
Plakk
"Heii berani sekali kamu menampar putra ku haa" ucap Syamita marah
"Kenapa, dia pantas mendapatkan nya bahkan dia pantas mendapatkan lebih dari ini, karena laki laki bodoh ini lihat lah putra ku sekarang kritis di dalam dan semua ini karena dia yang tidak becus menjaga Ale" ucap Lesya
tidak ada yang menjawab ucapan Lesya semuanya terdiam hingga akhirnya. Nathan membuka suaranya untuk membela adeknya
"Lesya saya tau kami salah karena tidak becus mengurus ale" ucap Nathan yang langsung dipotong oleh Lesya "Ohh bagus jika kalian tau kalau kalian ini bodoh karena tidak dapat mengurus Ale" potong Lesya
"Diamlah dia putra ku bukan putra mu, jadi kamu tidak perlu ikut campur urusan ku" ucap Yohan
"Ohh benarkah, jangan kau pikir aku tidak tau Yohan sebenarnya kamu sama sekali tidak menginginkan ale bukan kamu mau melakukan tes DNA dengan Ale hanya ingin tau bahwa dia hidup atau mati kan" ucap Lesya tajam
Semuanya bungkam tidak ada yang menjawab ucapan Lesya bahkan kini Yohan hanya terdiam tanpa berbicara
__ADS_1
"KENAPA DIAM HAA YANG SAYA UCAPAN ITU BENAR BUKAN" Bentak Lesya marah
"Lesya tenanglah ini di rumah sakit" tegur Vian yang dari tadi terdiam
Lesya yang mendapat teguran dari Vian menghela nafasnya ia benar benar kecewa karena Yohan tidak becus menjaga Ale
"Jika sejak awal kamu tidak sanggup mengurus putra mu seharusnya kamu mengembalikan nya kepada ku karena aku akan dengan senang hati menerima keberadaan Ale " ucap Lesya yang menarik Vian untuk masuk ke ruang Ale
Lesya duduk di sebelah ranjang Ale ia benar benar melihat Ale dengan kondisi yang sangat pucat
"Heii mommy sudah disini bangun yukk kita pulang jangan tidur terus, apa kamu tidak merindukan mommy Hmm , maaf karena mommy kamu jadi seperti ini" ucap Lesya lirih menahan air matanya
"Hey tidak perlu menyalahkan diri sendiri atas suatu musibah Lesya jika kamu sedih seperti ini Ale pasti akan sedih karena mommy nya menangis karena dirinya" ucap Vian lembut
Lesya memeluk erat tubuh Vian ia merasa bersyukur karena ia bisa dekat dengan sosok Vian yang dingin di luar namun hangat di dalam
__ADS_1
Tuttttt
Lesya melepas pelukannya ia melihat alat ekg disamping Ale sudah bergaris lurus yang membuat Vian langsung memencet bel di samping ranjang ale dan dengan cepat sang dokter langsung datang
"Nona dan tuan silahkan Keluar sebentar" ucap suster tersebut
"Tidak saya ingin menemani putra saya disini saya tidak ingin pergi" ucap Lesya kekeh Vian yang mendengar itu menarik Lesya keluar dari ruang tersebut
"keluar sebentar Lesya biarkan dokter menangani Ale" ucap Vian menarik Lesya keluar
Mereka berdua keluar dari UGD tersebut
"Apa yang terjadi dengan Ale" tanya Yohan
"Detak jantung nya berhenti" ucap Vian dingin
__ADS_1
Lesya mencoba menahan air matanya lagi dengan mengigit bibir bawahnya sekuat tenaga namun hal tersebut dilihat oleh Vian "Lesya hentikan jangan seperti ini bibir kamu berdarah jangan mengigit nya seperti itu" ucap Vian panik
"Ale" ucap Lesya dengan mata yang sudah memerah menahan air matanya Vian tidak dapat menjawab ucapan Lesya karena ia juga tidak tahu bagaimana kondisi Ale setelah ini