
Dia mengangguk, lalu membuka matanya lebar, seseorang duduk disebelah kirinya tanpa hawa kehadiran.Air mata muncul karena uap panas, dan ketika wajah orang itu terlihat jelas, Ronye menegakkan lehernya terkejut.
Gadis berambut pendek dengan warna coklat yang basah mengerlingkan mata birunya.Badannya lebih tinggi dari Ronye saat kecil—tetapi dibaliknya dia adalah seorang gadis berumur 10 tahun yang tidak sepolos kelihatannya.
“Se…selamat malam, Fizel-sama”
Gadis itu menggerakkan jarinya dipermukaan air, cara Ronye memberi salam sama seperti para pendeta yang tadi memberi salam padanya.
“Gak usah pake -sama deh, Ronye kan lebih tua.”
“Tetapi…tingkatan knight Fizel-sama…”
“Duh, aku udah berkali-kali mendengar itu lo.”
Nama gadis yang sedang mengapung di permukaan air yang juga menendang air dengan kakinya adalah Fizel Synthesis Twenty-nine.Selama Perang Dunia Asing, dia masih seorang magang, tetapi setelahnya ia mendapatkan promosi public dan sekarang ia menjadi Integrity Knight resmi. Dia diberikan armor berwarna silver sesuai ukuran dengan tubuhnya dan seekor naga yang bernama Himawari, baru-baru ini dia sudah terbang mengelilingi Dunia Manusia untuk misi resmi.
“Fizel-sama, aku sudah lama tidak melihatmu, apakah kau sedang ada misi?”
Menjawab pertanyaan Ronye, Fizel mengangguk dan memasukkan mulutnya kedalam air panas.
“Yah, baru-baru ini pergerakan kaisar wilayah barat dari sisa-sisa Knight Konoe terlihat mencurigakan, jadi kami dikirim untuk menjelajahinya. Linel masih disana, aku hanya kembali untuk melapor dan mengambil beberapa barang.”
“Terima kasih untuk kerja kerasmu… Ardales Wesdarath V dari kaisar barat adalah salah satu dari 4 kaisar yang tidak bisa kami temukan jejaknya…apakah itu berhubungan?”
“Hmm, kastil bagian barat sudah hancur hingga rata oleh tanah oleh Teknik pelepas ingatan Fanatio-onee-sama. Aku tak berpikir kalau kaisar-ojiichan itu selamat, tetapi disana masih ada orang yang ingin kabur."
Tidak bisa dibayangkan kalau kata-kata seperti itu akan muncul dari seorang bocah berumur 10 tahun dengan gelembung- gelembung di permukaan air, Fizel memang tidak kelihatan seperti umurnya.
Temannya Integrity Knight Linel Synthesis Twenty-eight, mereka berdua lahir di Cathedral, tetapi tidak melalui “Synthesis Ritual”, mereka bilang saat itu ketika Administrator hendak menjadikan mereka Integrity Knight magang, untuk beberapa alasan ada sacred art yang bisa membekukan life mereka sebelum mencapai nilai maksimum.Dengan kata lain hanya jangan menilai mereka hanya dari umur dan penampilan, mereka takkan bisa tumbuh lagi.
{dg kata lain cebol selamanya}
Jika mempertimbangkan itu, terkadang Ronye ingin memberikan pelukan erat pada Fizel dan Linel, tetapi dia tak pernah bisa melakukannya. Terpisahkan dari fakta bahwa mereka adalah Integrity Knight, mereka pernah membunuh 2 knight pemilik nomor sebelumnya untuk merebut posisinya, lalu mereka melumpuhkan Kirito dan Eugeo dengan pedang beracun dan berniat memenggal lehernya, mereka berdua juga pernah mengendalikan sekelompok goblin yang menyerbu pasukan pertahanan Dunia Manusia saat perang dunia—banyak rumor yang menakutkan.
__ADS_1
Jika seseorang berbicara secara langsung tanpa takut, tidak ada keraguan kalau dia adalah orang baik yang patut dihormati.
“Jadi umm, Ronye-chan…”
Tak terduga namanya dipanggil, Ronye meluruskan tulang punggungnya di air panas.
“I—iya!”
“Aku dengar lo~"
Fizel melirik nakal padanya di permukaan air.
“Untuk mengawal Kirito, kau akan pergi ke Obsidia kan?”
“Eh…uh…yah….”
Tujuan Kirito dan Ronye untuk pergi ke Dark Territory adalah misi rahasia, tetapi ia berpikir tidak ada gunanya menyembunyikannya dari Integrity Knight lain seperti Fizel, sehingga Ronye mengangguk.
“Pilih oleh-olehnya obat rahasia dari dark master ya?”
“Haha, bercanda kok bercanda”
Setelah tersenyum polos yang cocok untuk anak seusianya, Fizel duduk di undakan yang lebih tinggi dan melihat ke arah jendela.
