
[Host Anda perlu pergi ke pantai asuhan Anda]
"Haruskah hari ini"
[Tentu host]
"Baiklah, aku akan pergi hari ini"
Lesya langsung menelfon Elsa agar Elsa dapat mengurus semua meeting hari ini karena Lesya yang tidak dapat hadir
Lesya bersiap siap untuk pergi ke panti hari ini, Setelah ia berpamitan dengan Lheo dan juga Vian ia langsung mengendarai mobil nya seorang diri
[Host jika sudah sampai sana, tanyakanlah hal hal penting saja, karena setelah ini host akan benar benar mendapatkan misi seterusnya]
"Hal penting? Contohnya?"
[Host sepertinya host perlu kuliah]
"Untuk apa aku kuliah aku bahkan sudah pintar"
[Agar host lebih pintar lagi, karena untuk hal sekecil itu saja host perlu bertanya]
Lesya yang mendengar ucapan sistem menggerutu kesal akan jawaban sistem
± 2 jam akhirnya Lesya sampai di pantai asuhan tempat ia tinggal disana dulu, Lesya yang tengah memarkirkan mobilnya langsung di hampiri anak anak panti di sana
Lesya turun dari mobilnya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan karena di sisi lain Lesya senang bisa kembali lagi ke sini namun di sisi lain Lesya juga sangat kecewa
"Kakak cantik siapa, kenapa datang kemari" ucap anak laki laki
"Hai tampan, Emm kakak kesini ingin bertemu dengan ibu panti apa ada" ucap Lesya yang sedikit jongkok
"Ooo kakak cari ibu panti, mari masuk biar Al antar kakak ke dalam" ucap anak laki-laki itu
"Al? Nama kamu siapa" tanya Lesya
"Alaska Gerald kakak bisa manggil Al" ucap anak itu bernama Al
Lesya di antara oleh Al di ruangan ibu panti yang dari dulu hingga kini tidak berubah sama sekali yang membuat Lesya teringat dengan masa lalunya dulu
Tok tok
"Ibu ada kakak cantik ingin bertemu ibu" ucap Al dari luar
"Suruh masuk saja Al" balasnya dari dalam
__ADS_1
"Al kakak masuk sendiri saja ya, terimakasih karena sudah membantu kakak" lembut Lesya
"Sama sama kak, nama kakak siapa" tanya Al
"Qalesya Viviana, kamu bisa memanggil kakak Lesya" ucap Lesya
Lesya masuk kedalam ruangan tersebut ia sudah dapat melihat ibu pantinya dulu duduk merenung di depan jendela besar
"Ibu sedang apa" tanya Lesya yang membuat Tika menengok ke belakang
Tika Prakoso seorang ibu panti yang dulu sangat keras dalam mendidik Lesya kini tampak lusuh dan tidak bersemangat lagi
"Maaf nona, ada kepentingan apa kau datang kesini jika tidak ada hal penting sebaiknya Anda pergi dari sini" ketus Tika
Lesya hanya diam ia sangat memperhatikan perubahan penampilan ibu panti nya itu
"Anda sangat berbeda sejak hari itu" Tutur Lesya
"Apa kita saling mengenal?" tanya Tika
"Perkenalkan saya Qalesya Viviana atau Lesya, Gadis yang Anda didik dengan sangat keras" Ucap Lesya menjulurkan tangannya
Tika terdiam ia bahkan tidak dapat mengenali Lesya lagi karena Lesya yang sekarang dan Lesya yang dulu sangat berbeda
"K-kau Lesya" tanya Tika gugup
"Duduk dulu Lesya" ucap Tika, menyuruh Lesya duduk di sofa
"Saya kesini hanya ingin mengetahui beberapa kebenaran saja, salah satunya adalah siapa penyebab kebangkrutan perusahaan Navenda" Tanya Lesya tanpa basa basi
"Kenapa langsung ke intinya Lesya, apa kamu tidak ingin mengetahui kabar ku" ucap Tika
"Aku tidak ingin berbasa basi Bu, aku ingin ke inti permasalahan ku dulu, baru membahas yang topik lain" Tutur Lesya yang membuat Tika menghela nafasnya
"Hendraso Baskoro, dia adalah pengusaha yang sukses dulu ia adalah teman Rey ayah kamu, namun hanya karena rasa iri pada Rey Hendra rela melakukan apapun untuk menghancurkan Rey pada masa itu, salah satunya adalah saat kelahiran mu, Hendra membuat perusahaan Rey bangkrut dan ia mengatakan bahwa anak yang dilahirkan Putri adalah anak Pembawa sial, karena mengatakan itu Rey tentu saja percaya karena saat itu juga perusahaan Rey bangkrut" Jelas Tika
