SYSTEM'DAN GADIS PANTI

SYSTEM'DAN GADIS PANTI
Vian cemburu?


__ADS_3

"Aku tidak memiliki kekasih" ucap Lesya menatap Vian


Vian yang mendengar itu menoleh ke arah Lesya mereka saling menatap satu sama lain seolah olah ingin mendapatkan jawaban dari mata mereka


"Ohh benarkah" ucap Vian cuek


"Tentu, memangnya kenapa" tanya Lesya


"Tidak" cuek vian


"Apa kamu baik baik saja? tadi yang tertembak hanya punggung atau bahu mu saja jika tidak salah kan, lalu kenapa kamu jadi seperti ini" tanya Lesya panjang


"Apa maksudmu" ucap Vian


"Ckk kamu itu apa tidak bisa memahami ku, seperti nya otak mu tadi ikut terluka" ucap Lesya enteng yang membuat Vian melotot


"Hey nona jaga bicaramu otak ku baik baik saja dia tidak terluka" balas Vian tak terima


"Ohh benar kah lalu kenapa kamu tiba tiba bersikap dingin pada ku haa jika bukan karena otak mu yang terluka lalu apa" ucap Lesya tak mau kalah


"Kamu tidak perlu tau Kenapa apanya" ucap Vian memalingkan wajahnya


"hey tuan aku sedang berbicara dengan mu setidaknya tatap aku jika aku sedang berbicara pada mu, emm apa jangan jangan otak mu benar benar terluka, apa perlu aku panggil kan dokter" ucap Lesya yang ingin memencet bel di sebelah ranjang Vian namun dihentikan oleh Vian

__ADS_1


"Jangan mempermalukan aku Lesya otak ku baik baik saja tidak ada yang terluka di otak ku, hanya saja" ucap Vian terhenti Lesya yang mendengar ucapan Vian terhenti merasa penasaran karena hal tersebut


"Hanya saja apa kamu ngomong Jangan di potong potong" ucap Lesya


"Ckk hanya saja aku cemburu karena kamu dekat dengan laki laki tadi" ucap Vian lirih yang masih di dengar Lesya


Lesya tersenyum karena mendengar ucapan Vian entah karena apa ia bisa tersenyum hanya karena sebuah ucapan saja


[Apa ini yang dinamakan tidak mencintai host?]


"Diamlah"


"Hey kenapa kamu terdiam" tanya Vian


"benarkah namun dari matanya seperti nya tidak" ucap vian


"Tidak apa?" tanya Lesya


"Tidak seperti tatapan pada seorang teman, apa dia mantan kekasih mu" tanya Vian lagi


"Tidak dia hanya teman ku" ucap Lesya yakin


"Baiklah saya minta maaf karena tadi sudah mengira bahwa dia kekasih mu" ucap Vian tulus

__ADS_1


"Tidak masalah, tidur lah agar keadaan mu lekas membaik" ucap Lesya yang diangguki Vian


Lesya menatap wajah tampan Vian dengan begitu damai wajah Vian mampu membuat Lesya lupa akan semua hal yang sudah terjadi termasuk tentang Ale


"Aku mencoba membentengi diri ku sendiri agar tidak jatuh cinta pada mu, namun sikap mu begitu membuat ku jatuh ke dalam pelukan mu" batin Lesya


[Benar bukan dugaan sistem, bahwa hoat sudah mencintai tuan Vian]


"Aku hanya tidak ingin terjebak dalam cinta ini sistem"


[Kenapa host seperti itu]


"Tidak apa apa aku hanya takut jika Vian hanya mempermainkan ku dan aku juga takut jika aku sudah benar benar mencintai nya namun ia malah berkhianat pada ku"


[Host tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak ada dalam garis takdir host]


"Tapi bagaimana jika takdir ku tidak sebagus itu sistem"


[Terkadang tidak semua takdir harus mempunyai jalan yang mulus untuk bisa sampai di tujuan akhir begitu pun dengan takdir bukan berarti jalan yang tidak mulus itu tidak memiliki tujuan akhir, host tidak akan pernah tahu bagaimana tujuan akhir tersebut jika host tidak mempercayai takdir host sendiri]


"Emm kamu benar sistem terima kasih"


Lesya tersenyum setelah mendengar jawaban sistem karena menurut nya itu seperti motivasi untuk hidupnya

__ADS_1


__ADS_2