SYSTEM'DAN GADIS PANTI

SYSTEM'DAN GADIS PANTI
Keluarga Duncan


__ADS_3

Membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk bisa sampai di rumah Riska karena Lesya hanya berkendara dengan kecepatan sedang saja dan sebelumnya ia juga berhenti di sebuah toko kue untuk di berikan kepada keluarga Riska


"Maaf mengganggu nona ada keperluan apa anda kemari" tanya satpam


"Saya ingin berjumpa dengan Riska pak" ucap Lesya


"Apa ini tamu dari nona Riska" tanya satpam itu lagi yang diangguki Lesya "Baiklah nona silahkan masuk perumahan nomor 1 berada paling ujung dan maaf atas ketidaknyamanannya nona" ucap satpam itu sopan


Lesya diperbolehkan masuk oleh satpam tersebut ia langsung melajukan mobilnya untuk pergi ke perumahan Riska saat sudah berada di depan gerbang ada beberapa satpam yang sudah siap untuk membukakan gerbang untuk Lesya, Lesya yang sudah tiba langsung di perbolehkan masuk oleh salah satu asisten disana


"Halo Tante Om saya Lesya teman Riska" ucap Lesya sopam


"Ohh jadi kamu yang tadi di bicarakan Riska" ucap Mamah Riska sedikit sinis


"Iya Tante" balas Lesya tersenyum


"Silahkan duduk" ucap papah Riska


"Terima kasih Om" balas Lesya "Oh ya ini ada bolu pisang semoga Tante dan Om menyukainya" ucap Lesya memberikan kue tersebut


"Terima kasih nak Lesya, ngomong ngomong kamu berasal dari keluarga mana" tanya papah Riska

__ADS_1


"Saya Tidak memiliki keluarga namun saya mempunyai bisnis sendiri" ucap Lesya


"Minum dulu" ucap mamah Riska


"Terimakasih Tante" balas Lesya


"Bisnis seperti apa yang kamu punya dan seberapa berpengaruh kamu dalam dunia bisnis" tanya papah Riska, Lesya yang mendengar itu tersenyum remeh ternyata benar tentang artikel yang ia baca bahwa keluarga Duncan tidak akan sembarangan memilih teman maupun rekan bisnis


"Jika seperti itu Perkenalan terlebih dahulu saya Qalesya Viviana CEO Alle Grup dan beberapa hotel, restoran, rumah sakit, maupun bar" ucap Lesya sedikit sombong yang membuat kedua orang tua Riska terkejut


"K-kamu CEO itu" gugub mamahnya Riska


"Benar Tante" balas Lesya


"Ya Om saya paham" balas Lesya


Mereka mengobrol dengan santai tidak seperti saat awal Lesya datang setelah menunggu cukup lama Riska datang dengan pakaian yang sederhana namun elegan


"Lesya sekarang yukk" ucap Riska yang baru saja tiba


"Kenapa terburu buru, tidak bisakah menunggu makan malam" tanya mamah Riska

__ADS_1


"Tidak bisa mah karena kami terburu buru" ucap Riska


"Om Tante saya permisi dulu" pamit Lesya


"Babay mah pah" pamit Riska


Mereka berdua tidak langsung menuju ke area balap namun mereka berdua berhenti di sebuah cafe dekat area balap tersebut untuk mengisi perut mereka yang kelaparan


"Silahkan nona ingin pesan apa" tanya pelayan


"Saya mau jus Mangga 1 sama Spaghetti bolognese 1" ucap Riska


"Saya Ice Capuccino 1 sama Spaghetti Carbonara 1" ucap Lesya


"Baik nona silahkan tunggu sebentar" ucap pelayan itu pergi


Lesya dan juga Riska berbincang bincang terlebih dahulu sebelum makanan mereka datang saat makanan mereka sudah tiba sudah tidak ada yang berbicara lagi karena mereka berdua yang fokus pada makanan nya masing masing


"Bill nya" ucap Lesya pada pelayan


"Ini Nona" ucap pelayan memberikan struktur makanan mereka beserta jumlah nya yang Lesya bayar menggunakan kartu kredit nya

__ADS_1


Setelah selesai mereka berdua langsung menuju ke area balap untuk mengikuti balapan tersebut dari kejauhan Lesya dapat melihat banyaknya orang yang akan menonton balapan tersebut


__ADS_2