SYSTEM'DAN GADIS PANTI

SYSTEM'DAN GADIS PANTI
Berakhir


__ADS_3

"Apa tujuan ibu Tika melakukan itu semua sistem"


[Ada beberapa alasannya host, namun sistem tidak dapat memberi tahu nya sekarang karena host harus menyelesaikan semua tahapan tersebut]


Lesya terdiam ia sangat merasa bersalah karena dulu ia sering sekali membantah ucapan ibunya dan ia juga sangat menyesal karena ia pernah membenci Ibu nya sendiri tanpa tau apa sebabnya ibu nya melakukan itu semua, yang bisa Lesya lakukan sekarang hanya menunggu sistem memberikan informasi terakhir yang ia perlukan Setelah itu semua selesai mungkin ia akan menemui ibu nya tersebut di panti asuhannya dulu


"Sistem kapan aku bisa melakukan tahap akhir nya"


[Sebenarnya host bisa melakukan nya sekarang, namun resikonya begitu tinggi karena tahap akhir ini host akan merasakan berbagai perasaan yaitu sedih, bahagia, kecewa dan juga penyesalan, apa host sanggup dengan resiko itu semua]


"Aku akan melakukan nya karena aku memerlukan informasi tersebut sistem"


[Apa host siap dengan resiko yang ada]


"Jujur saja sistem aku tidak siap dengan resiko nya, namun disisi lain aku harus melakukan nya agar aku dapat segera mengetahui kebenaran nya"


[**Baiklah host]


[Apa host akan melakukan Ingatan masa lalu tahap akhir YA/TIDAK**]


"YA"


[Silahkan host mengucapkan "Tahapan masa lalu"]


"Tahapan masa lalu"


[**Ding memulai ingatan masa lalu tahap akhir]


10%


30%


50%


70%


90%

__ADS_1


100%


[Ingatan masa lalu tahap akhir dimulai]


[Harap host tetap menjaga kesadaran host**]


Ibu Tika baru saja mengusir Lesya dari panti tanpa adanya alasan yang jelas keluar dari mulutnya, semua anak panti yang melihat itu hanya mampu terdiam tanpa berani menolong Lesya


"Lesya maafkan ibu, ibu tidak pernah bermaksud menyakiti mu, ibu sangat menyayangi mu seperti anak ibu sendiri namun ibu terpaksa melakukan ini semua demi kebaikan mu"


Ibu Tika meneteskan air mata sedih ia menatap sebuah surat yang dulu pernah di tulis almarhum suaminya tersebut, isi dari surat tersebut adalah tentang orang tua Lesya dan alasan mengapa ibu Tika berperilaku seperti ini


ISI SURAT


*Untuk Tika istri ku


......Kamu pasti sudah mengasuh satu bayi perempuan yang aku tinggalkan bukan?, jagalah dia, aku memberi nama dia Qalesya Viviana kamu bisa memanggil nya Lesya, aku harap kamu bisa menyayangi Lesya seperti putri mu sendiri, jagalah dia jangan sampai Rey Navenda menemukan keberadaannya, aku takut jika nantinya Rey menemukan Lesya, maka Lesya akan dihabisi olehnya, Tika ketahuilah bahwa aku merelakan nyawa ku terenggut oleh Rey untuk melindungi Lesya, aku tidak ingin Lesya dihabisi oleh ayahnya sendiri hanya karena kesalahan yang tidak pernah Lesya lakukan, Didik lah Lesya menjadi gadis tangguh dan mandiri agar nantinya ia bisa mengalahkan ayahnya sendiri, Tika jika nanti waktunya telah tiba maka usirlah Lesya dari panti agar gadis itu merantau pergi dari sana, aku tidak bermaksud jahat namun aku ingin Lesya bisa merintis karirnya sendiri dan aku juga percaya bahwa Lesya mampu mengalahkan Rey dengan Mudah, Tika aku harap kamu juga dapat mempercayai Lesya seperti aku mempercayai Lesya, jaga diri mu dan juga Lesya ......


