Sword Art Online

Sword Art Online
Chapter 11


__ADS_3

Jarak antara ibukota Dunia Manusia, Centoria menuju ibu kota Dark Territory, Obsidia adalah sekitar 3000 kilolu. Membutuhkan waktu 3 hari dengan seekor naga untuk melewati 3000 kilolu. Satu bulan dengan mengendarai kereta kuda, dan 2 kali lipatnya jika berjalan kaki.


Saat Perang Dunia Asing dulu, Pemimpin Vector, Pemimpin dari pasukan kegelapan memindahkan 50 ribu pasukan dari Obsidia ke Gerbang Besar Timur dalam waktu 5 hari menggunakan semacam obat khusus dan teknik rahasia dari master dark artnya, yang menyebabkan bertambahnyabjumlah life bagi siapapun yang meminum obatnya.


Tetapi ada manusia yang tidak meminum obatnya karena menggunakan kereta kuda atau mengendarainya, namun manusia yang berjalan hingga hari itu lifenya semakin berkurang, dan para pendeta Cathedral bekerja keras untuk menemukan cara yang akurat mengembalikannya.


Prime Swordsman Dunia Manusia, Kirito dengan cepat memutuskan untuk pergi ke Obsidia untuk mengatasi situasi darurat ini, tentu saja dengan mengendarai naga. Pikir Ronye.Teknik terbang Aerial Element yang digunakan untuk pergi dari Cathedral ke kantor keamanan di Centoria Selatan saat itu menghabiskan banyak sacred power, sehingga tidak bisa dipakai terlalu lama di Dark Territory dengan jumlah sumber yang sedikit.


Tetapi dia tak punya tunggangan, sehingga dia perlu mengendarai naga milik Renri atau Dusolbert. Walaupun bisa untuk kapasitas 2 orang, tetap saja naga akan kelelahan


walaupun cepat, jadi aku tak bisa memintanya untuk membawaku dengannya— dan Ronye sudah menyerah walaupun Tieze belum mengatakannya.


Bagaimanapun, setidaknya ia ingin membantu dalam menyiapkan perjalanannya. Ronye pergi ke kandang naga di lantai 30 Cathedral dimana disana jugalah kamar dari Prime Swordsman itu sendiri. Asuna menyambutnya dan berkata “Kirito-kun ada di gudang senjata” dengan ekspresi wajah yang hangat dan juga gelisah.


Memiliki perasaan khawatir yang sama dengan sang Wakil-Prime Swordsman, dia berlari kebawah,tempat yang dulunya adalah penjara,dan menuruni lantai yang lebar dan landai,dia melihat kedalamnya dibalik pintu raksasa di sebelah kiri yang terbuka.


Didalamnya adalah tempat yang luas sekitar 30 mel dengan di sebelah kiri dan kanannya ada sekitar 5-6 orang pandai besi dan pendeta dengan suara riuh ketukan palu. Dan ditengahnya ada artefak besar yang berkilauan karena cahaya puluhan lilin yang tidak terhitung. Itu adalah “Mesin Naga”, naga besi yang mirip dengan Prototype 1, yang menyebabkan ledakan besar waktu itu, dan disana ada master permesinan, Sadore dan Kirito yang sedang bercakap dengannya…terlihat saling berseru satu sama lain.


“Sudah berapa kali kau mengatakan itu, Kiri-boy! Bayi kecil ini masih dalam proses penyesuaian! Penerbangan penuh itu mustahil, harusnya kau juga memahaminya dong!”


“Tenanglah master, saat ini aku hanya akan terbang lurus saja, ganti saja sayapnya dengan yang lebih lebar, jadi bisa dengan mudah meluncur di udara!”


“Astaga bicara apa kau ini nak? Tujuan bayi kecilku ini ke ibukota Dark Territory! Tidak, kita belum pernah mengetes penerbangannya, masa tiba-tiba saja harus kuakui ada seseorang yang akan menerbangkannya sejauh 6000 kilolu?!”


