, Kirito melambaikan tangannya kea rah para tamu dan mulai menaiki tangga menuju mesin naga. Dengan cepat ia meraih kepala naga dan membuka kaca transparan lalu masuk kedalamnya.
Ia duduk di kursi yang mengarah keatas langit, memasang sabuk pengamannya. Setelah menggunakan kacamata besar yang sebelumnya berada dilehernya, dia memberikanbjempolnya ke arah Sadore.
Pak tua Sadore diikuti Ronye dan Asuna mundur sekitar 20 mel. Ronye maju dengan perlahan -lahan sambil memperhatikan agar tidak kehilangan koneksi thermal element.
[Akan kumulai hitung mundur! Semuanya bantu aku!]Asuna menyeru pada penonton dengan nada yang sangat familiar. Dia mengangkat kedua tangannya ke udara dan melebarkan ke-10 jarinya.
[Semuanya! Sepuluh! Sembilan! Delapan!]
Sekitar 1000 balasan suara merespon seruan Asuna yang melipat jarinya. Disaat yang sama,Tieze dan Renri juga ikut berhitung mundur dengan senyumnya.
__ADS_1
Ronye berseru bersama sambil memeluk Tsukigaki.[Tujuh! Enam! Lima!] Secara tak diduga, getaran thermal element semakin kuat. Kirito langsung mengontrolnya dengan Incarnation.
Kemampuan pemikiran Kirito yang hebat terhubung kedalam thermal element yang diberikan Ronye sebagai mediator.
Lagi, sesuatu yang berdenyut didadanya.
—Aku tak bisa terus membiarkan perasaan ini
—Sebagai rekan Kirito-senpai, aku harus tetap tenang hingga aku tua nanti.Ronye berteriak lebih keras, berusaha menyembunyikan matanya yang panas dari Asuna yang berdiri disampingnya.
[Empat! Tiga! Dua!] Suara dari mesin naga semakin nyaring. Ujung tumpul berwarna silver berkilauan dan cahaya dari tube didalamnya berubah warna dari merah ke oranye dan kuning.
[Satu, nol!] Jalan batu disana bergetar oleh penyelesaian Incarnation dari Kirito
“Lepaskan!”Kata kunci untuk melepaskan elemennya.
Tiba-tiba setelahnya, 20 elemen panas meluncur dengan kekuatan yang tersembunyi.Diteruskan dengan suara yang sesuai, api berwarna keputih-putihan muncul dari paling bawah mesin naga. Lantai batu yang seharusnya adalah benda abadi terlihat terbakar dengan banyaknya asap putih. Kerumunan saling bergema.
Dari asap itu,Naga metal terbang lurus dengan segaris silver.Suara yang melengking di langit yang belum pernah didengar Ronye sebelumnya. Seretan ekor api dari 2 tabung, naga itu semakin tinggi dan tinggi.
Ronye merasakan sakit di kedua telapak tangannya setelah melepaskan panas tadi. Memang tak dapat terpisahkan, apapun material yang dibuat, panas ultra-tinggi seharusnya dapat menghancurkan dan mesin naga itu akan meledak. Bagaimanapun, suhu ultra rendah dari elemen es yang dikirim ke salah satu tube yang menempel dekat dengan ruangan itu, dapat mengurangi suhu ruangannya.
Hasilnya, kekuatan ledakan dari thermal element yang dilepaskan hanya berada pada satu arah dari tabung pipa itu, dan mesin naga raksasa itu terbang lurus.
“…Luar biasa…”
Air mata terjatuh dari kedua mata Ronye, untuk beberapa alasan.Terlihat berkaca-kaca, dia melihat naga silver yang terbang semakin tinggi melewati Central Cathedral.
Jika naga mendarat dalam satu tempat, membuat sacred power di area sekitarnya akan melelahkan dan cryogenic elementnya akan muncul secara konstan, tetapi melaju dengan kecepatan tinggi seharusnya bisa sedikit saja untuk mendapatkan suplai spatial. Lalu, naga buatan manusia- itu dapat terbang dan takkan bisa teraih dengan naga sungguhan.
Secepat ia memikirkannya, Ronye merasakan maksud sebenarnya dari Prime Swordsman Dunia Manusia ini.Tujuan Kirito-senpai bukan hanya untuk terbang saja, mungkin saja…dengan mesin naga itu…hingga ‘Dinding Ujung Dunia’ yang tak pernah bisa dilewati, mungkin bisa dilewati.
Bagaimanapun, pemikirannya sudah jauh.
Tiba-tiba Ronye merasakan tanda bahwa thermal element terbuka.Segelnya mulai berubah, meleleh dengan panas tinggi. Aku tak tahu alasannya, tetapi suplai dari cryogenic element seharusnya menurunkan suhu dari ruangan itu, tetapi tak cukup.
