SYSTEM'DAN GADIS PANTI

SYSTEM'DAN GADIS PANTI
Bertemu Bagas


__ADS_3

Sudah cukup lama Vian dan juga Lheo menunggu Lesya sadar namun Lesya tak kunjung sadar, entah apa yang membuat Lesya masih bertahan memejamkan matanya dari pada harus membuka matanya


Di mimpi Lesya


"Saya dimana"


"Hai nak, kamu pasti Qalesya Viviana kan"


"Tuan tau nama saya dari mana"


"Aku yang memberikan nama itu, maka nya aku bisa mengetahui nama mu"


"Aku bahkan tidak mengenal Tuan bagaimana Tuan tau nama ku"


"Kamu memang tidak mengenal saya namun kamu mengenal istri saya"


Lesya yang mendengar itu mengerutkan keningnya bingung "Memang istri Anda siapa"


"Tika Prakoso, kau mengenalnya kan"

__ADS_1


Lesya yang mendengar nama ibunya disebut terdiam ia masih mengingat bagaimana cara ibunya itu mendidik nya dengan sangat keras namun itu semua demi kebaikan nya yang naas nya baru Lesya ketahui


"Kenapa kamu hanya terdiam kamu mengenalnya bukan, pasti kamu membenci istri saya karena sudah mendidik kamu begitu keras, tapi ada satu hal yang harus kamu tau bahwa istri saya melakukan itu semua untuk masa depan mu agar kamu bisa menjadi gadis yang tangguh dan mandiri"


"Apa ada alasan yang jelas"


"Tentu saja ada Lesya, ayah kamu sendiri ingin menghabis mu, dan saya menitipkan kamu kepada istri saya agar kamu menjadi gadis yang mandiri dan tangguh, dan jangan membenci istri saya karena saya lah menyuruh istri saya untuk mendidik mu dengan keras"


"Anda, apa anda Bagas Prakoso"


"Ya, sepertinya kamu sudah mengetahui saya, dan kamu pasti sudah bertemu dengan Rey Navenda bukan, pesan saya adalah jangan membunuh ayah mu sendiri meski ayahmu ingin membunuh mu, buatlah Rey jera akan kesalahannya di masa lalu karena bagaimanapun juga ada darah Rey di dirimu, kau adalah putri dari keluarga Navenda"


"Tak apa itu adalah hal yang wajar namun saya tidak ingin jika sampai kamu menghabisi nyawa Ayah mu sendiri jika kamu sampai melakukan itu maka kamu tak jauh lebih buruk dari Rey, saya pergi karena waktu saya sudah habis, bangunlah buka mata mu karena ada seseorang yang sangat menghawatirkan kondisi mu"


Dalam sekejap cahaya putih datang dengan sangat terang membuat Lesya memejamkan matanya


Akhir


Vian dan Lheo yang melihat jari jemari Lesya bergerak segera mendekat ke ranjang Lesya mereka sangat senang karena akhirnya Lesya telah sadar

__ADS_1


"A-aku dimana" tanya Lesya


"Kamu berada di rumah sakit, apa yang terjadi pada mu" tanya Vian khawatir


"Tak apa aku baik baik saja kalian tidak perlu khawatir" ucap Lesya


"Kak Lesya jangan terlalu lelah aku tidak ingin jika nanti kak Lesya jatuh sakit" ucap Lheo


"Iya maaf membuat kalian berdua khawatir, Emm apa aku boleh pulang" tanya Lesya


"APA" Jawab Lheo dan Vian bersamaan


"Kak jangan bercanda kakak baru saja sadar dan ingin segera pulang" ucap Lheo tak suka


"Tetaplah disini sampai kondisi mu membaik, jangan terburu buru untuk pulang Lesya lihatlah kondisi mu ini" ucap Vian


"Aku baik baik saja, izinkan aku untuk pulang lagi pula aku tidak suka jika berada di rumah sakit" kekeh Lesya


"Sekali tidak ya tidak Lesya" ucap Vian

__ADS_1


Lesya yang mendengar itu hanya mampu menghela nafasnya ia sebenarnya sangat tidak ingin jika berada di rumah sakit lama lama "Siapa yang membawa ku kerumah sakit" ucap Lesya dalam hati nya tak suka karena orang itu dirinya jadi harus menginap di rumah sakit


__ADS_2