
Kirito-senpai mempunyai kemampuan Incarnation yang cukup untuk menerbangkan mesin naga raksasa, satu-satuya yang dapat membunuh Dewi Tertinggi Administrator dan Pemimpin Vector Dark Territory. Tetapi ya, dia bukanlah dewa. Dia hanya seorang manusia—yang merasakan sakit, keragu-raguan, kekhawatiran yang sama denganku, dan terlahir dari dunia yang lain.
Kirito-senpai selalu bangkit tak peduli seberapa bahayanya demi melindungi Underworld dari kehancuran, dia tidak mendapat kehormatan ini secara resmi, tetapi ia masih berjuang demi dunia ini. Kuharap aku dapat mengulurkan tanganku untuk memberikan kekuatan padanya demi mencapai tujuan kedamaian antara Dunia Manusia dan Dark Territory yang belum pernah terbayangkan sebelumnya—tetapi walaupun Ronye sudah membayangkannya,ia tak bisa memberikan saran padanya.
Walaupun mereka membicarakan hal ini secara spontan, Ronye merasa bersalah karena jadi membicarakan hal yang menyedihkan, bukannya menemaninya…tetapi ketika ia merasa depresi, Kirito bilang bahwa ia sudah terbiasa.
“Aku senang kau ikut, Ronye. Aku pasti akan membuat anak-anak disana takut karena ini pertama kalinya aku bertemu mereka.”
“Oh…begitukah?”
“Yah kelihatannya banyak rumor yang menghantui pikiran kita…tetapi mereka masih belum terbiasa saat mengakhiri perang waktu itu.”
Ronye menarik napas sejenak, dan Kirito mengatakannya dengan agak berbeda, suara yang jelas dan ia merubah suasananya.
“Kita sudah jauh dari Centoria, ayo ganti dari penerbangan Incarnation menjadi penerbangan elemental.”
“B-baiklah!”
Setelah mengangguk dengan semangat, Ronye bertanya lagi.
“Um, apa yang harus kulakukan….?”
“Pertahankan koneksimu ke element itu dan perhatikan posisinya seperti tes penerbangan pertama, dan beritahu aku jika terjadi sesuatu.”
“Dimengerti!"
Kirito menjawab sahutan Ronye dengan mengangkat ibu jarinya, lalu menggengam kembali kendali metal dengan kedua tangannya. Dia melanjutkannya dengan rapalan sacred art.
"System Call, Generate Thermal Element"
Kedua tangan Kirito mengeluarkan cahaya merah dan terlihat seperti thermal element yang dihasilkan dari salah satu lubang metal pipa lainnya. Mereka memanipulasinya dengan Incarnation melewati pipa dan menaruhnya di lempengan tersegel di tengah naga.Itu kelihatannya, sekalipun oleh seorang Prime Swordsman seperti Kirito, tidak mudah untuk mengontrol naga raksasa dengan element yang kecil bersamaan, hingga naganya bergetar lagi.
Ronye yang menyadarinya memegang bahu Kirito dengan tangannya Dia tidak menggunakan rapalan, namun ia merasakan sacred power yang mengalir.Getaran naga pun berkurang dan 10 thermal elemen telah terkunci kuat di lempengan tersegel.
“Terima kasih, Ronye.”
__ADS_1
Kirito menyentuh tangan kanan Ronye, perlahan menghembuskan napasnya dan berbisik.
“Tembak.”
Elemen panas muncul dari lempengan tersegel yang menciptakan api yang sangat luar biasa.Api itu keluar dari lempengan yang dekat dengan kendali mesin naga dan mengendalikannya sendiri. Ditengahnya tercampur dengan uap udara aerial element yang disimpan di lempengan lain sebelum lepas landas. Dipadatkan lalu menguap dari mulut pipa dengan bentuk yang lurus seperti api pada naga sungguhan.
Kecepatannya membuat Ronye berpegangan erat di kursinya sampai menahan napasnya. Awan-awan di udara yang terlihat diluar jendela seperti bergerak cepat.
Membandingkan kecepatannya, ini lebih cepat dibandingkan ketika terbang dari Central Cathedral ke kantor keamanan Centoria selatan menggunakan teknik terbang aerial element Kirito, tetapi naga ini tadi ada dibawah kendali Incarnation.
Dengan kata lain, pendeta tingkat tinggi yang masih dalam pelatihan sekalipun, mereka bisa terbang secepat Kirito.Daripada menaklukkan‘Dinding Ujung Dunia’ ini, mungkin yang lebih penting…pikir Ronye sesaat, hingga terdengar suara gemuruh yang cukup dekat dengan telinganya. Ronye berseru sambil memegang kursinya.
“Se…senpai! Naga ini…secepat apa naga ini terbang!?”
“Hmm, coba kulihat.”
Kirito menjawabnya dengan nada biasa.
“Kecepatan tertinggi naga Integrity Knight adalah sekitar 120 kilolu per jam.Dan jika terbang dengan jarak jauh tanpa ada masalah, hanya sekitar 80 kilolu perjam.Tetapi kurasa naga ini bisa mencapai 250 kilolu per jam.”