Di penglihatan Fizel, cahaya kota Centoria timur terlihat berkelip seperti bintang yang berada dalam kegelapan.Biasanya di Centoria timur memang banyak bangunan kayu, sehingga kayu dan batu lebih banyak digunakan sebagai penerangan kebanding lentera minyak, yang membuat kota terlihat bercahaya dengan warna yang lembut.
Jauh dari cahaya itu, “Gerbang Besar Timur” yang menjulang tinggi hingga mencapai 750 kilolu, gerbang untuk menuju ibu kota Dark Territory, Obsidia yang jaraknya lebih dari 2000 kilolu. Mereka mengajari kami di Akademi Master Pedang yang namanya berarti “ibu kota yang dibuat oleh Obsidia” dalam kalimat sacred suci, tetapi guru- gurunya tidak terlihat,mengetahuinya kalau ini semua asli.
Akankah aku memahaminya ketika aku melihatnya dengan mataku sendiri, akankah aku benar-benar pergi ke ujungnya pertama kali untuk mencapai kota itu, atau akanlah terlalu terlambat dan ego yang terlalu berlebihan akan menggangguku saat itu—
“Saat kau tiba disana…”
Ketika Fizel bergumam, Ronye menoleh kearah senpai muda itu.
__ADS_1
“I-iya…?”
“Hmm, perang sudah berakhir dan aku tak begitu peduli sih, tetapi….”
Disekitar mereka tidak ada orang sehingga tidak akan ada yang bisa mendengar percakapan mereka di dalam air panas dari gerbang hingga dinding, tetapi Fizel mendekati Ronye dan berbisik dengan wajah yang serius.
“Di Obsidia, tetap bukalah matamu lebar-lebar, waspadalah dengan semua keadaan disana.”
“I…iya…”
“Walaupun ‘Perjanjian Perdamaian ke-5 Kubu’ sudah ditandatangani, Dark Territory masih didominasi ‘Hukum Terkuat’. Satu-satunya orang terkuat di Dark Territory adalah komandan kesatuan Issukan, dan disana juga ada Scheta, jadi kukira dari kelihatannya mereka pasti akan terkejut. Tetapi…walaupun disisi itu sudah terikat banyak dengan Hukum Terkuat dan Hukum Fundamental Dunia Manusia, masih banyak orang yang tidak tertarik dan tidak mematuhi mereka dan melanggarnya begitu saja. Jadi jika di Dark Territory itu lebih banyak mematuhi hukum diluar Taboo, tidak mengherankan jika disana masih banyak orang jahat yang bersembunyi.”
Ketika mendengar kata-kata Fizel, Ronye merasakan suhu air panas yang dirasanya menurun.Dia mulai menggeleng-geleng pelan, tetapi Fizel menepuk kepala Ronye.
“Maaf maaf, aku tidak bermaksud menakutimu”
“Tidak, tidak apa-apa, aku akan menyimpan saranmu dalam hatiku.”
“Setelah tugas-tugas kita selesai dan saat Ronye-chan kembali nanti, ayo kita undang Tieze chan juga dan berpesta!”
“I-iya tentu saja!”
Ketika Ronye mengangguk, Fizel tersenyum dan berdiri.
“Yah kalau begitu, aku keluar duluan ya”
Melambaikan tangan kanannya, knight perempuan itu berjalan di lantai marble yang licin dan pergi. Ronye pun merilekskan kembali perasaannya.
Fizel adalah knight nomor 29. Nomor 30 adalah “Knight pemilik Pedang Fragrant Olive”, Alice yang pergi ke dunia nyata usai Perang Dunia Asing. Nomor 31 adalah “Knight pemilik Cambuk Frost Scale” Eldrie yang telah gugur demi Alice. Nomor itu akan terus bertambah walaupun pemiliknya tidak ada.
Jika Ronye dan Tieze resmi menjadi Integrity Knight, salah satu dari mereka akan mendapat nomor 32 dan 33.Tentunya dia tak sabar menanti saat itu. Tetapi disaat yang sama, perasaan tak menentu menerpanya karena ia tak yakin untuk siap menerimanya. Ronye memiliki sword skill, kemampuan sacred art, dan kemampuan pemikiran yang masih rendah dibandingkan dengan Fizel dan Linel, apalagi jika dibandingkan dengan knight tingkat tinggi seperti Renri.
Selangkah demi selangkah. Aku akan selangkah lebih maju. Jika kau melanjutkan latihanmu setiap hari dan belajar dengan serius, kau pasti dapat meraih tujuanmu.
__ADS_1
"............ Ronye Synthesis Thirty-three ............"
Tanpa sadar ia menggumamkan namanya, lalu buru-buru melihat sekeliling. Walau tidak ada orang yang mendengarnya, Ronye menyelam kedalam air panas untuk menyembunyikan rasa malunya dan memainkan mulutnya hingga muncul gelembung-gelembung ke permukaan air.