
"Selamat pagi, Ronye-san…kau tak perlu khawatir tentang pertarungan,karena hari ini adalah penantian panjang dari fest."
“Fest…apa itu?”.Tanpa sadar ia memiringkan kepalanya.Hari ini—adalah tanggal 17 Februari, tahun 380 kalender Dunia Manusia, hari-hari seperti biasa.Juga, tak ada “Hukum pokok Dunia Manusia ” yang dirumorkan tahun lalu, ataupun ‘Taboo Index’ juga telah dirubah, tak ada instruksi khusus untuk merayakan hari ini.
Bagaimanapun, kalau melihat ke sekeliling,di depan Central Cathedral telah dipenuhi banyak penonton yang tak terhitung jumlahnya. Semuanya terlihat mencoba mendapatkan makanan dan minuman.
Selanjutnya, gerbang depan Cathedral yang biasanya ditutup rapat, terlihat terbuka untuk umum hari ini. 2 pengawas yang berdiri di area kiri dan kanan di dalam gerbang utama, telah dipenuhi oleh jumlah warga yang melewati gerbang itu.
“…Yah, entah ini namanya festival atau apa, aku tidak tahu, senpai…saat Tuan Prime Swordsman melakukan sesuatu, pasti seperti ini.”Ronye juga mengangguk karena kata-kata Tieze dengan wajah yang malu.
“Yah, kurasa…ayo kita berharap saja semoga dia tak merusak Cathedral hari ini.”Di sisi lain dari keramaian, dimana ada 3 orang yang saling bertemu,Seperti kata mereka, sulit mengungkapkannya dengan kata-kata.
Suara aneh yang bergema dari tengah- tengah, area yang terpisah hampir 100 mel, dan di batu putih bersih, sebuah “mesin naga” muncul.Bagaimanapun, itu bukan hanya sebuah hiasan, bagian paling atas kepalanya terbuat dari kaca transparan.Sayap pendeknya di sisi kiri dan kanan yang tipis, dan kedua kaki tebal silindernya yang besar,Tiada ekor.Bisa dibilang panjangnya sekitar 5 mel, dan api oranye yang terlihat dari lubang diatas dan dibawah,tetapi identitasnya sulit diketahui.…Satu hal yang pasti adalah itu membuatku merasa aneh.
Membuang jauh-jauh dari dalam hati, Ronye mengalihkan tatapannya dari naga metalik itu dan memandangi 3 orang yang berdiri di dekatnya.Salah satu dari mereka—seorang swordswoman muda dengan rambut panjang berwarna chestnut yang tertiup angin dengan sebilah pedang di pinggang kirinya, tepatnya di atas rok berwarna putihnya, mengalihkan pandangannya saat melihat Ronye. Dia tersenyum dan mengangkat tangan lalu memberinya isyarat.“Hey, ayo kesini.”
Saat Tieze ragu dan mundur sedikit,Ronye lebih dulu berlari dan melewati tali penghalang berwarna kuning, tentu saja diikuti Tsukigaki.Dengan Menghiraukan banyaknya penonton, ia melewati kerumunan itu, berhenti didepan swordswoman itu, dia memberikan salam seorang ksatria padanya.
“Selamat pagi,Wakil Prime Swordsman sama.”Selamat pagi, Ronye-san, kelihatannya kita akan berpesta hari ini,jadi buatlah nyaman saja ya?”.Dia berkata sambil tersenyum di wajah cantiknya, Ronye merileksnya bahunya dan menjawab.
“…Baik, Asuna-sama”
“Sudah kubilang…tak perlu pakai sama”
Ia menyunggingkan senyumnya, tetapi sulit untuk melakukannya.
Gadis yang berdiri dihadapan Ronye yang terlihat lebih tua darinya wakil dari Prime
Swordsman Dewan Serikat Dunia Manusia Asuna dihormati semua orang, malah lebih dihormati dari Prime Swordsman sendiri. Karena semua orang di Dunia Manusia ini percaya bahwa ia adalah reinkarnasi dari ‘Dewi Agung Stacia’, salah satu 3 dewi dalam mitologi genesis.
Walau dia menyangkal kalau dia bukanlah dewi, Ronye telah menyaksikannya sendiri saat Asuna membuat celah yang sangat besar di tanah dengan tebasan pedangnya untuk menghindari serangan pasukan musuh.Setelah melihat semua itu, kau tak bisa membayangkan untuk memanggilnya tanpa–sama.Walau sudah diberi tahu untuk [tidak perlu pakai -sama] oleh knight tertinggi yang harus ia patuhi, dia menggerakkan lehernya ke kiri dan kanan dengan maksud untuk melanjutkannya,iamelihat Asuna dengan senyum pahit.
“Jadi, Ronye-san, kau adalah yang terbaik dalam sacred art thermal element kan?”
“Aku…i-iya begitulah.”Merasa canggung, dia mengangguk. Asuna mendekatkan wajahnya padanya dan berkata dengan pelan.
