
"Kalian berdua pergilah beristirahat" ucap Lesya pada Vian dan Lheo
"Hmm kamu juga beristirahat lah" ucap Vian mengusap kepala Lesya
mereka pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat
Keesokan harinya ...
Pagi ini Lesya sudah siap dengan pakaian formal nya karena hari ini ia akan pergi ke perusahaan nya dan juga ia akan pergi ke markas
Lesya yang sudah siap segera turun untuk pergi sarapan bersama yang lainnya
"Kak Lesya mau ke mana" tanya Lheo
"Hanya akan pergi ke kantor" ucap Lesya
"Kalau kak ian mau kemana" tanya Lheo lagi
"Saya baru saja membangun perusahaan disini jadi saya akan pergi ke sana untuk melihat nya, kau mau ikut" tawar Vian
"Sepertinya menarik, tapi aku harus pergi ke sekolah hari ini karena ini awal aku masuk sekolah" ucap Lheo
"Lain kali kamu bisa datang" ucap Vian tersenyum yang diangguki Lheo
"Sudah segeralah makan" ucap Lesya yang diangguki Vian dan juga Lheo
Setelah menghabiskan sarapan mereka, mereka pergi ke tujuan masing masing dengan kendaraan masing masing, Lesya dengan mobilnya, Vian yang di jemput oleh seseorang dan Lheo yang memilih untuk naik transportasi umum
"Selamat pagi nona" sapa Elsa
"Pagi, bawa semua berkas berkas yang perlu aku tanda tangani, dan suruh Fai untuk ke ruangan ku" ucap Lesya yang diangguki Elsa
__ADS_1
Lesya pergi ke ruangan nya ia langsung menandatangani semua berkas berkas yang perlu ia tanda tangani
Tok tok tok
"Masuk" ucap Lesya, Lesya yang melihat Fai yang datang langsung menyuruh nya duduk
"Aku ingin tau perkembangan markas seperti apa" ucap Lesya tanpa basa basi
"Belum ada perkembangan nona, kami sedang mencari siapa King Diamond Black, namun sampai sekarang kami masih belum mengetahui nya" jelas Fai
"Apa sangat sulit?" Ucap Lesya
"Benar nona, Emm apa nona ingin mencobanya, jika iya saya akan memberikan data data nya" ucap Fai, Lesya termenung sejenak ia berfikir Apa ia akan mencari tahu sendiri atau ia hanya menunggu saja dengan hasil yang belum pasti
"Ya, kirimkan datanya ke email pribadi ku, aku akan mencoba nya" ucap Lesya
"Baik nona segera saya akan mengirimkan nya" ucap Fai
"Baik nona, kalau begitu saya permisi" ucap Fai yang Diangguki Lesya
Fai yang baru saja keluar berpapasan dengan Elsa yang ingin pergi ke ruangan Lesya sedangkan Lesya sendiri tengah sibuk dengan pikirannya sendiri "Tidak ada sistem ternyata cukup sepi" ucap Lesya dalam hati
"Nona ada yang ingin bertemu dengan Anda" ucap Elsa
"Siapa" tanya Lesya
"Carolina Navenda dia bilang dia adalah adek nona" ucap Elsa
"Suruh masuk saja" balas Lesya malas
"Baik nona, saya permisi" pamit Elsa yang diangguki Lesya, setelah kepergian Elsa dan beberapa waktu kemudian Carolina datang dengan gaya sombong nya
__ADS_1
"Langsung intinya saja, apa keinginan mu" ucap Lesya dingin
"Ckk sombong sekali kamu, mentang mentang kamu mempunyai segalanya" sinis Carolina
"Kamu terlalu berisik, jelaskan apa maksud mu datang kemari" ucap Lesya dingin
"Aku kesini hanya ingin memberikan mu peringatan agar kamu menjauhi kak Vian karena kak Vian hanya pantas untuk ku" ucap Carolina, Lesya yang mendengar itu tersenyum tipis
"Heyy siapa kamu berani mengatur ku" ucap Lesya
"Aku adek perempuan mu" balas Carolina dengan bangga
"Adek? Adek saya hanya Lheo" ucap Lesya dengan menatap wajah Carolina dengan tajam
"Heyy aku tidak bermain main dengan ucapan ku, aku akan melakukan apa pun agar aku bisa mendapatkan Kak Vian" kekeh Carolina
"Kamu mengancam ku" ucap Lesya menaikkan sebelah alisnya
"Ya aku mengancam mu, kenapa apa kau takut" ucap Carolina tersenyum licik
"Jangan bercanda Lina, aku bahkan bisa dengan mudah menghancurkan Daddy mu itu, bahkan untuk menghancurkan mu saja dapat ku lakukan dengan mudah, lalu untuk apa aku takut dengan ancaman mu itu" ucap Lesya tersenyum miring
"HEYY AKU TIDAK SELEMAH ITU" bentak Carolina tak terima Lesya hanya tersenyum namun ia menatap Carolina penuh permusuhan dengan berhati hati namun pasti Lesya mengeluarkan sebuah pistol dari balik kemejanya
"Benarkah, boleh ku uji seberapa kuat dirimu" ucap Lesya mengarahkan pistolnya ke Carolina
"A-apa yang ingin kamu lakukan" panik Carolina
"Lihat lah bahkan ketika aku baru saja menyodorkan pistol ke arah mu kamu sudah merasa takut, sebaiknya kamu pergi dari sini karena saya bukan tandingan mu" ucap Lesya
Carolina yang tidak ingin hal buruk terjadi padanya memilih meninggalkan perusahaan Lesya dengan perasaan amarah Kepada Lesya
__ADS_1