
Masih di tempat Vian dan juga Lheo
"Ohh jadi dia calon Lesya, kalau begitu perkenalkan aku Carolina Navenda adeknya Lesya" ucap Carolina mengulurkan tangannya namun Vian tidak membalas jabat tangannya ia malah masih sibuk dengan ponselnya sendiri
"Jangan menganggu kak" tegur Lheo pada Carolina
"Aku tidak menganggu aku hanya ingin bergabung dengan kalian saja" ucap Carolina
"Sudah, cepat makan" Ucap Vian dingin
Lheo dan Vian menghabiskan makanannya dengan lahap karena memang mereka lapar
"Kak nanti belikan aku peralatan Sekolah ya, karena besok aku sudah sekolah" ucap Lheo
"Ku kira kamu tidak sekolah" ucap Vian
"Enak saja aku sekolah, sekarang aku sudah di bangku SMA" ucap Lheo
"Ya ya mari kita beli" ucap vian, Vian dan juga Lheo beranjak dari sana dan diikuti oleh Carolina di samping Vian, Lheo yang melihat itu tak suka karena Vian yang di dekati Carolina
"Kak untuk apa kau ikut, dan singkirkan tangan mu dari tangannya" tegur Lheo tak suka
"Ckk kenapa sih, lagian Kak Vian dan juga kak Lesya belum menikah jadi aku bebas untuk mendekati nya" ucap Carolina tak mau kalah
"Lepaskan saja apa susahnya, kau ini seperti pelakor karena mencoba mendekati calon suami kakak mu sendiri" ucap Lheo kesal
"Lheo jaga ucapan mu lagi pula Lesya juga tidak pantas untuk nya, cewek pembawa sial sepertinya tidak pantas bersanding dengan pria tampan seperti ini" ucap Carolina dengan bangga
"Jaga ucapan mu, disini sepertinya yang tidak tau malu itu kamu, bagaimana bisa kamu semenjijik kan ini, tidak punya harga diri sama sekali" ucap Lheo sinis
Plakk Carolina menampar pipi Lheo, Vian yang berada di samping Lheo mengeram kesal ia tidak terima karena Lheo di tampar begitu saja
__ADS_1
"Kau, nona berani sekali Anda menampar adek saya" ucap Vian dingin, rahang Vian yang tegas terlihat mengeras karena menahan emosi "Kau ikut aku" ucap Vian menyeret Carolina tanpa perasaan, Lheo yang melihat itu tidak menyangka bahwa Vian akan bertindak seperti ini
Brukk "Aww sakit" rintih Carolina pasalnya Vian membawa Carolina ke parkiran mobil dan mendorong kuat tubuh Carolina
"Ingat nona saya akan dengan mudah menghancurkan mu, bahkan saya tidak segan segan untuk menghabisi mu" ucap Vian tegas " Mari masuk kembali" lanjut Vian menarik Lheo masuk
"Kak ian tadi" ucap Lheo
"Kenapa, aku tidak pernah bermain main dengan ucapan ku, jika dia mengusik mu lagi maka aku yang akan menghabisi nya" ucap Vian "Sudah, mari pergi ke peralatan Sekolah untuk mu" sambung Vian yang menghentikan lamunan Lheo
"Ya kak" ucap Lheo
Mereka berdua pergi ke toko peralatan Sekolah dengan brand ternama yang begitu di kenal oleh kalangan atas
"Apa hanya itu yang kamu beli" tanya Vian
"Ya, aku hanya membutuhkan ini" ucap Lheo tersenyum, Vian yang mendengar itu hanya mengangguk paham, ia kemudian membawa belanjaan Lheo ke kasir untuk ia membayar nya
Kembali ke Lesya
Lesya yang baru saja terbangun dari tidurnya memilih untuk pergi mandi kemudian ia turun ke bawah untuk memasak sesuatu
Lesya yang melihat banyaknya bahan masakan di rumahnya bingung ingin memasak apa, hingga ia terfikir untuk membuat dessert box, Lesya yang sudah mengetahui ingin membuat apa langsung menyiapkan bahan bahannya kemudian langsung membuatnya
Sekitar kurang lebih 2 jam dessert box yang Lesya buat akhirnya jadi kemudian ia menyimpan nya di dalam freezer agar dessert boxnya siap untuk di makan, Lesya yang sudah selesai membuat dessert box memilih untuk duduk di ruang keluarga
"Nona Lesya" ucap Elsa
"Apa ada masalah sehingga kak El pergi ke sini" tanya Lesya langsung
"Tidak nona hanya saja anda harus menandatangani beberapa kontrak dan berkas berkas yang berada di perusahaan" ucap Elsa
__ADS_1
"Baiklah besok aku akan pergi ke kantor sekaligus ke Markas karena ada satu hal yang harus ku selesaikan" jawab Lesya
"Baik nona kalau begitu saya permisi terlebih dahulu" pamit Elsa yang diangguki Lesya
Setelah Elsa pergi Vian dan Lheo juga baru saja tiba di rumah Lheo juga menyala Elsa ketika di gerbang tadi
"Kak Lesya, kenapa kak Elsa ke sini" ucap Lheo yang baru tiba di ruang keluarga
"Hanya urusan pekerjaan" ucap Lesya "Kalian sudah makan" tanya Lesya
"Sudah tadi bersama kak ian" ucap Lheo
"Haa?, kau memanggil Vian apa tadi" tanya Lesya
"Lheo memanggil ku Ian apa ada masalah" tanya Vian
"Wah wah baru saja kalian berdua pergi sudah ada nama panggilan saja, Ehh lalu kamu memanggil Lheo Apa" ucap Lesya ingin tau
"L, aku memanggilnya seperti itu" jawab Vian
"Seperti nya kalian sudah akrab ya" ucap Lesya tersenyum
"Tidak juga kak" elak Lheo yang membuat Lesya tersenyum, namun senyum Lesya tidak bertahan lama ketika ia melihat pipi putih Lheo yang memerah namun sudah sedikit pudar karena tamparan Carolina tadi
"Ada apa dengan pipi mu Lheo" tanya Lesya pada Lheo
"Oh ini tidak ada apa apa hanya ditampar tadi" ucap Lheo santai
"siapa yang menampar mu" tanya Lesya lagi
"Kak Lina, tadi tak sengaja aku dan kak ian bertemu dengan nya, kak Lesya juga tidak perlu khawatir karena tadi kak ian sudah memberikan peringatan untuk kak Lina" jelas Lheo
__ADS_1
Meski Lheo sudah menyakinkan Lesya dengan ucapannya, namun Lesya tetap khawatir karena bagaimanapun juga Lheo adalah adeknya dan ia juga tidak terima karena Lheo di tampar oleh Carolina