“Kalau begitu, ada hal kecil yang ingin kuminta darimu.Selama kita memiliki susunan thermal element dan kau memiliki kecenderungan yang bersamaan satu sama lain, aku inginkau mengajariku bagaimana cara mengeluarkannya.”
“Eh…oh…? Apa didalam sana ada thermal element?
Ronye tak bisa mengerti begitu saja maksudnya,dia mengalihkan pandangannya dan berkedip-kedip.Dia melihat ke puncak paling atas dari mesin naga itu, dan melihat 2 pemuda sedang mendiskusikan sesuatu disebelahnya.
“…Intinya, Kiri-boy, walaupun kau bilang thermal element bisa di komputerisasi dan melawan panas dari hasilnya, itu karena disana ada penyuplai yang cukup dari pembekuan permanen, Cucuku ini kan tidak pandai dalam element cryogenic, jadi kalau kau ambil delay lain selama sacred art, pengisian element penuhnya bisa hilang dalam sekejap mata!”.Satu orang yang sedang berbicara dengan suara lantang dan dengan kata-kata yang hampir sulit dimengerti adalah seorang pria berumur 50 tahun pemilik jenggot yang rapi.
__ADS_1
Ronye tahu dia, seorang pekerja yang membuat armor terbaik di ibu kota Centoria bernama Sadore.Sudah lama dia mengoperasikan toko di kota, dan setelah itu dia bekerja sama dengan permintaan dari Integrity Knight di “Pemberontakan 4 Kekaisaran”, dia mengambil pekerjaan di Central Cathedral sebagai kepala permesinan.
Dan satu orang lagi yang sedang berbicara dengan Sadore-shi yang wajahnya memerah seperti anak kecil,Dengan warna rambut dan mata yang sama, hitam. Keberadaannya memang lebih terlihat sebagai seorang pemuda.Dia mengenakan jaket jas panjang dan celana panjang berwarna abu yang aneh. Tak adasenjata di pinggangnya. Dia menaruh kedua tangannya yang memakai sarung tangan kulit dibelakang kepalanya dan berbicara lagi dengan Sadore dengan wajah yang malas.
“Hey, mendengarkan itu bikin telingaku sakit seperti digigit serangga tahu, oji-san, jangan panggil aku Kiri-boy lagi.”
“Hmph, jangan harap, sejak hari itu, sejak 3 tahun lalu kau datang padaku membawa dahan pohon itu ke tokoku, aku telah menyempurnakan dan mengasah dahan pohon itu menggunakan 6 batu hitam terbaik untuk menajamkannya menjadi sebilah pedang. Setelah itu kuputuskan untuk memanggilmu sebagai cucuku selamanya.”
“…ingatlah juga, tanpa pedang itu, dunia ini akan dalam masalah.”
Pemuda yang sedang menggerutu itu melihat ke arah Ronye.Semenjak mereka bertemu pertama kalinya, dia tidak berubah. Meninggalkan sebuah kesan seorang anak muda. Secepatnya, Ronye melihat senyum dari pemuda itu di wajahnya, sesuatu terasa berdenyut dalam dadanya.Ronye menundukkan sedikit kepalanya, memberinya hormat.“Selamat pagi, Kirito-Senpai.”
Di saat ini sebenarnya dia ingin menggunakan kata–sama dengan baik, tetapi khusus untuk orang itu, panggilan–sama dipakai hanya di saat formal saja. Jadi tidak dapat mengelak, dia memanggilnya dengan kata–senpai seperti halnya saat mereka masih seorang murid.
Mantan Elite Swordsman di Akademi Master Pedang di Centoria Utara, seorang pemuda bernama Kirito yang sekarang telah sah menduduki posisi sebagai Prime Swordsman di Dewan Serikat Dunia Manusia, melambaikan tangannya dengan sebuah senyuman.
“Oh Ronye! Sedang apa disitu?”.Naga kecil muncul dibelakang Ronye dan berseru ‘kurururu’ lalu melebarkan sayap kecilnya dan berhenti di depan Kirito dan mengelus pipinya. Setelah tersenyum dengan melihat situasinya, dia juga menyapa Sadore.
“Selamat pagi, master”
“Oh, selamat pagi, nak Ronye”
Setelah saling menyapa, Ronye menghampiri oji-san itu dengan senyum dan bertanya.
“Jadi…itu…kau baru saja membicarakannya, apa itu ya…seperti thermal element?”
“Mesin…naga?”.
Kata-kata yang sangat asing lagi, tetapi dia cepat-cepat memahami kalau itu adalah nama dari naga metalik yang berdiri dihadapanya.Melihatnya lagi, dia merasa aneh saat memanggilnya naga, sebuah karya yang tidak hidup dengan suara aneh yang terdengar ‘hirururu’ di balik bentuk panjang dan besarnya.
“Disini ada 2 wadah penyimpanan yang terbuat dari batu adamantin barat, hanya ada 10thermal element yang terisi disitu.”
"Eh....... Eeeeh!".Saat mendengarnya, Ronye melangkah kebelakang pelan.