^^^Dari suami mu ^^^


^^^Bagas Prakoso*^^^


"Mas aku sudah mengusir Lesya, aku harap apa yang kamu harapkan bisa Lesya lakukan, aku juga ingin jika Lesya mampu menjadi gadis yang tangguh dan mandiri agar ia tidak di rendahkan"


[Ingatan tahap akhir telah selesai]


Lesya yang mendapat ingatan tersebut mencoba untuk bangkit Dari tidur nya namun itu sia sia karena tubuh Lesya melemah setelah mendapat informasi dari sistem dan BRUKK PRAKK tubuh Lesya jatuh dengan piring yang ikut terjatuh karena Lesya yang tak sengaja menarik nya


Satu jam sudah Lesya kehilangan kesadarannya tanpa ada seorang pun yang mengetahui nya hingga akhirnya Elsa datang dan langsung menuju ke kamar Lesya, Elsa yang terus mencoba mengetuk pintu Lesya namun tidak ada Jawaban membuat Elsa panik dan memilih untuk masuk ke dalam kamar Lesya, saat Elsa sudah berada di dalam ia begitu terkejut karena melihat Lesya yang tergeletak tak sadarkah diri di lantai


"FAI, FAI, CEPAT KESINI" Teriak Elsa, Fai yang mendengar namanya dipanggil langsung menuju kamar Lesya


"Cepat bantu aku membawa nona ke rumah sakit" ucap Elsa


"Apa yang terjadi dengan nona Lesya" tanya Fai namun Elsa hanya mampu menggeleng karena ia juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Lesya


Fai membawa Lesya kerumah Sakit yang tak jauh dari perumahan Lesya, setibanya di rumah Sakit Lesya langsung ditangani oleh suster dan dokter yang berada disana

__ADS_1


"Fai hubungi tuan Lheo" ucap Elsa yang diangguki Fai


Fai sedikit menjauh dari sana ia segera menelfon Lheo


"Selamat malam Tuan, maaf mengganggu tuan"


"Ya, ada apa"


"Nona Lesya masuk rumah sakit dan sekarang nona Lesya berada di rumah sakit Citra"


"APA BAGAIMANA BISA"


"Saya juga tidak tahu tuan"


"Baiklah saya akan kesana"


Setelah panggilan telefon terputus Fai kembali menemui elsa, mereka berdua menunggu di depan IGD dengan perasaan cemas, namun tak lama Vian dan juga Lheo datang dengan wajah khawatir


"Bagaimana keadaan Lesya, bagaimana Lesya bisa sampai masuk rumah sakit, bukankah tadi ia baik baik saja" tanya Vian beruntun


"Sya juga tidak mengetahuinya Tuan Anda bisa menunggu dokter yang menangani nona Lesya keluar, saya dan Fai pamit untuk kembali terlebih dahulu tuan" pamit Elsa mengajak Fai untuk pergi


Vian dan juga Lheo menunggu dokter keluar hingga beberapa saat dokter dan suster keluar dari IGD


"Dengan keluarga pasien" ucap dokter tersebut


"Saya calon suami nya" ucap Vian


"Baiklah, begini tuan Nona Lesya mengalami syok berat yang membuatnya kehilangan kesadarannya, hal tersebut bisa terjadi karena banyaknya hal baru yang nona Lesya alami sehingga ia tidak sanggup untuk menerima itu semua pada akhirnya tubuh nona Lesya melemah dan pingsan, namun untuk saat ini kondisinya sudah stabil dan akan segera di pindah ke ruang rawat inap" jelas dokter tersebut


"Pindahkan ke ruang VVIP" Ucap Vian yang diangguki dokter tersebut


Kini Vian dan juga Lheo sudah berada di ruang rawat inap Lesya mereka berdua duduk di sebuah sofa sambil menatap wajah Lesya yang begitu tenang ketika menutup matanya


"Kak ian apa yang sebenarnya terjadi kepada kak Lesya" tanya Lheo dengan nada sedih, vian yang mengetahui jika Lheo tengah bersedih mengusap kepala Lheo lembut ia tersenyum hangat pada Lheo "Kau tidak perlu khawatir Lheo, kakak mu itu kuat ia tidak akan mengalami hal buruk" ucap Vian menenangkan Lheo, walaupun Vian juga merasa khawatir kepada Lesya namun sebisa mungkin Vian menyembunyikan itu semua agar Lheo tidak semakin khawatir


"Semoga kamu baik baik saja Lesya, cepat buka mata mu agar kami tidak khawatir lagi" ucap Vian dalam hati

__ADS_1


[Ding Selamat host mendapatkan Saham Arsitektur Sky]


__ADS_2