SYSTEM'DAN GADIS PANTI

SYSTEM'DAN GADIS PANTI
Sistem yang diperbaharui


__ADS_3

Lesya dan Riska turun dari mobilnya banyak orang yang menatap kagum pada wajah Lesya yang cantik dan juga ada orang yang menatap tak suka pada Lesya


"Wah wah ternyata Lesya" ucap Zura


"Kamu Zura, kekasih Al" ucap Lesya


"Ckk aku bukan lagi kekasih nya" ucap Zura "Lihat saja aku akan mengalahkan mu dalam balapan ini" ucap Zura sombong


"Jangan sombong kamu Zura Lesya bahkan lebih hebat dari kamu ataupun teman mu" ketus Riska


"Heyy Icha bahkan bisa dengan mudah mengalahkan nya" ucap Zura


"Berhentilah berdebat, Riska segera daftarkan diri kita" ucap Lesya


Lesya yang menunggu Riska mendaftarkan diri memilih untuk masuk ke dalam mobilnya dan bermain ponsel di dalam


"Aku kira kau kemana ternyata di sini" ucap Riska


"Apa ada masalah" tanya Lesya


"Tidak, mari ke garis Start" ucap Riska yang diangguki Lesya


Lesya menyetir mobil nya menuju ke garis awal disana sudah ada mobil Lamborghini berwarna pink


"Itu siapa" tanya Lesya


"Mereka Icha dan juga Zura, lawan kita adalah mereka hadiahnya juga tidak kecil, jika kita menang kita akan mendapatkan uang 1 M" ucap Riska bersemangat Lesya yang mendengar hadiah yang diberikan tertawa kecil "Heyy kenapa kamu tertawa apa ada hal yang lucu" tanya Riska


"Tidak ada" ucap Lesya


"Bersiaplah" ucap Riska


Lesya menatap seorang gadis yang berdiri di tengah tengah antara mobilnya dan mobil lawan nya, tak butuh waktu lama gadis itu sudah mulai menghitung dan mengibarkan bendera dan dengan cepat Lesya melaju dengan kecepatan tinggi


"Lesya pelankan sedikit ini baru permulaan" ucap Riska berpegangan


"Diamlah" tegur Lesya


Lesya fokus pada pertandingan balapan itu ia sempat melihat mobil di belakangnya yang tertinggal cukup jauh


"Siall siapa yang mengendarai mobil seperti itu" gerutu icha


"Cepat salip mobil itu Icha jangan sampai kita kalah" ucap Zura


"Diamlah apa kau tidak lihat dia mengendarai mobilnya layaknya seorang pembalap profesional" kesal Icha pada Zura, Zura yang mendengar ucapan Icha mendengus kesal


Setelah melewati putaran terakhir akhirnya mobil Lesya melewati garis finis dan langsung mendapat Sorakan dari para penonton, Lesya dan Riska tersenyum senang karena mereka bisa memenangkan pertandingan ini


"Terimakasih Lesya jika bukan karena mu mungkin aku tidak akan menang" ucap Riska


"Tidak masalah, mari turun" ucap Lesya


Lesya dan Riska turun dari mobil dan langsung mendapat tatapan terpukau dari orang orang

__ADS_1


[Ding misi berhasil]


[Apakah host akan melakukan pembaruan sekarang]


"Ya"


[**Ding pembaruan membutuhkan waktu 24 jam]


[Ding pembaruan di mulai dari]


10%


30%


50%


70%


90%


100**%


Lesya tersenyum saat sistem nya akan diperbarui entah mengapa ada rasa senang dalam dirinya jika sistem yang telah lama tidak ia gunakan akan kembali aktif lagi


"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi"ucap Icha, Lesya yang mendengar itu hanya tersenyum tipis


"Apa kamu mengenal nya sya" tanya Riska pada Lesya


"Iya dia teman SMA ku" ucap Lesya


"Ohh ya Lesya mana rekening mu aku mentransfer uangnya ke rekening mu" ucap Riska


"Tidak perlu ambil saja uang nya untuk mu, aku tidak butuh" ucap Lesya


"Benarkah, jadi semua uang nya untuk ku" tanya Riska lagi yang diangguki Lesya


Pertandingan yang sudah selesai membuat Lesya sedikit lelah dan memutuskan untuk pulang namun sebelum itu ia juga mengantarkan Riska pulang terlebih dahulu