“Ah, Asuna-sama! Thermal elementnya—”
Saat mengatakannya, mereka mendengar suara ‘duum!’ yang terdengar tidak enak didengar,dan melihat asap hitam dari tabung pipanya.Setelahnya, naga itu berputar dengan vertical. Membelok kea rah selatan, tepatnya di—Central Cathedral, lantai 95.
“Tabrakan!?” Ronye mendekapkan kedua tangannya didada dan berteriak, suara dari kerumunan juganterdengar.
__ADS_1
Dengan suara ‘sets!’ Asuna menarik pedang dari pinggangnya.Cahaya kuning menyilaukan dari Solus terpisah menjadi 7 warna, menuju ke arah Cathedral.
“Yoosh!”Asuna berseru bagai suara dewi, disaat yang sama ia menggerakkan ujung pedangnya kearah kiri.
Saat menariknya, puncak dari Central Cathedral raksasa mulai dari lantai 95 bergeser kearah barat dengan suara berisik.
Selanjutnya adalah mesin naga melewati itu dengan asap hitam.Jauh dari langit di selatan, terpancar cahaya menyilaukan.
Dengan suara ‘doku~n!’ tersebar perlahan.
Walau sejumlah energy telah terkuras untuk menerbangkan naga, kekuatan nya bersamaan terlepas dengan 20 thermal element yang dahsyat.
Normalnya, satu jari hanya bisa mengontrol 1 element, sehingga walaupun dengan pendeta level tinggi sekalipun, tak bisa melewati batas dari 10 hal itu.
Ada rumor mengatakan, mantan anggota Dewan Pemimpin yang mengatur Gereja Axiom pernah sekali menggunakan jarinya untuk menambah batas itu sampai 20 kali, yaitu Dewi Tertinggi Administrator yang dapat memanipulasi ribuan dengan rambutnya.
Tentu saja Ronye belum pernah melihatnya.
Saat knight Ronye berhenti, tak ada satupun kerumunan yang meninggalkan Cathedral.
Diatas udara, sebuah sinar oranye menyilaukan atau disebut juga Solus kedua, diikuti oleh seruan seperti surga yang turun ke tanah. Hampir seluruh kerumunan berseru dan menutupi kepalanya dengan kedua tangannya.
Bagaimanapun, tentu saja, pembatalan proses thermal element hanya menimbulkan ledakan dilangit, sehingga tak ada kerusakan disekitarnya yang berjarak ribuan mel dari tanah.Pada akhirnya kerumunan mengangkat wajahnya, asap hitam pekat yang menyebar kemana mana hampir menutupi puncak Cathedral setelah kembali ke posisinya semula.
Setelah melihat ledakan yang lebih besar dari kembang api saat perayaan tahun baru 2 bulan lalu—mungkin, semuanya menduga kalau Prime Swordsman yang berada di dalam sana tidak selamat. Begitu juga dengan Ronye, ia mengepalkan kedua tangannya didepan dadanya dan membuka kedua matanya.
"Ki............"
Kirito-senpai!
Saat ia berteriak, Asuna yang sudah berada di sampingnya menepuk bahunya dan berkata.
“Dia baik-baik saja.”
Bayangan kecil yang muncul dari balik asap hitam, dia mendengar suara yang tenang tanpa suatu getaran Manusia. Walaupun hampir semua material dari naga itu berasap kemana-mana, tetapi satu orang yang mengenakan pakaian hitam sudah keluar dari sana.
Bayangan yang sepertinya sedang melebarkan tangannya.Bagian bajunya yang robek telah berubah menjadi sayap tipis dari ujung bahunya.Saat naga-seperti sayap melebar 2, ah 3 kali, kecepatan jatuhnya berkurang dan benar-benar berhenti.
Teknik terbang yang telah menghilang setelah tewasnya Dewi Tertinggi Administrator.Tidak, itu bukanlah sacred art. Itu adalah kemampuan yang hanya bisa terjadi oleh Incarnation yang mampu membuat ‘Bagian Dari Dunia’ untuk mengubah pakaian menjadi sayap sungguhan dan dapat terbang di langit.Tak ada orang lain yang mampu melakukannya selain Kirito saat ini.
Para penonton yang menyaksikan mulanya bertepuk tangan, lalu menjadi riuh dan saling berseru.Walaupun ‘Eksperimen Terbang Mesin Naga’ –mungkin gagal lebih dari yang dibayangkan dari tujuan asli, Kirito dengan tenang turun kebawah dan tersenyum. Ronye juga bertepuk tangan dan tidak melepaskan pandangannya dari sosok itu.
__ADS_1
(e/n: Kirito jatuhnya di lantai teratas Cathedral jadi gak kena penonton.)
Ide dan gagasan dari Kirito telah membuahkan hasil yang menakjubkan yang belum pernah ada.Senyuman dari sosok itu yang terlihat buram dari kedua mata Ronye yang telah basah.Dengan cepat ia mengusap matanya dan berdoa dari hatinya yang terdalam.Suatu saat nanti pasti jadi kenyataan, aku harap hari itu akan menjadi yang terakhir selamanya.