"Lalu apa yang membuat Hendra iri" tanya Lesya
"Karena Putri yang bisa hamil terlebih dahulu sedangkan istrinya tidak kunjung hamil" ucap Tika
"Apa sekarang Hendra memiliki anak" tanya Lesya
"Dia memiliki 2 anak sekarang" ucap Tika
"Oh ya apa nama perusahaan Hendra" tanya Lesya
__ADS_1
"Baskoro Grub" balas Tika
Lesya terdiam ia mencoba mengingat apa ia pernah mendengar nama perusahaan itu
"Ahh Baiklah terimakasih" ucap Lesya
"Lesya sekarang kamu tinggal dimana, dan sekarang kamu bekerja sebagai apa, lalu untuk apa kamu menanyakan itu semua Lesya ketahuilah bahwa Hendra bukan lawan yang setimpal untuk mu" Ucap Tika berturut-turut Lesya hanya tersenyum ia tahu bahwa dibalik ucapan ibu panti nya tersebut terselip sebuah kekhawatiran pada dirinya
"Aku tinggal di kota A dan sekarang aku sudah bekerja aku tidak melanjutkan ke jenjang kuliah karena aku malas melakukannya oh ya dan untuk Hendra mungkin aku yang dulu bukanlah lawan yang setimpal untuk nya, namun percayalah sekarang aku jauh berbeda dari yang dulu, mudah bagiku jika ingin menghancurkan Hendra" Ucap Lesya dengan sorot mata yang begitu tajam
"Jangan mengada ada Lesya Hendra tidak segan segan untuk menghabisi nyawa mu" ucap Tika memperingati Lesya
"Sudahlah Bu biarkan aku menyelesaikan ini semua ibu tidak perlu mengkhawatirkan ku" ucap Lesya, Tika hanya diam ia menatap ragu mantan anak asuhnya itu
"Ini, ambil ini untuk merenovasi panti ini agar lebih layak, aku lihat tadi beberapa atap di depan sudah rusak seharusnya itu segera diperbaiki bukan" ucap Lesya menyodorkan kartu kredit
"Ibu memang sudah berniat untuk memperbaiki atap yang rusak itu namun belum ada donatur yang berkunjung ke sini" keluh Tika pada Lesya
"Maka dari itu buatlah layak lempat ini Bu, aku akan menyuruh asisten ku untuk menghendel perbaikan ini" ucap Lesya
Tika yang melihat perubahan Lesya terdiam ia seolah-olah tidak percaya karena sekarang gadis itu berbicara dengan nada yang begitu tenang namun juga begitu serius "Entah apa yang telah merubah mu nak, yang pasti ibu bangga pada mu" ucap Tika didalam hatinya
Setelah Lesya menelfon Elsa untuk datang ke panti hari ini juga ia juga berpesan pada Elsa untuk membawakan nya beberapa mainan dan juga makanan untuk anak anak panti
"Dia begitu tampan" ucap Lesya menunjuk Alaska yang tengah duduk membaca di sebuah sofa
"Alaska dibuang oleh orang tuanya sejak bayi, sekarang usianya sudah beranjak 6 tahun namun anak itu seperti sudah dewasa sebelum waktunya" Tutur Tika sendu, Lesya yang mendengar itu ikut merasakan iba pada Alaska karena ia sendiri juga memahami bagaimana rasanya di buang oleh orang tuanya
Lesya berjalan mendekati Alaska dimana anak itu tengah duduk sambil membaca buku
"Hai Al kamu baca apa" tanya Lesya
"Halo kak, hanya membaca dongeng saja" ucap Alaska
"Kamu suka baca dongeng" tanya Lesya
"Sebenarnya aku suka membaca semua buku, namun di panti ini bukunya sangat sedikit karena sering di sobek oleh anak anak lain" ucap Alaska
"Lalu kenapa kamu tidak ikut bermain bersama teman-teman mu" Tutur Lesya ingin lebih jauh mengenal Alaska
"Mereka terlalu kekanak-kanakan dan berisik aku tidak menyukainya" Tutur Alaska, Lesya yang mendengar itu terkejut dengan jawaban bocah umur 6 tahun itu
[Ding, Misi terpacu lakukan balas dendam pada Hendarso Baskoro]
[Hadiah yang akan diterima Skil Arsitek Profesional]
__ADS_1
[Waktu: 2 Minggu**]
Lesya yang tengah terkejut dengan jawaban Alaska kini ia dibuat terkejut lagi dengan misi yang sistem berikan "Balas dendam?"