“Tidak apa-apa! Saat ini, thermal elementnya terkunci di wadah padat dan 2x lipatnya dari versi 1, dan juga master kan sudah memperbaiki badannya dengan hati-hati, walaupun aku terbang sejauh 10 ribu kilolu pun, gak akan kelempar deh, gimana menurutmu?”


“Di kasus seperti ini sajalah yang tidak bisa kau paksakan begitu saja, level kerapuhannya …tidak tidak! Lupakan itu. Setiap kali aku mendengar rayuan ocehan dari mulutmu itu, malah jadi makin merepotkan daripada sengatan Oonumaab di bokongku!”


Mendengar percakapan mereka, wajah Ronye terasa panas. Tak ada jalan lain bagi Kirito untuk mengendari naga tanpa pelatih, dia ingin terbang ke Obsidia dengan mesin naga versi2.Tiba-tiba saja muncul pikiran-pikiran aneh di kepalanya, Ronye menggeleng-gelengkan kepalanya dan segera menghampiri mereka berdua.


“Itu berbahaya Kirito-senpai! Seperti yang dikatakan Sadore-shi, apa yang akan terjadi jika kau memaksakannya!”


“Oh, Ronye, jangan terlalu dekat atau oli-oli itu akan menempel ke bajumu.”


Kirito menarik tangan kiri Ronye dari mesin naga itu sekitar 50 cen. Kirito tertawa pelan lalu menguatkan ekspresinya.


“Yah, mungkin kau juga sudah tahu situasinya. Tetapi aku harus, dengan terpaksa, terbang sendiri. Karena semua knight sibuk dan aku tak bisa meminta mereka mengantarku ke Obsidia. Membutuhkan waktu 1 bulan dengan mengendari kuda…situasinya akan semakin tegang dari yang kita pikirkan, jika kita tidak segera memberitahu tentang situasi ini pada Dark Territory secepatnya, ini mungkin akan terlambat…”


“…tetapi, itu berbahaya, senpai…”

__ADS_1


Ronye mencoba membujuk Kirito dengan sedikit lebih mendekat padanya.


“Pembunuh petugas kebersihan Yazen-san itu menaruh kejahatannya di tangan goblin gunung Oroi yang tidak lagi terikat Hukum Terkuat, kalau begitu, mereka akan mengincarmu yang meninggalkan Centoria…tidak, mungkin saja saat itu mereka akan menjebakmu saat pergi ke Obsidia, senpai!”


“Oh…ya…itu mungkin saja…”


Saat ia bergumam dengan ekspresi serius. Kirito menutup mulutnya dan memikirkan sesuatu. Dan yang memecah keheningan adalah helaan napas keras dari Sadore.


“Jadi…aku juga, kau tahulah, pertukaran kemampuan dan ilmu pandai besi dari Dark Territory. Saat itu dunia ini seperti mimpi, dan aku tak mau lagi kembali ke masa lalu.”


“Hey…walaupun oji-san adalah master, kau masih perlu belajar ya?”


Mendengar pernyataan Kirito, Sadore mengerutkan wajahnya dan mengusap janggut abunya.


“Sayangnya iya. Pedang dan armor dari pasukan kegelapan di medan pertempuran itu, adalahbsebuah karya seni yang hebat. Untuk memulainya mereka menggunakan besi asli, tipenya tidak kuketahui…hingga sekarang kita tidak tahu dari mana sumbernya dan metode pembuatannya."


Sadore mengetuk piringan diluar mesin naga berwarna silver yang berkilauan dengan tangan besarnya yang dipenuhi dengan banyak bekas luka dan berkata.


“…Kiri-boy, tekanan meter dari thermal elementnya sudah mencapai 80%. Jadi pastikan untuk membuka suntikannya lebih rendah”


“Oh itu baru benar-benar master!."


“T-tolong tunggu sebentar!”


Ronye buru-buru memotong percakapan mereka.