"Nona Anda sudah kembali" ucap Ryan


"Iya, apa Vian dan Lheo sudah pulang" tanya Lesya


"Belum nona" jawab Ryan


"Baiklah terimakasih" ucap Lesya pergi


Di lain waktu dan tempat keberadaan Vian dan juga Lheo


"Haa sudah lama aku tidak kesini" ucap Lheo


"Kenapa, apa karena kamu tidak punya uang" tanya Vian


"Om kalau ngomong Jangan sembarangan aku tidak kesini hanya karena tidak memiliki teman untuk di ajak pergi keluar itu saja" kesal Lheo

__ADS_1


"Ku kira karena tidak memiliki uang, oh ya jangan memanggil ku Om aku tidak setua itu Lheo panggil aku kakak saja" ucap Vian menegur Lheo


"Ya ya asalkan kamu memberikan apa yang ku mau aku akan memanggil mu kak ian" ucap Lheo dengan nada sombong


"Heyy bocah jangan Menganti nama ku sesuka mu" ujar Vian


"Kakak ian terserah aku ingin memanggil mu apa asalkan tidak ku panggil Om kan" bela Lheo


"Ckk kau ini jika begitu aku akan memanggil mu L bagaimana apa kau setuju" tanya Vian


"Tidak begitu buruk, sebaiknya kita pergi makan terlebih dahulu karena aku sekarang lapar" ucap Lheo


"Baiklah kau ingin makan dimana" tanya Vian


"Di restoran itu karena makanan di sana sangat enak" ucap Lheo menarik Vian


Vian mengikuti Lheo untuk pergi makan terlebih dahulu mereka berdua duduk di kursi paling pojok karena menurut Lheo disana sangat enak


"Kak ian ingin pesan apa" tanya Lheo


"Aku mau secangkir kopi dan juga wafel" ucap Vian


"Baiklah, mbak mau kopi satu, jus Strawberry satu, wafel satu, nasi goreng sapi satu, kentang satu, udah itu aja" ucap Lheo


"Untuk wafel ingin toping apa kak" tanya pelayan


"Caramel" ucap Vian singkat


"Baik kak mohon di tunggu sebentar" ucap pelayan itu pergi


"L apa kau punya game di ponsel mu" tanya Vian


"Tentu apa kau ingin bermain dengan ku" tanya Lheo


"Ya, daripada kau bosan menunggu makanan tiba lebih baik kita bermain terlebih dahulu" ucap Vian yang diangguki Lheo


Saat mereka bermain game dalam ponsel mereka tiba tiba saja ada seseorang yang menghampiri meja mereka


"Lheo sedang apa kamu disini" tanya Orang itu, Lheo yang di panggil namanya mendongak dan melihat siapa yang memanggilnya dan seketika itu wajah Lheo berubah menjadi datar


"Kenapa" tanya Lheo


"Boleh aku duduk" tanya Carolina, Lheo menatap Vian, Vian yang tau bahwa Lheo sedang meminta ijin pada nya mengangguk pelan


"Ya" balas Lheo malas


Saat Carolina sudah duduk dan datanglah pelayanan yang membawa makan Lheo dan juga Vian


"Silahkan dinikmati Tuan" ucap pelayan tersebut ramah yang diangguki Lheo


"Ada apa kau kesini" ucap Lheo tak suka karena sedari tadi ia terus memperhatikan kakaknya itu menatap Vian dengan tatapan kagum


"A-aku hanya kebetulan lewat dan tak sengaja bertemu dengan mu" ucap Carolina "Siapa pria tampan ini Lheo" tanya Carolina penuh semangat

__ADS_1


"Dia kak Vian CALON SUAMI kak Lesya" ucap Lheo menekan kata calon suami, Vian yang mendengar ucapan Lheo tersenyum tipis


berbeda dengan Carolina yang wajahnya memerah karena marah "Aku akan merebut laki laki ini darinya karena Vian hanya pantas bersanding dengan ku" ucap Carolina dalam hati


__ADS_2