“Kupikir kita bisa mencapai 300 kilolu kalau kutekan lebih dalam. Tetapi aku sudah diberitahu Sadore-ojisan untuk tetap mempertahankannya sebesar 80% saja.”
Sambil mengatakannya, Kirito menunjuk salah satu dari beberapa disk yang berjejer didepan kursinya.Jarum-jarum yang berjejer terlihat bergetar sebelum mencapai batas tertinggi.
“Tiga…tiga ratus kilolu perjam…”
Ronye mengulanginya sambil menggeleng gelengkan kepalanya,mencoba memahami kecepatan yang luar biasa itu. Sekarang aku memahaminya, ya,jika mesin naga bisa terbang secepat itu—berarti hanya memerlukan waktu setengah hari sampai di Obsidia yang berjarak 3 ribu kilolu.Kalau begitu,tidak akan ada yang bisa menyerang mesin terbang ini dengan kecepatan seperti ini.Dan juga, selain itu ada fungsi besar lainnya dari…sambil memikirkannya,Ronye akhirnya terbiasa dikelilingi suara-suara getaran.
Sekitar 15 jam telah berlalu semenjak melewati pegunungan dan tebing, akhirnya mulai sampai di langit merah Dark Territory. Walaupun mereka sudah istirahat, tetap saja bokong dan punggungnya terasa sakit lagi, Kirito menunjuk ke depan.
“Aku melihatnya”
Melihatnya di balik bahu Kirito,Ronye melihat sekilas cahaya didepannya dan tanah yang berwarna gelap.Pertamanya terlihat samar, namun ketika semakin dekat,berubah menjadi cahaya yang tidak terhitung jumlahnya.
“Itu ya…ibu kota Dark Territory, Obsidia.”
__ADS_1
Setelah bergumam dengan suara serak,Ronye bertanya pada Prime Swordsman didepannya itu.
“…Kirito-senpai, apa kau pernah kemari?”
“Ya, satu kali. Tetapi hanya kunjungan biasa. Gak sampai melihat kedalam kastil atau ibukotanya lebih jauh.”
“Itu kan sama saja…”
Kata-kata Ronye terdengar kecewa, tetapi Kirito menoleh kearahnya dan tertawa.
“Enggak enggak,pertemuan hari ini juga informal,untuk memastikan kalau kita belum menghubungi Issukan,tetapi ada sesuatu yang mengatakannya padaku kalau kita akan punya kesempatan melakukannya.”
“Sesuatu…yang mengatakan padamu?”
Ronye melihat keluar jendela dan mencoba menghilangkan pemikiran “firasat buruk” kalau-kalau ada orang yang berinteraksi dengan Kirito disana.Mesin naga mengurangi kecepatannnya, namun cahaya di kota yang terlihat berada didepannya itu masih terasa samar.
Tidak seperti bentuk kota Centoria yang bulat, cahaya yang tidak terhitung itu berkumpul membentuk seperti bulan sabit. Dibelakangnya,ada batu besar raksasa seperti tombak.Banyak cahaya yang berada di batu itu, karena itu adalah kastil Obsidia bekas mantan Pemimpin Vector.Itu kelihatannya beberapa bagiannya digali dengan batu besar hingga akhirnya menjadi bentuk kastil baru yang sebenarnya telah berusia lebih dari ratusan tahun,tidak jauh beda dengan Gereja Axiom Central Cathedral—jadi bagian luarnya terlihat seperti didalam kegelapan.
“Sekitar 10 kilolu lagi…baiklah, waktunya untuk menggantinya kembali menjadi
penerbangan incarnation dan mendarat.”
Terkejut dengan kata-kata Kirito, Ronye bertanya lagi.
“Kenapa sampai sejauh itu?”
“Yah, pasti akan berisik kalau kita mendarat di kota atau di kastil tiba-tiba dengan benda seperti ini.”
Sambil menjawabnya, Kirito memegang kendali metal yang terlihat seperti ‘tongkat pengontrol’ dan menurunkan api thermal element di lempengan tersegel dengan Incarnation.Suara yang nyaring terdengar di ruangan kecil itu. (atau lebih tepatnya kokpit.)
Incarnation Kirito yang dengan kuat mengendalikan mesin naga itu tanpa kehilangan keseimbangannya dan mulai menurun.Ketika mesin itu menurun, Ronye yang merasakan gugup memegang erat bingkai kursinya dengan kedua tangannya.
Saat kembali ke Centoria nanti, aku akan memintanya untuk memasang pegangan di kursi ini…pikir Ronye sambil terus menahan tubuhnya agar tidak terguncang, ini memang berbeda dengan menaiki elevator Cathedral. Setelahnya mesin naga pun berhenti dengan sedikit tubrukan,Kirito meregangkan tubuhnya dan berkata.
“Yap, Ronye, dari sini kita akan terbang dengan kemampuan manusia.”
__ADS_1