Thermal element adalah hal yang paling sulit dikuasai dibanding sumber 8 atribut dari sacred art.Tak seperti cryogenic dan aerial yang bisa terjaga di angkasa sementara, jika ditinggalkan saat dihasilkan, itu akan cepat memancarkan panas dan cahaya lalu menghilang. Jika menggunakan thermal element, kau tak boleh kehilangan konsentrasi hingga prosesnya berjalan atau terputus,itulah hal utama yang dipelajari oleh anggota pendeta yang masih magang.
“Yah…seperti…batu adamantin dengan perlawanan terhadap panasnya yang sangat tinggi,jika kau meninggalkan dalam kontak dengan 10 elemen panas, apakah akan meleleh danmeledak?."
“Itulah penemuannya, diluar wadah, ada pipa yang terbuat dari kulit lipan yorund raksasa yang memiliki pertahanan beku yang tinggi. Itu adalah system pipa yang terkoneksi ke ruang tersegel dengan cryogenic element yang menyuplai udara dingin disana untuk mencegah ruang panas meleleh.”
"Itu…um…”
Walau disebut penemuan, bagi Ronye, thermal element dan kriogenis adalah sumber dari sacred art yang mana adalah ‘Ampunan dewa’ dan jauh dari seni pandai besi dan metal. Dia tak pernah kepikiran untuk mengkombinasikan keduanya.
__ADS_1
“…Hal seperti itu…apa akan bekerja…?”
Tanpa sadar bergumam, master Sadore merentangkan kedua tangannya.
“Yah, ini sudah sempurna lo.”
"Eee!"
“Kiri-boy yang akan mengendarai benda ini.”
"Eeeeee~~!?"
"Mengendara—a-apa ini?."Dengan takut ia melihat ke atas ‘naga mesin’ itu.Lalu, dia melihat ada sesuatu yang kelihatannya bukan apa-apa tetapi ada kursi didalam kepala kaca transparan itu yang berujung lancip. Ada pipa metalik dan sejumlah disk kecil disekitar kursi itu. Jarum tipis ditengah dari salah satu disk itu kelihatan bergetar dengan suara aneh.
“…Tidak mungkin…seseorang yang duduk disana, lalu…melepaskan thermal element…dari wadah dibaliknya…lalu…”
“Wish!! Terbang…seperti naga di langit.”
Itu adalah Kirito yang berdiri setelahnya.
Tsukigaki mengendus sayap metal dari mesin naga, dan menjauh dengan wajah kecewa.
“J-ja-jangan, ini gak masuk akal, senpai!!”
Dia berteriak sambil menarik lengan baju Kirito.
“Yah, kau tidak berpikir kami akan saling mengganti seluruh 20 thermal element di saat yang sama, yang akan langsung menghilang seluruhnya kan?! Ini mirip seperti elevator Cathedral.”
“Yup, semenjak pipanya telah disesuaikan dan terpasang dengan baik, kau bisa menaikkan atau menurunkan tekanannya dengan element aerial. Tak ada yang lebih baik untuk terbang dilangit daripada kekuatan ledakan dari thermal element.”Akhirnya ia tersenyum.laly Kirito berbalik.
“Disamping itu, banyak orang yang sudah menunggu ini…jika kau bilang untuk membatalkannya, ‘Pemberontakan Pemerintahan Utama’ nanti kejadian.”
“Ah, bukannya senpai bertemu dengan mereka semua!?”
Banyaknya orang-orang yang berkumpul hari ini di Central Cathedral didepan itu karena Kirito dengan lantang mengumumkan “kami akan mengadakan eksperimen public dari gudang senjata Cathedral.”
Selama kedamaian di Underworld, itu biasa bagi anggota staff dan masyarakat yang baru baru ini menikmati “eksperimen restorasi protektif pelindung naga gua utara” yang akan diperlihatkan oleh Prime Swordsman Dunia Manusia, yang merupakan sumber dari keramaian untuk melakukan sesuatu lagi.
Disaat itu, saat Kirito melakukan sedikit kesalahan mengontrol naga putih itu, hampir semua tanaman pohon di Cathedral jadi membeku. Ronye yang tahu itu tanpa sadar sedikit mundur.
Punggungnya tertahan oleh Wakil-Prime Swordsman yang berdiri disebelah kanannya. Asuna yang telah lama berhubungan dengan Kirito mengatakan dengan wajah yang terlihat menyerah.
“Jangan buang waktu, Ronye-san, tak ada lagi yang bisa kita lakukan, itu akan terjadi.”
__ADS_1
“Tapi…tapi…ini tidak benar…”
Kepalanya menggeleng, membuat ia berpikir kembali. Tahun lalu Ronye telah mempelajari tentang “tak ada jalan lain tetapi harus dilakukan” jika Kirito yang keras kepala itu sedang melakukan sesuatu.Berniat untuk melakukan segalanya yang mungkin untuk menghindari bencana,lalu Ronye memfokuskan pikirannya dalam hati pada kata ‘mesin naga’.