“Walaupun keamanan naganya terjamin, masih tetap ada bahaya yang mengancam jika senpai diserang! Pergi sendirian ke Dark Territory, itu terlalu…”


Saat ia mengatakan itu, Ronye melihat puncak dari naga mesin itu dan melihat sesuatu yang langsung membuat mulutnya terdiam. Kaca yang mengelilingi kursi besinya—yang kelihatanya disebut ‘kokpit’—terlihat lebih panjang dari versi 1. Menatapnya serius, dia melihat ada kursi lain di belakang kokpit itu.


“…ano…senpai”


“…kenapa?”


“Apakah versi 2 ini bisa untuk 2 orang?”


“Hm…walaupun penyuplai element kriogenik dari versi 1 tak bisa menangkapnya dan malah meledak, yang seharusnya bisa…kukira dengan 2 orang akan lebih cukup untuk menghasilkan elemen kriogenik, tetapi seperti yang kukatakan tadi, kemampuan pendinginnya cukup untuk terbang lurus walau hanya dengan satu orang…”


Ronye menyela lagi penjelasan Kirito, yang mungkin akan jadi pertanda buruk. Dengan berdehem.

__ADS_1


“Aku mengerti senpai, untuk memastikan bahaya dari ancaman pembunuhan, aku yang akan mengajukan diri untuk memastikan.”


“Mengajukan diri?"


“Seperti yang tadi senpai katakan, semuanya hingga knight tertinggi pun sedang sibuk, jadi sebagai knight magang, aku akan mengambil tanggung jawab dalam misi ini!”


"Er… err?"


“Selain itu, aku bisa membantu memonitor thermal elementnya!”


"Eeeee~~r!?"


Sebelum Kirito menolak,Ronye mengepalkan tangan kanannya dan menaruhnya didada, lalu tangan kirinya memegang gagang pedangnya, melakukan salam resmi seorang knight, dan ia menyatakan izin persetujuan padanya.


Melihat Kirito yang berkedip-kedip kebingungan, Sadore malah tertawa senang.


“Kau kalah Kiri-boy, walaupun begitu, Ronye-jochan tidak terlihat ragu.”


Walau Ronye harus mendapat izin Kirito, mulai dari sini jadi serius.tentu saja, ini adalah pertama kali baginya mengunjungi Obsidia, ibukota Dark Territory,tetapi dia juga belum punya pengalaman menjadi tangan kanan Kirito. Setidaknya yang ia bisa lakukan adalah menyelesaikan persiapannya, sambil membereskan pakaian dan aksesorisnya di kamarnya di lantai 22 setelah kembali dari gudang senjata.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya, dan Ronye berpikir itu adalah Tieze yang akan langsung masuk kekamarnya, lalu ia berseru ‘ya!’


“Tidak apa-apa, biarkan aku membantu menyiapkan barang-barangmu…”


Ketika ia mendengar kalimat itu dan membuka pintunya, yang berdiri dibaliknya bukanlah sahabat rambut merahnya, tetapi seorang Swordswoman cantik dengan rambut chestnut dan pakaian knightnya yang berwarna perak.


"Ah ...... Asuna-sama!"


Asuna tersenyum lembut dan buru-buru menghentikan Ronye ketika ia hendak melakukan salam hormat padanya.


"Maaf mengganggu waktumu, Ronye-san. Ada tempat yang aku ingin kau melihatnya sebentar.”


“…ya, dimanakah itu?”


Ronye lalu mengangguk dan keluar ke koridor berjalan dibelakang Asuna.Kalau di Akademi Master Pedang di Centoria Utara, jika ada murid yang tingkatannya lebih tinggi yang mempersilahkan jalan, situasinya akan dikelilingi dengan beberapa siswa dibelakang gedung sekolah dan berkata


“bukankah kau ini sedikit tidak sopan?."


tetapi itu tidak akan terjadi di Cathedral.

__ADS_1


__ADS_2